Senin, 13 Juli 2020

Posting Anti Masker di Facebook, Pria Ini Meninggal Kena Corona

Richard Rose, seorang pria berusia 31 tahun dari Port Clinton, Ohio meninggal dunia karena virus COVID-19 setelah tiga hari setelah ia dinyatakan positif. Kematian Rose ini telah menarik perhatian netizen karena postingannya yang kontoversional di media sosial.
Ia pernah mengkritik para demonstran Black Lives Matter, membuat lelucon tentang pemerkosaan, menuding partai Demokrat sengaja membesar-besarkan soal pandemi Corona dan tidak mau mengenakan masker di masa pandemi COVID-19.

"Mari kita perjelas. Aku tidak akan membeli masker. Aku sudah hidup sejauh ini dengan tidak membeli masker brengsek itu," tulis lelaki usia 37 tahun ini pada 28 April di Facebook.

Lalu pada tanggal 12 Mei, Rose kembali memposting bahwa ia muak melihat berita tentang virus Corona. Kemudian sepanjang bulan Juni, Rose memposting sering berada di bar dan restoran di Ohio, tidak peduli dengan pandemi Corona.

Ia kembali memposting pada tanggal 1 Juli, namun kali ini membuat netizen terkejut karena ia menuliskan kondisi terkini yang tidak sehat dan mengalami gejala-gejala COVID-19.

"Aku sakit keras beberapa hari terakhir, pagi ini aku melakukan tes swab dan aku harus segera tahun apa hasilnya. Aku hanya ingin merasa baik lagi," tulisnya di Facebook.

Satu jam setelah postingan tersebut, ia kembali update status dan menyatakan dirinya resmi positif Corona dan akan dikarantina selama 14 hari ke depan.

Ia pun memposting bagaimana tersiksanya terkena virus Corona, hanya bisa sendiri dan merasa kehabisan nafas. Setelahnya, keluarga Rose mengatakan kepada Cleveland CBS bahwa veteran Angkatan Darat AS itu meninggal di rumah pada 3 Juli.

"Anda mendengar tentang virus ini dan Anda tidak berharap itu mempengaruhi orang, orang muda seperti kita," kata Nick Conley, salah seorang teman Rose, kepada Cleveland 19 News.

"Sungguh mengerikan bahwa kami kehilangan Rick, tetapi yang lebih tragis dari itu adalah siapa lagi yang terinfeksi karena tindakan yang ia pilih," tambahnya. Tapi ia tetap menyesalkan Rick diserang netizen tentang keputusannya untuk tidak memakai masker.

"Kita harus tetap berbelas kasih apakah kita setuju dengan kepercayaan seseorang atau tidak. Seseorang telah meninggal dan kita harus memiliki belas kasihan terhadap hal itu," tutupnya.

Seluk Beluk yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Terjun Bisnis Masker

 Masker menjadi barang buruan masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Produk kesehatan ini dicari banyak orang untuk melindungi diri agar tak tertular virus Corona. Hal itu membuatnya laris-manis.
Cukup banyak orang yang memanfaatkan kondisi tersebut sebagai peluang bisnis. Bila kamu juga tertarik untuk menjajalnya, jangan khawatir kekurangan modal, sebab dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha tersebut tak sampai merogoh kocek dalam-dalam.

Seperti yang dilakukan oleh Raihan Abiyan Fattah. Dia memulai bisnis produk Masker dengan modal kurang dari Rp 5 juta. Dia menggunakan dana pribadinya. "Kemarin modalnya nggak sampai Rp 5 juta, modal sendiri, (pakai) tabungan," kata Founder Masker Rupa Nusa itu kepada detikcom, Minggu (12/7/2020).

Lanjut dia, proses produksi dilakukan oleh jasa konveksi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Begitu Masker selesai diproduksi akan dikirim kepada dirinya.

Saat ini, lanjut dia, proses distribusi masih dilakukannya seorang diri tanpa bantuan tenaga kerja. Bisa dibilang pengeluarannya pun menjadi lebih minim karena tak perlu mengupah pekerja tambahan.

"Belum (pakai bantuan tenaga kerja). Sekarang belum sih, masih penjahitnya, penjahitnya di Tasik, di Jakartanya sendiri, buat distribusinya (Masker) sendiri," ujarnya.
https://indomovie28.net/inazuma-eleven-episode-14-subtitle-indonesia/

Elon Musk Jadi CEO dengan Gaji Tertinggi Kalahkan Tim Cook

 2019 rupanya merupakan tahun penuh berkah bagi Elon Musk. Ia dinobatkan sebagai CEO dengan gaji tertinggi dalam daftar terbaru yang dirilis Bloomberg.
Seperti diketahui, Musk merupakan CEO SpaceX dan Tesla, dua perusahaan ternama di bidang teknologi dan otomotif. Dikutip detikINET dari Mashable, Minggu (12/7/2020) ia berhasil membawa pulang USD 595 juta (Rp 8,5 triliun) sepanjang tahun 2019.

Tapi Musk tidak mendapatkan ratusan juta dolar tersebut dari gaji utamanya, ia malah sering melupakan gaji tahunannya. Pria berusia 49 tahun itu justru meraup pendapatannya dari saham Tesla.

Baru-baru ini, saham perusahaan mobil listrik ini menembus angka USD 1.400 per lembar dan Musk memiliki 20,8% dari saham perusahaannya tersebut. Kekasih Grimes ini juga menjadi pemegang saham utama di SpaceX serta The Boring Company yang didirikannya.

Dengan berada di posisi pertama, Musk berhasil mengalahkan CEO ternama lainnya, Tim Cook. CEO Apple ini berada di posisi kedua dengan total pendapatan sebesar USD 133 juta, yang mencakup gaji tahunan sebesar USD 3 juta.

Selain Elon Musk, bos teknologi terkenal lainnya yang berada dalam daftar 10 teratas termasuk CEO Intel Robert Swan di posisi ketujuh (USD 99 juta), CEO Alphabet dan Google Sundar Pichai di posisi kedelapan (USD 86 juta), dan CEO Microsoft Satya Nadella di peringkat sembilan (USD 77 juta).

Peringkat 10 teratas memang didominasi oleh CEO laki-laki. Sedangkan dalam peringkat 100 teratas, hanya ditemukan empat petinggi perempuan.

Dalam daftar tersebut ditemukan nama Sheryl Sandberg, yang tidak memegang posisi CEO tapi Chief Operating Officer Facebook. Ia berada di peringkat 72 dengan pendapatan hampir USD 32 juta.

Posting Anti Masker di Facebook, Pria Ini Meninggal Kena Corona

Richard Rose, seorang pria berusia 31 tahun dari Port Clinton, Ohio meninggal dunia karena virus COVID-19 setelah tiga hari setelah ia dinyatakan positif. Kematian Rose ini telah menarik perhatian netizen karena postingannya yang kontoversional di media sosial.
Ia pernah mengkritik para demonstran Black Lives Matter, membuat lelucon tentang pemerkosaan, menuding partai Demokrat sengaja membesar-besarkan soal pandemi Corona dan tidak mau mengenakan masker di masa pandemi COVID-19.

"Mari kita perjelas. Aku tidak akan membeli masker. Aku sudah hidup sejauh ini dengan tidak membeli masker brengsek itu," tulis lelaki usia 37 tahun ini pada 28 April di Facebook.

Lalu pada tanggal 12 Mei, Rose kembali memposting bahwa ia muak melihat berita tentang virus Corona. Kemudian sepanjang bulan Juni, Rose memposting sering berada di bar dan restoran di Ohio, tidak peduli dengan pandemi Corona.

Ia kembali memposting pada tanggal 1 Juli, namun kali ini membuat netizen terkejut karena ia menuliskan kondisi terkini yang tidak sehat dan mengalami gejala-gejala COVID-19.

"Aku sakit keras beberapa hari terakhir, pagi ini aku melakukan tes swab dan aku harus segera tahun apa hasilnya. Aku hanya ingin merasa baik lagi," tulisnya di Facebook.