Jumat, 21 Agustus 2020

Ini Lho Dampak Kejiwaan Jika Video Zara Adhisty Terus-terusan Diviralkan

 Baru-baru ini, pemain film 'Dua Garis Biru', Zara Adhisty (17) menjadi perbincangan netizen karena unggahan video mesranya bersama sang kekasih tengah viral. Video itu menunjukkan Zaki Pohan yang memegang payudara milik Zara Adhisty.
Akhirnya, video mesra itu dibanjiri komentar dan repost dari netizen sejak Rabu (19/08/2020). Menanggapi respons yang tidak baik dari netizen, Zara langsung menonaktifkan kolom komentar dan menghapus foto profil instagram miliknya. Namun, netizen tak kehabisan akal untuk tetap membully Zara. Mereka menyerang kolom komentar instagram milik sang ibu Zara Adhisty, Sofia Yulinar dan kakaknya, Hasyakyla Utami.

Geram dengan kelakuan netizen, sontak membuat Hasyakyla Utami angkat bicara. Ia mulai bersuara melalui akun twitternya.

"Twitter gue & nyokap di hack, dan masih bisa ada yg mikir itu pura2. Heran bisa ada orang jahat banget," cuit Hasyakyla Utami, seperti dilihat detikcom, Kamis (20/8/2020).

Menanggapi kejadian tersebut, psikolog Rosdiana Setyaningrum menyampaikan bahwa seharusnya video pribadi seperti itu, tidak perlu diumbar sampai ke ranah publik. Setiap orang harus bisa membedakan mana yang bisa diunggah ke publik atau tidak.

Jika tak setuju dengan perbuatannya, sampaikan dengan tegas tanpa harus membully. Bagi pelaku video juga lebih baik menenangkan diri, merenung, dan introspeksi diri agar peristiwa ini dapat dijadikan pembelajaran hidup
Nuzulia Rahma Tristinarum - Psikolog
Meski begitu, tidak berarti netizen berhak untuk menghakimi Zara Adhisty. Apalagi, mengarah ke bullying.

"Kalau emang tujuannya ngasih tahu dengan niat baik, ya secara personal dengan kata-kata sopan. Gak perlu di ranah publik juga. Kan bisa lewat DM (direct message), email, atau kontak manajernya," ujar Rosdiana saat dihubung detikcom, Jumat (21/8/2020).

Sementara itu, Nuzulia Rahma Tristinarum, seorang konselor dan psikolog Pro Help Center (Layanan Konsultasi Pendidikan dan Psikologi) juga menyampaikan bahwa tentunya ada dampak negatif dari video ini, yaitu bagi para anak-anak dan remaja yang menonton akan merasa perilaku dari video mesra Zara adalah hal yang wajar dilakukan, sehingga adanya keinginan untuk meniru.

Namun, Rahma juga menyampaikan, apabila video tersebut terus disebar, tentunya akan membuat kehidupan Zara menjadi terganggu karena adanya stres dan kecemasan yang tinggi dalam menghadapi respon negatif yang berlangsung terus menerus.

"Sebagai netizen, sebaiknya hentikan bully-an. Jika tak setuju dengan perbuatannya, sampaikan dengan tegas tanpa harus membully. Bagi pelaku video juga lebih baik menenangkan diri, merenung, dan introspeksi diri agar peristiwa ini dapat dijadikan pembelajaran hidup," ujar Rahma.

Update Corona Indonesia 21 Agustus: Tambah 2.197, Positif Jadi 149.408

 Jumlah kasus positif COVID-19 pada Jumat (21/8/2020), bertambah 2.197 sehingga total menjadi 149.408 kasus. Sebanyak 102.991 pasien sembuh dan 6.500 meninggal.
Demikian dikutip dari kemkes.go.id per 21 Agustus 2020 pukul 15.30 WIB.

Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada hari ini adalah sebagai berikut:

1. Kasus positif bertambah 2.197 menjadi 149.408
2. Pasien sembuh bertambah 2.317 menjadi 102.991
3. Pasien meninggal bertambah 82 menjadi 6.500

Sebelumnya pada Kamis (20/8/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 147.211 kasus, sembuh 100.674, dan meninggal 6.418 kasus.
https://nonton08.com/zoolander-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar