Senin, 20 Juli 2020

Perjalanan YouTuber Korea Reomit Hansol Bisa Mahir Bicara bak Arek Suroboyo

 Youtuber asal Korea Jang Hansol atau Korea Reomit populer karena membuat konten dengan aksen bahasa Indonesia yang medok atau kental dengan logat khas Jawa Timurnya. Beragam kontennya mulai dari kehidupan sehari-hari hingga kolaborasi dengan YouTuber lain disampaikannya dalam bahasa yang medok.
Bagaimana Jang Hansol yang kelahiran Daegu, Korea Selatan dan tinggal di Negeri Gingseng itu bisa berbicara dalam logat Jawa medok? Dalam video berjudul "Awal Mulanya Aku Bisa Bahasa Jawa", Hansol mengisahkan perjalanan hidupnya tinggal di Malang, Jawa Timur hingga mahir berbahasa Jawa.

"Sebenarnya aku bisa bahasa Jawa bukan hal yang instan. Banyak banget dikomen yang aku lihat 'Oh pantes udah tinggal di Indonesia pasti bisa bahasa Jawa.' Atau tinggal di Jawa 14 tahun dan di Jakarta selama 2 tahun, total aku sudah tinggal di Indonesia selama 16 tahun. Tapi aku kali ini benar-benar mau cerita hingga akhirnya aku sampai di titik ini, yang bisa ngomong kayak arek Suroboyo itu butuh proses," kata Hansol di akun Youtubenya Korea Reomit.

Lewat video yang berdurasi lebih dari satu jam tersebut, ia mengaku mempelajari bahasa Indonesia dan Jawa pada masa sekolah di Malang, Jawa Timur. Pada 1998, Jang Hansol pertama kalinya datang ke Indonesia. Saat itu dia baru menginjak usia 5-6 tahun. Dan kedua orangtuanya pun belum menguasai bahasa Indonesia.

"Ketika aku masuk TK di Malang, ada sekitar 10 orang keluarga yang berasal dari Korea yang ada di Malang. Waktu itu ada komunitasnya berkumpulnya orang Korea. Berkumpul saling membantu. Tapi ada sedikit perbedaan, jujur saat datang ke Indonesia keluarga aku bukan orang kaya, pas-pasan pokoknya. Tapi keluarga Korea lainnya menyekolahkan anaknya di sekolah internasional. Keluargaku gak mampu bayarnya kalau kelas internasional," ucap Jang Hansol yang juga populer di Instagram dengan akun @hansoljang110 ber-followers lebih dari 1 juta itu.

Jang Hansol kecil menjalani pendidikan di sekolah swasta yang ada di Malang. Hansol pun menjadi satu-satunya orang yang berasal dari luar negeri di sekolahnya. Saat komunitas Korea lainnya yang datang bersama mereka pada saat itu enggan mempelajari bahasa Indonesia dan memilih menyekolahkan anak-anaknya di sekolah Internasional, keluarga Hansol malah memasukkan anak-anaknya ke sekolah lokal. Keluarganya pun menjadi berbeda di antara keluarga Korea lainnya yang berada di Malang.

"Ya ini alasannya kadang kenapa aku nggak mengikuti tren. Tren itu nggak selalu benar, saat keluarga Korea lainnya malah menganggap bahasa Indonesia belum ada nilainya karena bukan bahasa Internasional. Tapi hingga aku nggak pernah bertemu orang-orang tersebut, ternyata keluargaku dijauhi dengan alasan keluargaku tidak bisa bahasa Inggris. Aku merasa sangat marah. Kalian kan tinggal di sini, kenapa nggak mau belajar bahasa Indonesia?" katanya.

Jang Hansol pun mengaku sampai lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) tak mempunyai teman orang Korea. Teman-temannya kebanyakan orang Malang. Dan saat duduk di bangku SMA, dia malah dipercaya untuk menjadi ketua OSIS. Padahal saat itu dia menjadi satu-satunya orang Korea yang berada di sekolahnya. Lingkungan sekolahnya pun bersikap hangat dan dekat dengannya.

Jang Hansol yang populer dengan channel Korea Reomit dan lahir pada 8 Mei 1994 itu merasa kurang tertarik dengan bahasa Inggris. Namun dia bisa berprestasi di mata pelajaran lainnya. Saat tinggal di Malang, dia pernah mengikuti olimpiade Kimia, lomba dance, bola voli, basket dan paduan suara.

"Aku senang sekali karena dis ini belajar banyak dan kegiatanku menyenangkan. Apalagi makan pecel, makan rawon, isi bensin murah, main ke bengkel sepeda, teleponan konco, nonton film dan kehidupan biasanya," ucap Hansol semangat.

Hingga pada akhirnya ia memasuki kehidupan yang berbeda lagi ketika memasuki masa kuliah. Hansol sebenarnya ingin melanjutkan kuliah ke Korea. Namun ketika mulai mendaftar dan mengurus berbagai dokumen, dia merasakan stres.

"Aku kan anak IPA, jujur aku mulai stres. Ketika teman lainnya keterima di universitas lainnya di sekitaran Jawa, ketika melihat FB temanku sudah masuk kuliah, sedangkan aku masih posisi yang sama karena belum keterima kuliah," ujar Hansol yang pernah menjadi kru Running Man saat syuting di Yogyakarta itu.

Sambil menunggu kuliah, Jang Hansol menjadi pekerja lepas untuk acara televisi dokumenter, DBS atau EVS. Ia sering wawancara dan berkeliling Indonesia setelah lulus SMA selama satu tahun. Dan setelah setahun, akhirnya ia kembali mencari universitas lainnya. Hansol memutuskan kuliah di Singapura. Dia menyelesaikan kuliahnya dalam waktu dua tahun sembilan bulan.
https://indomovie28.net/star/jim-chim/

Minggu, 19 Juli 2020

Pengakuan Hanin Dhiya yang Kini Berhijab, Bikin Ortu dan Teman Takjub

Penyanyi Hanin Dhiya Citaningtyas kini memutuskan untuk memakai hijab. Runner-up ajang pencarian bakar Rising Star Indonesia itu mengaku mulai berhijab sejak pertengahan Ramadhan 2020.
Wolipop berbincang dengan Hanin tentang keputusannya yang mantap berhijab. Hanin Dhiya mengungkapkan niatnya ingin berhijab sebenarnya sudah lama ada.

"Yang buat aku yakin untuk berhijab sih nggak lebih karena hijab adalah kewajiban untuk wanita muslim. Niatnya sih udah lama sebenarnya, tapi entah kenapa waktu pertengahan bulan Ramadhan itu aku nggak mau menunda lagi. Aku takut juga kalau ditunda lagi malah nanti nggak jadi menjalankan kewajiban yang sudah semestinya," ungkap Hanin kepada Wolipop, Kamis (16/7/2020).

Seperti wanita pada umumnya yang baru memutuskan untuk berhijab, Hanin pun sempat merasa tidak nyaman dan belum menemukan gaya yang pas untuk dipakai. Dia juga merasa bentuk wajahnya jadi aneh setelah berhijab.

"Waktu awal-awal rutin mengenakan hijab, ya pastinya ada rasa risih dan ribet. Karena biasanya nggak pernah ada yang menutup kepala aku. Terus sempat ngerasa bentuk wajah jadi aneh juga karena belum menemukan style yang pas di aku. Tapi alhamdulillah makin ke sini, makin sering cari tahu ini itu tentang hijab jadi terbiasa," kata pelantun lagu Pupus itu.

Selain itu, Hanin Dhiya yang pernah mewakili Indonesia di ajang ABU TV Song Festival 2019 di Tokyo, Jepang itu juga sempat merasa cemas karena penampilannya berhijab. Dia merasa dirinya tidak secantik wanita berhijab lainnya.

"Insecure sih pasti. Malah sampai sekarang pun masih suka insecure. Ngeliat orang lain kok cantik banget pake hijab, sedangkan aku ngerasanya nggak cantik dan malah aneh. Tapi aku berusaha meredam itu semua sih, baliknya lagi kan udah kewajiban ya jadi harus dijalanin. Berusaha ikhlas dan tetap bersyukur udah dikasih kesempurnaan sama Tuhan," ucap Hanin yang populer di YouTube dengan subscriber lebih dari 3,7 juta itu.

Keputusannya mengenakan hijab pun sempat membuat keluarga dan kerabat terdekatnya merasa takjub atas perubahan Hanin Dhiya. Mereka kaget karena Hanin mengubah penampilan secara tiba-tiba.

"Orangtua aku sebenarnya bisa dibilang agak kaget, karena aku kelihatan mendadak banget buat keputusan ini. Walaupun jauh sebelumnya memang aku sudah mempertimbangkan sendiri. Karena, seingat aku sih waktu itu, malamnya aku bilang mau berhijab. Lalu, besok paginya aku bener-bener langsung pakai. Walaupun orangtua aku sudah tahu keinginan aku untuk berhijab sejak lama, tapi nggak nyangka aja bakalan secepat ini aku memutuskan berhijab. Begitu juga respon teman-teman dekat, sama kaget, karena mendadak banget. Tapi alhamdulillah semua support keputusan aku ini," tutur Hanin yang suka meng-cover lagu penyanyi terkenal itu.

Sebagai hijabers baru, penyanyi berusia 19 tahun ini pun menjajal berbagai gaya hijab. Mulai dari hijab segiempat hingga pashmina dicobanya. Dan akhirnya Hanin menemukan rasa nyaman saat mengenakan hijab pashmina.

"Aku lebih suka pakai pashmina. Karena, wajah aku jadi terlihat oval dan nggak bulet banget kalau pake pashmina," ujar Hanin seraya tertawa. Hanin sendiri sudah mengunggah beberapa foto dirinya memakai hijab pashmina ke akun Instagram @hanindhiyaatys

Profil Hanin Dhiya
Hanin Dhiya yang piawai bermain piano ini mencari inspirasi gaya hijab lewat Pinterest dan referensi gaya yang simpel dan casual. Sebagai wanita yang baru berhijab dia pun menemui kesulitan memakai jarum pentul.

Hanin yang sudah memiliki album perdana bertajuk 'Cerita Hanin Dhiya' itu pun memberikan pesan bagi wanita yang ingin berhijrah dan menggunakan hijab. Menurutnya jika sudah yakin jangan ditunda untuk mengenakan hijab.

"Untuk yang masih ragu, banyak-banyak berdoa aja minta sama Allah buat dimantapkan hatinya untuk menjalankan niat baik. Soalnya, kalau urusan berhijab walaupun ini memang kewajiban tapi realitanya juga butuh keyakinan dan keikhlasan dari hati kita masing-masing buat menjalankannya. Susah juga kalau dipaksa. Banyakin berdoa aja, terus yakin deh kalau berhijab itu nggak akan buat kita jadi terhambat melakukan apa pun. Kalau niatnya baik, pasti bakalan dikasih kelancaran juga kok. Tergantung kitanya aja pinter-pinter mengatur strategi. Sama satu lagi, kalau sekiranya udah yakin jangan ditunda ya!" ujar penyanyi Biar Waktu Hapus Sedihku itu.
https://indomovie28.net/cast/joji-yanami/