Selasa, 24 November 2020

Pandemi Sudah Hampir Setahun, Negara Ini Baru Laporkan Kasus Pertama COVID-19

 Penyebaran Virus Corona COVID-19 semakin luas. Negara Samoa yang sebelumnya terbebas dari penyakit ini, kini melaporkan kasus pertama COVID-19.

Pemerintah Samoa mengatakan, kasus pertama COVID-19 di negaranya adalah seorang pelaut. Ia tiba di Samoa setelah melakukan penerbangan dari Auckland, Selandia Baru, pada Jumat (13/11/2020) lalu.


Empat hari setelah tiba di Samoa dan menjalani karantina, pelaut tersebut dinyatakan positif COVID-19.


Menurut surat kabar Samar Observer, sebelum tiba di Samoa, pria tersebut telah melakukan perjalanan dengan 25 pelaut lainnya dari Eropa. Ia kemudian ikut dalam penerbangan dengan 274 warga Samoa lainnya pekan lalu.


Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Sailele Malielegaoi, menjelaskan, pelaut itu segera diisolasi setelah dinyatakan positif COVID-19. Namun, dalam pemeriksaan kedua yang dilakukan pada Kamis kemarin, pasien itu dinyatakan negatif.


"Tes kedua dilakukan pukul 6 pagi (waktu setempat) dan hasilnya negatif dan hal ini terjadi... Pada saat yang sama (penting) bagi negara untuk tetap tenang," ucap Malielegaoi, dikutip dari TVNZ.


Malielegaoi pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengambil tindakan pencegahan COVID-19, seperti rutin mencuci tangan dan mempraktikan social distancing.


"Sekarang kami memiliki satu kasus dan akan masuk ke dalam negara-negara di dunia yang terjangkit virus Corona," ujar Malielegaoi.


Negara yang terbebas dari COVID-19 makin sedikit

Dikutip dari Al Jazeera, dilaporkannya kasus pertama COVID-19 di Samoa membuat negara yang terbebas dari infeksi virus Corona menjadi makin sedikit.


Sebelumnya, Vanuatu, Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall juga telah melaporkan kasus pertama COVID-19 di negaranya. Hingga kini negara yang masih terbebas dari penyakit COVID-19, di antaranya sebagai berikut.


Kiribati

Mikronesia

Nauru

Palau

Tonga

Tuvalu.

https://kamumovie28.com/movies/one-piece-film-z/


Kisah Haru Ibu Berhasil Lahirkan Anak Kembar Saat Koma Akibat COVID-19


Suatu keajaiban bagi wanita ini bisa melahirkan bayi kembar kala koma usai terinfeksi COVID-19. Ia sebelumnya mengalami kondisi kritis saat kehamilannya memasuki bulan ke-enam.

Adalah Perpetual Uke, wanita yang semula dibawa ke Rumah Sakit West Midlands kala berjuang melawan kondisi kritis akibat COVID-19. Kondisi kritis membuatnya koma dan dipindahkan ke RS lain untuk perawatan intensif di Rumah Sakit Birmingham City, Inggris.


Usai terbangun dari koma, wanita ini sempat menangis dan kebingungan mendapati perutnya sudah mengecil. Ia mengira anak yang dikandungnya tidak selamat.


Namun, nyatanya keajaiban datang usai para dokter melakukan operasi caesar kala dirinya tengah koma. Ia melahirkan anak kembar, dengan hanya memiliki berat 770g, sedangkan satunya lagi memiliki berat 850g.


Kedua anak kembar tersebut menghabiskan perawatan intensif di RS selama 116 hari sebelum akhirnya dipulangkan. Sang ibu tak bisa berhenti bersyukur karena masih tak percaya dengan semua yang ia anggap keajaiban.


"Ketika mereka (dokter) menunjukkan kepada saya gambar-gambar itu, mereka sangat kecil, mereka tidak terlihat seperti manusia, saya tidak percaya itu milik saya," curhat sang ibu, dikutip dari Daily Star.


"Mereka tidak bisa melihat ibu mereka selama dua minggu, yang jelas membuat saya sangat sedih tapi, yang terpenting, semuanya berjalan dengan baik," lanjut sang ibu.


Sang suami dari wanita tersebut, Matthew Uke, mengaku perasaannya campur aduk usai sebelumnya khawatir istrinya tak akan selamat kala koma usai terinfeksi COVID-19.


"Melihat mereka di sana, perasaan campur aduk karena saat itu istri saya masih koma dan saya tidak yakin dia akan kembali, jadi itu adalah campuran perasaan," jelas sang suami.


"Itu benar-benar menakutkan, setiap hari saya berharap istri saya tidak termasuk di antara mereka yang meninggal," lanjutnya.

https://kamumovie28.com/movies/the-soul-of-himalaya/

3 Efek Samping Vaksin COVID-19 Moderna yang Dialami Relawan, Apa Saja?

 - Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Moderna menjadi salah satu kandidat potensial untuk menangkal penularan Corona. Vaksin Moderna memiliki efikasi sebesar 94,5 persen yang membuatnya menjanjikan.

Hanya saja pertanyaan yang selalu muncul adalah soal efek samping dari penyuntikan vaksin. Dalam laporannya, Moderna menyebut ada efek sampinng yang ditimbulkan setelah vaksinasi COVID-19, hanya saja tergolong ringan.


Dikutip dari Times of India, berikut beberapa efek samping ringan yang dialami relawan vaksin COVID-19 Moderna.


1. Demam ringan

Salah satu efek samping pasca vaksinasi COVID-19 Moderna adalah demam ringan. Namun, itu bukanlah pertanda yang mengkhawatirkan. Demam terjadi ketika senyawa biokimia mengaktifkan sel kekebalan, yang kemudian membuat penanda inflamasi tertentu meningkat dan menyebabkan demam, kemerahan, atau pembengkakan.


Sebagian besar hilang dengan sendirinya setelah 2-3 hari pasca inokulasi dan tidak memerlukan perawatan khusus. Demam juga bisa menjadi indikator tubuh Anda mulai memproduksi antibodi.


2. Tangan pegal dan nyeri

Banyak relawan yang menceritakan bahwa mereka mengalami nyeri di lengan tempat di mana vaksin disuntikkan. Ini juga merupakan reaksi yang cukup umum yang terjadi dengan vaksin apa pun.


Nyeri lengan pasca vaksinasi biasanya disebabkan oleh nyeri otot, yang merupakan respons alami tubuh terhadap serangan benda asing. Kondisi ini biasanya akan hilang setelah satu atau dua hari.


3. Kelelahan

Partisipan dalam penelitian tersebut juga mengatakan bahwa dirinya mengalami kelelahan pasca suntikan. Ini lagi-lagi kemungkinan reaksi dari virus yang memasuki tubuh, yang kemudian menghasilkan respons inflamasi dan antibodi yang diperlukan. Merasa mengantuk dan lelah juga umum terjadi pada hari pertama setelah injeksi.

https://kamumovie28.com/movies/one-piece-the-desert-princess-and-the-pirates-adventure-in-alabasta/


Pandemi Sudah Hampir Setahun, Negara Ini Baru Laporkan Kasus Pertama COVID-19


Penyebaran Virus Corona COVID-19 semakin luas. Negara Samoa yang sebelumnya terbebas dari penyakit ini, kini melaporkan kasus pertama COVID-19.

Pemerintah Samoa mengatakan, kasus pertama COVID-19 di negaranya adalah seorang pelaut. Ia tiba di Samoa setelah melakukan penerbangan dari Auckland, Selandia Baru, pada Jumat (13/11/2020) lalu.


Empat hari setelah tiba di Samoa dan menjalani karantina, pelaut tersebut dinyatakan positif COVID-19.


Menurut surat kabar Samar Observer, sebelum tiba di Samoa, pria tersebut telah melakukan perjalanan dengan 25 pelaut lainnya dari Eropa. Ia kemudian ikut dalam penerbangan dengan 274 warga Samoa lainnya pekan lalu.


Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Sailele Malielegaoi, menjelaskan, pelaut itu segera diisolasi setelah dinyatakan positif COVID-19. Namun, dalam pemeriksaan kedua yang dilakukan pada Kamis kemarin, pasien itu dinyatakan negatif.


"Tes kedua dilakukan pukul 6 pagi (waktu setempat) dan hasilnya negatif dan hal ini terjadi... Pada saat yang sama (penting) bagi negara untuk tetap tenang," ucap Malielegaoi, dikutip dari TVNZ.


Malielegaoi pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengambil tindakan pencegahan COVID-19, seperti rutin mencuci tangan dan mempraktikan social distancing.


"Sekarang kami memiliki satu kasus dan akan masuk ke dalam negara-negara di dunia yang terjangkit virus Corona," ujar Malielegaoi.


Negara yang terbebas dari COVID-19 makin sedikit

Dikutip dari Al Jazeera, dilaporkannya kasus pertama COVID-19 di Samoa membuat negara yang terbebas dari infeksi virus Corona menjadi makin sedikit.


Sebelumnya, Vanuatu, Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall juga telah melaporkan kasus pertama COVID-19 di negaranya. Hingga kini negara yang masih terbebas dari penyakit COVID-19, di antaranya sebagai berikut.


Kiribati

Mikronesia

Nauru

Palau

Tonga

Tuvalu.

https://kamumovie28.com/movies/one-piece-giant-mecha-soldier-of-karakuri-castle/