Senin, 13 Juli 2020

Elon Musk Jadi CEO dengan Gaji Tertinggi Kalahkan Tim Cook

 2019 rupanya merupakan tahun penuh berkah bagi Elon Musk. Ia dinobatkan sebagai CEO dengan gaji tertinggi dalam daftar terbaru yang dirilis Bloomberg.
Seperti diketahui, Musk merupakan CEO SpaceX dan Tesla, dua perusahaan ternama di bidang teknologi dan otomotif. Dikutip detikINET dari Mashable, Minggu (12/7/2020) ia berhasil membawa pulang USD 595 juta (Rp 8,5 triliun) sepanjang tahun 2019.

Tapi Musk tidak mendapatkan ratusan juta dolar tersebut dari gaji utamanya, ia malah sering melupakan gaji tahunannya. Pria berusia 49 tahun itu justru meraup pendapatannya dari saham Tesla.

Baru-baru ini, saham perusahaan mobil listrik ini menembus angka USD 1.400 per lembar dan Musk memiliki 20,8% dari saham perusahaannya tersebut. Kekasih Grimes ini juga menjadi pemegang saham utama di SpaceX serta The Boring Company yang didirikannya.

Dengan berada di posisi pertama, Musk berhasil mengalahkan CEO ternama lainnya, Tim Cook. CEO Apple ini berada di posisi kedua dengan total pendapatan sebesar USD 133 juta, yang mencakup gaji tahunan sebesar USD 3 juta.

Selain Elon Musk, bos teknologi terkenal lainnya yang berada dalam daftar 10 teratas termasuk CEO Intel Robert Swan di posisi ketujuh (USD 99 juta), CEO Alphabet dan Google Sundar Pichai di posisi kedelapan (USD 86 juta), dan CEO Microsoft Satya Nadella di peringkat sembilan (USD 77 juta).

Peringkat 10 teratas memang didominasi oleh CEO laki-laki. Sedangkan dalam peringkat 100 teratas, hanya ditemukan empat petinggi perempuan.

Dalam daftar tersebut ditemukan nama Sheryl Sandberg, yang tidak memegang posisi CEO tapi Chief Operating Officer Facebook. Ia berada di peringkat 72 dengan pendapatan hampir USD 32 juta.

Posting Anti Masker di Facebook, Pria Ini Meninggal Kena Corona

Richard Rose, seorang pria berusia 31 tahun dari Port Clinton, Ohio meninggal dunia karena virus COVID-19 setelah tiga hari setelah ia dinyatakan positif. Kematian Rose ini telah menarik perhatian netizen karena postingannya yang kontoversional di media sosial.
Ia pernah mengkritik para demonstran Black Lives Matter, membuat lelucon tentang pemerkosaan, menuding partai Demokrat sengaja membesar-besarkan soal pandemi Corona dan tidak mau mengenakan masker di masa pandemi COVID-19.

"Mari kita perjelas. Aku tidak akan membeli masker. Aku sudah hidup sejauh ini dengan tidak membeli masker brengsek itu," tulis lelaki usia 37 tahun ini pada 28 April di Facebook.

Lalu pada tanggal 12 Mei, Rose kembali memposting bahwa ia muak melihat berita tentang virus Corona. Kemudian sepanjang bulan Juni, Rose memposting sering berada di bar dan restoran di Ohio, tidak peduli dengan pandemi Corona.

Ia kembali memposting pada tanggal 1 Juli, namun kali ini membuat netizen terkejut karena ia menuliskan kondisi terkini yang tidak sehat dan mengalami gejala-gejala COVID-19.

"Aku sakit keras beberapa hari terakhir, pagi ini aku melakukan tes swab dan aku harus segera tahun apa hasilnya. Aku hanya ingin merasa baik lagi," tulisnya di Facebook.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar