Selasa, 11 Agustus 2020

Apa Itu SKS? Plus Istilah Khas Kuliah Lainnya untuk Mahasiswa

Istilah khas kuliah yang banyak menggunakan akronim atau singkatan kerap bikin bingung terutama bagi mahasiswa baru alias maba. Padahal, istilah-istilah ini nantinya kerap digunakan untuk berbagai urusan perkuliahan mulai dari akademis hingga administratif.
Penjelasan berbagai istilah kuliah, misal apa itu SKS, kini bisa didapat dari berbagai sumber. Salah satunya situs pengajar Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada Djoko Luknanto tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 49 tahun 2014.

Pertanyaan apa itu SKS terkait langsung dengan program pembelajaran pendidikan tinggi di berbagai jenjang dan bidang ilmu. SKS akronim dari Sistem Kredit Semester yang merupakan beban belajar di kuliah atau universitas untuk mahasiswa.

"Satu SKS setara dengan 160 atau seratus enam puluh menit kegiatan belajar per minggu per semester meliputi 50 menit tatap muka, 50 menit tugas terstruktur dan 60 menit tugas mandiri," demikian ditulis dalam situs tersebut dilihat detikcom pada Jumat (7/8/2020).

Tertulis dalam situs tersebut, setiap mata kuliah paling sedikit memiliki bobot satu SKS. Sementara satu SKS pada bentuk pembelajaran praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara, adalah 160 menit per minggu per semester.

Jenjang pendidikan D4 dan sarjana memiliki beban belajar minimal 144 SKS dengan masa studi selama 4-5 tahun. Beban belajar mahasiswa berprestasi akademik tinggi dapat ditambah setelah dua semester di tahun pertama, hingga 64 jam per minggu yang setara 24 SKS per semester.

Setelah menjawab apa itu SKS, berikut penjelasan istilah lain dalam kuliah:
1. KRS atau Kartu Rencana Studi
Penyebutan KRS bisa berubah sesuai aturan di tiap perguruan tinggi atau universitas. KRS berisi data lengkap mahasiswa misal identitas, nomor mahasiswa, angkatan, fakultas, jurusan, mata kuliah yang diambil, dan jumlah SKS di semester tersebut.

2. IP atau Indeks Prestasi
IP adalah nilai rata-rata mahasiswa selama satu semester yang jika dijumlahkan selama kuliah menjadi IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif. Semakin tinggi IP maka makin banyak jumlah SKS yang bisa diambil dalam satu semester, yang artinya semakin cepat mahasiswa bisa lulus universitas dengan nilai baik.

3. Mutu
Mutu menentukan kemampuan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan dengan jumlah SKS yang diambil dalam satu semester. Nilai mutu mempengaruhi IP yang menggambarkan kemampuan mahasiswa selama menempuh pendidikan di universitas.

Ciuman hingga Seks Oral, Mana yang Paling Banyak Bakar Kalori Saat Bercinta?

Pernah membandingkan kalori yang terbakar saat olahraga dengan bercinta? Ternyata setiap aktivitas saat bercinta bisa membakar kalori yang cukup tinggi, tidak kalah dari saat kamu berolahraga.
Dikutip dari Daily Star, berhubungan seks, seks oral, dan ciuman tidak hanya baik untuk meningkatkan kebahagiaan sesama pasangan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan fisik masing-masing.

Berikut hitungan kalori yang terbakar saat berhubungan seksual.

1. Seks oral: 100 kalori per setengah jam
Seorang wanita dapat membakar 100 kalori setiap setengah jam dari melakukan seks oral. Hal ini setara dengan berjalan kaki selama 35 menit.

Jika ingin lebih banyak kalori yang terbakar, seksolog yang berbasis di Los Angeles Jaiya Kinzbach, merekomendasikan untuk rutin melakukan push-up atau bahkan mencoba yoga.

"Anda bisa melakukan sedikit yoga," katanya kepada Womanday.com.

Disebutkan, seseorang dapat mengeluarkan 71 kalori ekstra dengan menambahkan push-up sesekali dan 35 kalori lainnya dengan melakukan beberapa gerakan yoga.

2. Seks: Lebih dari 144 kalori per setengah jam
Aktivitas jogging 20 menit disebutkan bisa membakar 144 kalori, tetapi kebanyakan orang akan setuju membakar kalori sebanyak itu dengan melakukan hubungan seks jauh lebih menyenangkan.

Semakin lama dan lebih gencar sesi bercinta, semakin banyak lemak yang akan terbakar. Ada juga beberapa posisi seks yang lebih baik dalam membakar kalori.

Seperti misalnya 'girl on top', posisi ini disebut terbaik dalam membakar kalori pada wanita karena banyak menggerakkan betis dan paha depan.

Posisi ini membakar sekitar 207 kalori hanya dalam 30 menit. Para ahli juga memperkirakan bahwa wanita yang orgasme saat berhubungan seks membakar lebih banyak kalori saat bercinta dibandingkan mereka yang tidak.

3. Berciuman: 68 kalori per jam
Berciuman sendiri bisa membantu seseorang mengurangi berat badan. Ciuman selama setengah jam bisa membakar hampir 70 kalori.

"Jika ciumannya kuat dan melibatkan beberapa belaian, bisa jadi hampir 90 kalori yang terbakar dalam satu jam," tambah Jaiya.

Melakukan push-up sambil sesekali mencium pasangan sebagai hadiah, juga dapat meningkatkan potensi pembakaran kalori menjadi sekitar 171 kalori dalam 30 menit.
https://kamumovie28.com/the-hidden-fortress/

Viral Curhat Istri Dianggap Orang Lain oleh Suami, Hanya untuk Urus Anak

Seorang pengguna Facebook menulis cerita miris tentang istri yang dianggap orang lain oleh suaminya sendiri. Tulisan yang di-posting di laman grup Komunitas Bisa Menulis itu kini viral dan jadi perhatian netizen.
Berawal dari kisah yang ditulis pemilik akun Lania Yandri Prihasti dengan judul 'Aku Hanya Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suamiku', nasib seorang istri dengan nama samaran Yanti ini membuat netizen prihatin. Pasalnya sang suami hanya menganggap dia sebagai 'orang lain' yang mengasuh anak-anaknya dan bukan keluarga.

Berikut cerita lengkapnya:

AKU HANYA ORANG LAIN YANG KEBETULAN DIURUS SUAMIKU

"Assalamualaikum..."

"Walaikumsalam pak..."

"Ini bu jatah bulan ini..."

"Iya terima kasih pak..."

Begitulah, aku Yanti ibu rumah tangga yang sudah 10 tahun dititipi uang belanja oleh suamiku. Ya, hanya dititipi sebesar 3 juta rupiah. Karena uang itu hanya boleh dibelanjakan untuk kepasar, jajan 2 anak, dan kebutuhan rumah lainnya. Tidak ada hakku, aku hanya harus pintar-pintar mengirit uang itu supaya ada lebihan untuk kebutuhanku sendiri.

Anak pertamaku 8 tahun, anak keduaku 2 tahun. Entah berapa gaji suamiku, aku tidak pernah tau. Pokoknya jatahku 3 tahun terakhir ini hanya 3 juta. Awal-awal pernikahan hanya 1 jutaan, tahun-tahun berikutnya naik 2 jutaan, kemudian 3 jutaan sampai sekarang.

Suamiku seorang karyawan bank, yang sudah bekerja selama 15 tahun. Posisinya saat ini di bank adalah pemberi kredit kepada nasabah.

Satu-satunya angin segar adalah ketika suami mendapat THR dari kantornya. Biasanya aku diberi jatah 2 juta untuk belanja keperluan lebaran, seperti baju baru untukku dan anak-anak.

Dari semenjak berumah tangga, suami tidak pernah terbuka soal keuangan. Pernah suatu ketika, saat itu kami pulang kampung kerumah mertuaku, orang tua suamiku di Jawa Tengah.

Kebetulan hanya tinggal ibu mertua saja yang tinggal bersama adik suamiku yang juga janda. Ketika itu suami memberikan uang 50 ribu padaku, uang itu maksudnya untuk diberikan kepada ibu mertua melalui aku sebagai istri.

Aku pikir tidak pantas memberi orang tua hanya 50 ribu, apalagi kami jarang pulang kampung. Akhirnya aku tambah dengan uang belanjaku 150 ribu, sehingga aku memberikan 200 ribu kepada ibu mertuaku.

Tapi ternyata, ketika aku sedang menyusui anakku dikamar depan, aku mendengar percakapan ibu mertuaku dengan adik iparku.

Ibu diwenehi piro neng mas Andi?"

"Diwenehi sejutoo, tapi yanti yoo wenehi meneh rongatus..."

Deeegg...saat itu aku sangaaat kecewa. Bukannya melarang suami memberi uang kepada ibunya, tapi kenapa harus ngumpet-ngumpet dibelakangku?

Didepanku seolah-olah hanya memberi 50 ribu, tapi dibelakangku?

Suamiku memang bukan orang yang boros, aku tahu uang gaji dan bonusnya ia tabung. Untuk kebutuhan anak-anakpun memang tidak pernah pelit.
Asal minta pasti dikasih. Karena itulah kadang aku sedikit korupsi. Misal anak-anak hanya butuh 200 ribu, aku minta 300 ribu. Uang lebihan itu aku simpan, untuk aku berikan juga sewaktu-waktu jika mengunjungi orang tuaku. Karena jika tidak begitu, suamiku tidak pernah pengertian untuk memberi uang kepada orang tuaku ketika kami berkunjung.

Bahkan saat uang belanja yang dititipi padaku itu tidak cukup sampai akhir bulan, pasti keluar kata-kata pamungkasnya,

"Tanggal segini udah habis aja, jangan boros-boros donk bu!"

Aku bukan tipe istri yang suka foya-foya. Pakai skin care tidak pernah, beli baju pun hanya saat lebaran. Tapi kenapa suamiku sangat tertutup untuk urusan keuangannya? Takut aku habiskan kah?

Kadang jika sedang jengkel, aku suka marah juga. Sering aku bilang pada suamiku,

"Kalau istri ga boleh tau, ga boleh nikmatin uang suami, buat apa kamu nikah??? Mending bujangan aja terus biar bisa nikmatin sendiri uangnya!"

Tapi yaa begitulah suamiku, yang sampai 10 tahun pernikahanku tidak pernah aku tahu berapa gaji suamiku, berapa bonus suamiku, berapa THR suamiku, dan berapa saldo tabungan suamiku.

Dan kemarin, aku dapat info dari temanku. Suamiku berkomentar di salah satu grup, bahwa anak adalah darah dagingnya, sedangkan istri hanyalah orang lain yang kebetulan harus diurus.

Ya Allah... tak bisa ku bendung lagi air mataku. Sesak dadaku, sakit hatiku. Pantas selama ini suamiku sikapnya seperti itu. Ternyata selama ini, 10 tahun aku mengabdi, hanya dianggapnya sebagai orang lain.

Dalam catatan penutupnya, sang penulis mengklaim bahwa cerita yang ditulisnya itu berdasarkan kisah nyata, dengan perubahan nama, tempat, kejadian dan sedikit dibumbui fiksi. Kisah wanita bernama samaran Yanti yang diunggah pada 6 Agustus 2020 ini pun mengundang reaksi banyak netizen.

Ada yang ikut emosi, sedih, hingga tidak habis pikir dengan prinsip yang dipegang suaminya.

"Astg mbak author.. akuh yg bcax emosi sedih pkox campur.. itu laki2 yg ksi jdi suami otakx dmn yah?? Bisa2x bpikir bgtu?? Ya Allah.." tulis netizen di kolom komentar.
https://kamumovie28.com/all-i-need-2/