Selasa, 11 Agustus 2020

Kota Depok Tertinggi, Ini 5 Wilayah dengan Kasus Corona Terbanyak di Jabar

 Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan data perkembangan kasus positif virus Corona COVID-19 di Jawa Barat per 9 Agustus 2020.
Disebutkan, Kota Depok menjadi wilayah dengan total kasus Corona terbanyak di Jawa Barat, yakni 1.292 kasus, diikuti Kota Bekasi di urutan kedua dengan 947 kasus.

Hingga Minggu (9/8/2020), total kasus Corona di Jawa Barat sudah mencapai 7.566 kasus, sementara 4.417 pasien telah dinyatakan sembuh dan 228 lainnya meninggal dunia.

Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa ada tiga faktor kemungkinan penyebab tingginya jumlah kasus Corona dalam suatu wilayah.

"Yang pertama memang jumlah penularannya sedang tinggi di sana. Bisa jadi ada yang positif mungkin kontak tracingnya belum berjalan untuk mengetahui diadakan penyelidikan epidemiologis, dia sudah keburu berinteraksi dengan orang lain," kata Dewi dalam siaran YouTube BNPB, Senin (10/8/2020).

"Kedua mungkin ada klaster baru, yang ketiga memang jumlah tes yang juga ditingkatkan di Jawa Barat," tambahnya.

Berikut 5 wilayah dengan jumlah kasus Corona terbanyak di Jawa Barat per 9 Agustus 2020.

1. Kota Depok: 1.292 kasus
2. Kota Bekasi: 947 kasus
3. Kota Bandung: 700 kasus
4. Bekasi: 475 kasus
5. Bogor: 442 kasus

Sehari Jelang Uji Vaksin Sinovac, Menkes Terawan Datangi RSP Unpad

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eijkman, Kota Bandung, Senin (10/8/2020). Dalam kunjungannya, dia memastikan kesiapan ruang uji klinis vaksin COVID-19 fase 3 yang akan dilaksanakan pada Selasa (11/8/2020) besok.
Dia mengatakan, pelaksanaan imunasasi kepada relawan harus berjalan baik. Itu sebabnya, Presiden RI Joko Widodo akan meninjau langsung pelaksanaan uji vaksin Sinovac di RSP Unpad.

"Yang terpenting, proses uji vaksin perdana besok harus sesuai protokol kesehatan. Mengingat besok akan ada Presiden yang langsung meninjau," kata Menkes Terawan dalam keterangan pers yang diterima detikcom.

Kunjungan Menkes Terawan didampingi langsung Rektor Unpad Rina Indiastuti, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unpad Setiawan, serta Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Dr. Kusnandi Rusmil.

Terkait proses penyuntikan vaksin asal Sinovac, China, tersebut, Dekan FK Unpad Setiawan memastikan bahwa ruang uji vaksin yang berada di lantai 2 gedung RSP Unpad sudah dilakukan sterilisasi.

"Ruang sudah dilakukan disinfeksi sesuai dengan ketentuan," kata Setiawan.

Selain itu, pihaknya juga memastikan kondisi kesehatan para tenaga kesehatan maupun relawan uji klinis. Menurutnya, keseluruhan peserta dan panitia sudah melakukan tes PCR dan yang hasilnya negatif bisa mengikuti uji klinis perdana vaksin.

"Catatannya, uji klinis ini sebetulnya relatif aman karena seluruh petugas dan subyek dites dulu. Jadi semuanya negatif. Kondisi ruangan untuk uji klinis jauh lebih aman dibandingkan kondisi seperti biasa. Karena sudah ada penapisan lebih awal," ujarnya.

Ditemui usai mendampingi Menkes Terawan, Rektor Unpad menjelaskan, proses uji klinis vaksin COVID-19 merupakan hasil kerja sama Unpad dengan Biofarma.

"Karena itu, Pak Menkes ingin memastikan apakah penyuntikan perdana itu akan bisa berjalan baik. Beliau juga melihat bagaimana kapasitas Unpad untuk bisa mengerjakan riset dan inovasi lainnya," pungkas Rina.
https://kamumovie28.com/3-alif-lam-mim/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar