Aktivitas sehari-hari seperti bernyanyi dan berbicara disebut menghasilkan aerosol yang bisa menularkan virus Corona COVID-19. Di antara keduanya, bernyanyi tidak lebih berisiko dibanding bicara.
Temuan ini terkait dengan kebijakan pemerintah Inggris yang mengizinkan penyanyi profesional maupun nonprofesional untuk tampil selama menerapkan social distancong dan protokol pencegahan pada umumnya. Tidak perlu ada mitigasi ekstra ketika bernyanyi.
Para ilmuwan di University of Bristol menyimpulkan hal itu setelah mengamati droplet dan aerosol yang dihasilkan oleh 25 penyanyi profesional. Hasilnya, massa aerosol yang dihasilkan meningkat hingga 20-30 kali ketika volume suara dibesarkan.
Meski demikian, bernyanyi tidak secara substansial menghasilkan lebih banyak aerosol dibanding bicara dengan volume yang sama besar.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa penularan virus yang dihasilkan ketika seseorang bernyanyi dan berbicara sama-sama dimungkinkan," kata Jonathan Reid, direktur ESPRC Centre for Doctoral Training in Aerosol Science, dikutip dari Reuters.
Waspadai Klaster 'Long Weekend', Catat Ini Pesan Pemerintah
Menyambut libur panjang pada akhir pekan ini, Satgas Penanganan COVID-19 mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini diungkapkan untuk mencegah timbulnya klaster Corona, terutama di tempat-tempat wisata.
"Kami mohon agar dalam perayaan liburan ini anggota masyarakat benar-benar memperhatikan protokol kesehatan, menjaga keadaan sehingga tidak terjadi kerumunan dan penularan (COVID-19)," kata juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/8/2020).
Wiku juga menegaskan kepada para pengelola tempat wisata untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, seperti membatasi kapasitas pengunjung hanya 50 persen, menyediakan fasilitas cuci tangan, memastikan para pengunjung menggunakan masker, dan menjaga jarak.
"Pastikan seluruh pengunjung menggunakan masker demikian juga anggota masyarakat dapat disiplin melakukan hal tersebut," tegasnya.
"Karena kalau tidak tidak disiplin nanti kitalah yang akan memanen kasusnya di beberapa hari ke depan dan inilah yang harus kita hindari," tuturnya.
Ini Urutan Gejala Umum COVID-19 yang Mungkin Muncul Berdasarkan Studi
Infeksi oleh virus Corona COVID-19 diketahui dapat menimbulkan berbagai gejala. Namun, kondisinya bisa berbeda-beda bagi tiap pasien karena tidak semua akan mengalaminya tergantung dari berbagai faktor.
Untuk menjawab pertanyaan perkembangan gejala infeksi virus Corona, sekelompok peneliti dari University of Southern California (USC) berusaha membuat model urutan gejala yang mungkin muncul pada pasien. Hal ini dilakukan dengan membandingkan data pasien COVID-19 dan pasien yang terinfeksi penyakit lain, seperti SARS, MERS, serta influenza.
Salah satu peneliti, Peter Kuhn, berharap studi dapat membantu pasien dan tenaga medis untuk lebih bisa cepat mengenali gejala Corona.
"Mengetahui urutan gejala ini penting ketika kita memiliki banyak penyakit yang bisa saling tumpang tindih, misalnya wabah flu berbarengan dengan COVID-19. Dokter bisa menentukan langkah yang tepat untuk pasien dan mencegah kondisinya jadi lebih buruk," kata Peter seperti dikutip dari Medical News, Jumat (21/7/2020).
Berikut hasil studi, kemungkinan urutan gejala umum COVID-19 yang dilaporan dalam jurnal Frontiers in Public Health:
1. Demam
2. Batuk
3. Sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri otot
4. Mual dan muntah5. Diare
https://nonton08.com/sinister/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar