Sistem kekebalan tubuh merupakan garis perlindungan utama untuk melawan berbagai mikroba menular, salah satunya virus Corona COVID-19. Sistem kekebalan tubuh manusia bekerja sepanjang waktu untuk membuat tubuh tetap sehat. Oleh sebab itu, penting untuk kita selalu menjaga kekebalan tubuh, seperti mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, serta beristirahat dengan cukup.
Menurut Times of India, terdapat sebuah penelitian mengatakan, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akan lebih rentan dan parah terkena infeksi virus corona baru. Hal ini dikarenakan sistem imun tidak bisa menyerang patogen (mikroba asing) yang masuk dengan baik.
Berikut 4 tanda sistem kekebalan tubuh sedang lemah, dikutip dari laman Times of India:
1. Sering sakit dan butuh waktu lebih lama untuk sembuh
Sering sakit adalah salah satu tanda paling jelas kalau sistem kekebalan tubuhmu cukup lemah. Memiliki sistem kekebalan yang lemah, tidak memungkinkan sistem imun dapat melawan bakteri, virus, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, kamu menjadi rentan terkena infeksi.
Hal ini juga berlaku pada luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Dalam laporan American Academy of Allergy Asthma and Immunology, jika kamu minum lebih dari dua rangkaian antibiotik dalam setahun dan mengalami luka parah hanya karena infeksi sederhana, keduanya menandakan kamu menderita gangguan imunologi.
2. Sering merasa sangat lelah
Jika kamu merasa sangat lelah, bahkan setelah tidur lebih lama, bisa jadi sistem kekebalan tubuhmu sedang menurun. Sistem kekebalan tubuh yang lemah membutuhkan lebih banyak energi untuk bisa melawan infeksi. Akibatnya, kamu merasa lelah dan butuh istirahat sepanjang waktu.
3. Masalah perut
Menurut para ilmuwan di Universitas John Hopkins, sebagian besar sistem kekebalan manusia terletak di usus. Saluran pencernaan memiliki bakteri baik untuk melepaskan antibodi, sehingga mampu melawan infeksi. Karena itu, jika terjadi ketidakseimbangan pada bakteri usus, kamu akan lebih mudah tertular infeksi. Hal tersebut juga berpotensi membuat seseorang rentan terhadap penyakit autoimun dan peradangan lainnya, seperti diare, atau sembelit.
4. Sariawan
Sariawan memang bisa terjadi dikarenakan berbagai faktor. Namun, sering kali sariawan bisa menjadi indikasi sistem kekebalan tubuh yang lemah. Stres yang merupakan salah satu faktor sistem imun bisa melemah, juga berpotensi menyebabkan sariawan.
Vaksin Corona Rusia Akhirnya Jalani Uji Klinis pada 40 Ribu Relawan
Rusia membuat heboh karena mengklaim berhasil ciptakan vaksin Corona pertama di dunia yang siap pakai. Banyak pihak menunjukkan sikap skeptis karena perkembangan vaksin sebelumnya tidak pernah dilaporkan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung berdiskusi dengan otoritas di Rusia. Sebelum bisa digunakan secara luas, vaksin bernama "Sputnik V" ini harus lulus berbagai tingkat uji klinis sama seperti kandidat vaksin lainnya demi faktor keamanan.
Russian Direct Investment Fund, lembaga yang membiayai pengembangan vaksin, merespons dengan mengumumkan Sputnik V akan diuji lagi pada sekitar 40 ribu relawan mulai minggu depan. Kepala Russian Direct Investment Fund, Kirill Dmitriyev, menyebut pengujian setara dengan uji klinis tingkat III.
Dalam diskusi online, Kirill mengatakan bahwa pengujian akan dilakukan pada tenaga medis, tentara, dan individu di kelompok berisiko secara suka rela.
"Kami melihat ada perubahan pandangan yang signifikan dari WHO. Awalnya memang mereka tidak punya informasi yang cukup tentang vaksin Rusia, tapi sekarang laporan resmi sudah dikirim dan mereka bisa mengevaluasinya," kata Kirill seperti dikutip dari France24, Jumat (21/8/2020).
Kirill menambahkan sebetulnya regulator bisa saja mengizinkan penggunaan vaksin tanpa persetujuan WHO.
https://nonton08.com/the-tag-along-devil-fish/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar