Selasa, 11 Agustus 2020

5 Kabupaten Kota Ini Laporkan Kematian COVID-19 Terbanyak di Jawa Barat

 Dewi Nur Aisyah, PhD, selaku anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, menilai bahwa angka kematian akibat COVID-19 di Jawa Barat terbilang cukup kecil. Salah satu alasannya karena penanganan rumah sakit terhadap pasien Corona yang diklaim baik.
"Angka kematian di daerah Jawa Barat terbilang cukup kecil. Jika dilihat dari seluruh jumlah kasus positif di Jawa Barat, angka persentase kematiannya hanya sekitar 3,01 persen di bawah nasional dan rata-rata dunia," jelas Dewi melalui siaran pers di kanal YouTube BNPB pada Senin (10/8/2020).

Dikutip dari data yang diperoleh oleh Satgas COVID-19 per Minggu (9/8/2020), 5 wilayah di Jawa Barat yang memiliki angka kematian tertinggi akibat COVID-19 yakni:

1. Kota Depok
Jumlah kematian kumulatif sebanyak 47 kasus.

2. Kota Bandung
Jumlah kematian kumulatif sebanyak 46 kasus.

3. Kota Bogor
Jumlah kematian kumulatif sebanyak 19 kasus.

4. Kota Bekasi
jumlah kematian kumulatif sebanyak 29 kasus.

5. Bekasi
Jumlah kematian kumulatif sebanyak 31 kasus.

Dewi menjelaskan bahwa masih terdapat lima kabupaten/kota di Jawa Barat yang tidak memiliki angka kematian, yaitu Sukabumi, kota Sukabumi, Ciamis, Sumedang, dan Pangandaran. Oleh sebab itu, wilayah Jawa Barat masih berada di peringkat 100 hingga 300 dalam jumlah angka kematian COVID-19 di Indonesia.

Bila Sudah Ada Vaksin Virus Corona, Bisakah Kita Kebal Seumur Hidup?

 Ilmuwan dunia hingga saat ini masih berusaha mengembangkan vaksin virus Corona COVID-19. Dari ratusan kandidat potensial, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sudah ada beberapa vaksin virus corona yang berada dalam tahap uji klinis tingkat III.
Beberapa ahli memprediksi vaksin virus Corona dapat tersedia di tahun 2021 bila semuanya berjalan lancar. Hal ini lalu menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat, apakah nantinya kita bisa memiliki kekebalan seumur hidup terhadap virus Corona?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut secara pasti sebetulnya dibutuhkan studi lanjutan. Namun, menurut ahli imunologi Marc Jenkins dari University of Minnesota Medical School, virus COVID-19 punya karakteristik mutasi relatif stabil sehingga seharusnya efek perlindungan vaksin bisa bertahan lama.

"Virus ini punya fitur-fitur yang sama seperti virus lain yang telah berhasil kita lawan dengan vaksin," kata Jenkins seperti dikutip dari Live Science, Senin (10/8/2020).

Jenkins menjelaskan kenapa ada penyakit yang bisa dicegah dengan cukup sekali vaksin, namun ada juga penyakit lain yang harus beberapa kali vaksinasi.

Polio contohnya hanya perlu sekali vaksin saja bagi seseorang untuk membentuk kekebalan tubuh hampir seumur hidup. Jenkins menjelaskan ini karena virus penyebab polio tidak bisa dengan mudah mengubah genetiknya atau bermutasi.

Saat seseorang menerima vaksin, maka tubuh akan merespons dengan membentuk imunitas yang akan spesifik mengenali virus tersebut. Bila di masa depan virus mengalami mutasi, maka respons imun tubuh seseorang mungkin tidak bisa cepat karena akan kesulitan mengenalinya.

Ini juga yang jadi alasan kenapa vaksin flu disarankan dilakukan setiap tahun. Influenza punya sifat mudah bermutasi sehingga tiap tahun strain atau jenis yang mewabah dapat berubah.

Virus penyebab COVID-19 memang dilaporkan mengalami mutasi, namun tidak terlalu cepat dan perubahannya dianggap tidak terlalu signifikan.
https://kamumovie28.com/my-stupid-boyfriend-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar