Rabu, 12 Agustus 2020

20 Juta Kasus Corona Tercatat di Seluruh Dunia, Indonesia Urutan ke Berapa?

 Kasus positif virus Corona di seluruh dunia dilaporkan sudah lebih dari 20 juta kasus terkonfirmasi. Pada Selasa (11/8/2020), total kasus Corona di Seluruh dunia telah mencapai 20.247.575. Sementara itu, 13.110.934 pasien telah dinyatakan sembuh dan 738.701 lainnya meninggal dunia.
Dikutip dari laman Worldometer, terhitung hingga pagi ini Indonesia berada pada peringkat ke-23 dunia dengan total kasus Corona sebanyak 127.083 kasus. Posisi ini berada satu tingkat di bawah Filipina, yakni 136.638 kasus.

Jika dilihat dari total kasus sembuh Corona, Indonesia masuk dalam posisi ke-22 dunia dengan 82.236 pasien telah dilaporkan sembuh. Sedangkan pada urutan ke-21 diduduki oleh Prancis, dengan 82.836 pasien sembuh dari total 202.775 kasus positif yang tercatat.

Selanjutnya dari jumlah kematian Corona, Indonesia berada di posisi ke-23 dunia dengan 5.765 pasien meninggal dunia. Sementara posisi ke-24 diduduki oleh Irak dengan 153.599 kasus positif dan 5.464 meninggal dunia.

Menurut data organisasi kesehatan dunia WHO, COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 4 kali lipat rata-rata jumlah pasien influenza dalam setahun. Angka kematian COVID-19 yang mencapai 728 ribu juga telah melampaui batas atas rentang kematian tahunan akibat influenza.

Sementara itu, berikut 5 negara dengan total kasus Corona terbanyak di dunia.

1. Amerika Serikat
- Total kasus: 5.251.446
- Total sembuh: 2.715.934
- Total meninggal: 166.192

2. Brasil
- Total kasus: 3.057.470
- Total sembuh: 2.163.812
- Total meninggal: 101.857

3. India
- Total kasus: 2.267.153
- Total sembuh: 1.581.640
- Total meninggal: 45.353

4. Rusia
- Total kasus: 892.654
- Total sembuh: 696.681
- Total meninggal: 15.001

5. Afrika Selatan
- Total kasus: 563.598
- Total sembuh: 417.200
- Total meninggal: 10.621

5 Fakta Uji Klinis Vaksin Sinovac yang Bakal Ditinjau Jokowi Hari Ini

 Uji klinis fase ketiga calon vaksin Corona buatan Sinovac akan dilaksanakan di Kota Bandung pada hari ini, Selasa (11/8/2020). Rencananya, penyuntikan perdana vaksin dari Negeri Tirai Bambu ini akan disaksikan langsung Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Berikut lima fakta yang terhimpun soal uji klinis calon vaksin COVID-19 tersebut :

1. Diprediksi Siap Edar Februari 2021
Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) akan melakukan uji klinis vaksin Corona Sinovac pada 1.620 relawan. Uji klinis fase III ini dijadwalkan akan berlangsung selama enam bulan dan selesai pada Januari 2021.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, sebagai koordinator dan pengontrol, mengharapkan vaksin Corona Sinovac siap edar Februari 2021.

"Prediksinya diperkirakan Bio Farma akan mengajukan izin edar atau conditional approval atau persetujuan penggunaan di Januari. Jadi sekitar Februari mudah-mudahan bisa dikeluarkan," ujar Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, Dra Togi Junice Hutadjulu, Apt, MHA, dalam siaran pers BNPB yang dilihat detikcom, Kamis (6/8/2020).

Sebelum diedarkan secara massal di Indonesia, uji klinik fase III akan dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan PT Bio Farma dan Badan Litbangkes. Pihak Bio Farma juga menyebut telah menyiapkan fasilitas produksi vaksin dengan kapasitas 250 juta dosis.
https://indomovie28.net/rurouni-kenshin-kyoto-inferno-2/

Selasa, 11 Agustus 2020

Kota Depok Tertinggi, Ini 5 Wilayah dengan Kasus Corona Terbanyak di Jabar

 Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan data perkembangan kasus positif virus Corona COVID-19 di Jawa Barat per 9 Agustus 2020.
Disebutkan, Kota Depok menjadi wilayah dengan total kasus Corona terbanyak di Jawa Barat, yakni 1.292 kasus, diikuti Kota Bekasi di urutan kedua dengan 947 kasus.

Hingga Minggu (9/8/2020), total kasus Corona di Jawa Barat sudah mencapai 7.566 kasus, sementara 4.417 pasien telah dinyatakan sembuh dan 228 lainnya meninggal dunia.

Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa ada tiga faktor kemungkinan penyebab tingginya jumlah kasus Corona dalam suatu wilayah.

"Yang pertama memang jumlah penularannya sedang tinggi di sana. Bisa jadi ada yang positif mungkin kontak tracingnya belum berjalan untuk mengetahui diadakan penyelidikan epidemiologis, dia sudah keburu berinteraksi dengan orang lain," kata Dewi dalam siaran YouTube BNPB, Senin (10/8/2020).

"Kedua mungkin ada klaster baru, yang ketiga memang jumlah tes yang juga ditingkatkan di Jawa Barat," tambahnya.

Berikut 5 wilayah dengan jumlah kasus Corona terbanyak di Jawa Barat per 9 Agustus 2020.

1. Kota Depok: 1.292 kasus
2. Kota Bekasi: 947 kasus
3. Kota Bandung: 700 kasus
4. Bekasi: 475 kasus
5. Bogor: 442 kasus

Sehari Jelang Uji Vaksin Sinovac, Menkes Terawan Datangi RSP Unpad

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eijkman, Kota Bandung, Senin (10/8/2020). Dalam kunjungannya, dia memastikan kesiapan ruang uji klinis vaksin COVID-19 fase 3 yang akan dilaksanakan pada Selasa (11/8/2020) besok.
Dia mengatakan, pelaksanaan imunasasi kepada relawan harus berjalan baik. Itu sebabnya, Presiden RI Joko Widodo akan meninjau langsung pelaksanaan uji vaksin Sinovac di RSP Unpad.

"Yang terpenting, proses uji vaksin perdana besok harus sesuai protokol kesehatan. Mengingat besok akan ada Presiden yang langsung meninjau," kata Menkes Terawan dalam keterangan pers yang diterima detikcom.

Kunjungan Menkes Terawan didampingi langsung Rektor Unpad Rina Indiastuti, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unpad Setiawan, serta Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Dr. Kusnandi Rusmil.

Terkait proses penyuntikan vaksin asal Sinovac, China, tersebut, Dekan FK Unpad Setiawan memastikan bahwa ruang uji vaksin yang berada di lantai 2 gedung RSP Unpad sudah dilakukan sterilisasi.

"Ruang sudah dilakukan disinfeksi sesuai dengan ketentuan," kata Setiawan.

Selain itu, pihaknya juga memastikan kondisi kesehatan para tenaga kesehatan maupun relawan uji klinis. Menurutnya, keseluruhan peserta dan panitia sudah melakukan tes PCR dan yang hasilnya negatif bisa mengikuti uji klinis perdana vaksin.

"Catatannya, uji klinis ini sebetulnya relatif aman karena seluruh petugas dan subyek dites dulu. Jadi semuanya negatif. Kondisi ruangan untuk uji klinis jauh lebih aman dibandingkan kondisi seperti biasa. Karena sudah ada penapisan lebih awal," ujarnya.

Ditemui usai mendampingi Menkes Terawan, Rektor Unpad menjelaskan, proses uji klinis vaksin COVID-19 merupakan hasil kerja sama Unpad dengan Biofarma.

"Karena itu, Pak Menkes ingin memastikan apakah penyuntikan perdana itu akan bisa berjalan baik. Beliau juga melihat bagaimana kapasitas Unpad untuk bisa mengerjakan riset dan inovasi lainnya," pungkas Rina.
https://kamumovie28.com/3-alif-lam-mim/