Ilmuwan dunia hingga saat ini masih berusaha mengembangkan vaksin virus Corona COVID-19. Dari ratusan kandidat potensial, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sudah ada beberapa vaksin virus corona yang berada dalam tahap uji klinis tingkat III.
Beberapa ahli memprediksi vaksin virus Corona dapat tersedia di tahun 2021 bila semuanya berjalan lancar. Hal ini lalu menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat, apakah nantinya kita bisa memiliki kekebalan seumur hidup terhadap virus Corona?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut secara pasti sebetulnya dibutuhkan studi lanjutan. Namun, menurut ahli imunologi Marc Jenkins dari University of Minnesota Medical School, virus COVID-19 punya karakteristik mutasi relatif stabil sehingga seharusnya efek perlindungan vaksin bisa bertahan lama.
"Virus ini punya fitur-fitur yang sama seperti virus lain yang telah berhasil kita lawan dengan vaksin," kata Jenkins seperti dikutip dari Live Science, Senin (10/8/2020).
Jenkins menjelaskan kenapa ada penyakit yang bisa dicegah dengan cukup sekali vaksin, namun ada juga penyakit lain yang harus beberapa kali vaksinasi.
Polio contohnya hanya perlu sekali vaksin saja bagi seseorang untuk membentuk kekebalan tubuh hampir seumur hidup. Jenkins menjelaskan ini karena virus penyebab polio tidak bisa dengan mudah mengubah genetiknya atau bermutasi.
Saat seseorang menerima vaksin, maka tubuh akan merespons dengan membentuk imunitas yang akan spesifik mengenali virus tersebut. Bila di masa depan virus mengalami mutasi, maka respons imun tubuh seseorang mungkin tidak bisa cepat karena akan kesulitan mengenalinya.
Ini juga yang jadi alasan kenapa vaksin flu disarankan dilakukan setiap tahun. Influenza punya sifat mudah bermutasi sehingga tiap tahun strain atau jenis yang mewabah dapat berubah.
Virus penyebab COVID-19 memang dilaporkan mengalami mutasi, namun tidak terlalu cepat dan perubahannya dianggap tidak terlalu signifikan.
Kota Depok Tertinggi, Ini 5 Wilayah dengan Kasus Corona Terbanyak di Jabar
Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan data perkembangan kasus positif virus Corona COVID-19 di Jawa Barat per 9 Agustus 2020.
Disebutkan, Kota Depok menjadi wilayah dengan total kasus Corona terbanyak di Jawa Barat, yakni 1.292 kasus, diikuti Kota Bekasi di urutan kedua dengan 947 kasus.
Hingga Minggu (9/8/2020), total kasus Corona di Jawa Barat sudah mencapai 7.566 kasus, sementara 4.417 pasien telah dinyatakan sembuh dan 228 lainnya meninggal dunia.
Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa ada tiga faktor kemungkinan penyebab tingginya jumlah kasus Corona dalam suatu wilayah.
"Yang pertama memang jumlah penularannya sedang tinggi di sana. Bisa jadi ada yang positif mungkin kontak tracingnya belum berjalan untuk mengetahui diadakan penyelidikan epidemiologis, dia sudah keburu berinteraksi dengan orang lain," kata Dewi dalam siaran YouTube BNPB, Senin (10/8/2020).
"Kedua mungkin ada klaster baru, yang ketiga memang jumlah tes yang juga ditingkatkan di Jawa Barat," tambahnya.
Berikut 5 wilayah dengan jumlah kasus Corona terbanyak di Jawa Barat per 9 Agustus 2020.
1. Kota Depok: 1.292 kasus
2. Kota Bekasi: 947 kasus
3. Kota Bandung: 700 kasus
4. Bekasi: 475 kasus
5. Bogor: 442 kasushttps://kamumovie28.com/5-cowok-jagoan-2/