Kamis, 26 November 2020

Anak Tak Sengaja Terpapar Video Syur Mirip Artis, Harus Bagaimana?

 Beredarnya video syur mirip Gisella Anastasia atau Gisel, maupun sosok lain, dikhawatirkan berdampak pada kejiwaan anak dan remaja. Terlebih jika tanpa sengaja mereka terpapar video tersebut saking viralnya.

Apa yang sebaiknya orang tua lakukan jika anak remajanya terpapar?


Konselor dan praktisi psikolog keluarga dari Pro Help Center (Layanan Konsultasi Pendidikan dan Psikologi), Nuzulia Rahma Tristinarum, mengungkapkan bahwa orang tua perlu introspeksi apakah sudah memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup untuk anak. Sebab tidak hanya pemenuhan kebutuhan materi dan fisik, anak juga perlu keamanan dan kenyamanan secara emosional.


"Ajak anak berbicara dari hati ke hati, Jangan langsung menyalahkan anak, tapi sampaikan perasaan kita sebagai orang tua. Sampaikan rasa sedih, kecewa dan khawatir karena kejadian itu. Lalu usahakan anak dapat terbuka menceritakan akar masalahnya kenapa sampai kecanduan pornografi, apakah kesepian, stres, ajakan teman dan lainnya," ujar Rahma saat dihubungi detikcom, Selasa (24/11/2020).


Menurut Rahma, ada berbagai kemungkinan dampak kejiwaan yang timbul pada anak mapupun remaja yang terpapar video semacam ini. Anak akan lebih mudah marah, cemas dan sulit merasakan kebahagiaan seperti anak pada umumnya.


"Karena jika sudah kecanduan maka anak baru merasakan bahagia setelah bisa mendapatkan candunya. Padahal sesungguhnya kebahagiaan bagi anak itu banyak dan mudah didapat tetapi karena kecanduan, makan anak sulit merasakan bahagia," ujar Rahma.


Jika sudah kecanduan, Rahma menyarankan untuk menceritakan dampak buruk pornografi dan ajak anak untuk menyembuhkan diri yang dibantu dan didampingi orang tua. Selanjutnya sediakan waktu khusus dengan anak dan selalu dampingi anak.


"Sediakan diri dan hati untuk mendengarkan anak. Ajak anak melakukan kegiatan bersama seperti melukis, berenang, dan bermain pasir. Lakukan juga konseling pada ahlinya," tambahnya.

https://tendabiru21.net/movies/avengers-infinity-war/


Sarapan untuk Anak Tak Bisa Asal Kenyang, Ini Saran Ahli Gizi


 Nutrisi yang tepat dibutuhkan anak-anak dalam proses tumbuh kembangnya. Namun, masih banyak orang tua yang bingung menyiapkan menu makanan seimbang dan bernutrisi untuk diberikan kepada anak-anak.

Anak-anak sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung makronutrien dan mikronutrien dalam setiap porsi makannya. Kandungan makronutrien dalam karbohidrat berfungsi menggantikan energi yang hilang, sedangkan mikronutrien dalam vitamin dapat membantu tubuh dalam proses metabolisme karbohidrat.


"Seorang anak untuk fokus membutuhkan energi yang dibutuhkan otak, dan butuh glukosa dari karbohidrat. Ternyata karbohidrat enggak bisa diubah kalau tidak ada vitamin B," kata ahli gizi, dr Rita Ramayulis DCN MKes, dikutip dari HaiBunda.


Salah satu makanan yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak adalah sereal utuh yang mengandung karbohidrat. Dalam semua makanan yang mengandung gandum utuh, kandungan vitamin, asam folat, dan zat besi masih tersedia.


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://tendabiru21.net/movies/stand-by-me/

Ganjar Prediksi Akan Ada Lonjakan COVID-19 karena Data Delay

 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut melonjaknya data COVID-19 di wilayahnya akibat data delay yang baru diluncurkan. Maka Ganjar memprediksi akan ada lonjakan data kasus COVID beberapa hari ke depan karena data delay tersebut.

"Ternyata angka itu angka delay. Masih sama seperti kemarin. Ada peningkatan, betul, peningkatan tes kita juga betul. Tes kita sudah lebih dari target WHO," kata Ganjar usai rapat penanganan COVID-19 di kantornya, Selasa (24/11/2020).


Ia menjelaskan pihaknya terus berupaya soal data dengan berkomunikasi dengan pusat. Maka dalam beberapa hari ke depan Ganjar memperdiksi akan ada lonjakan angka kasus COVID-19 di Jateng karena data delay akan keluar.


"Maka tadi kami ingin semua clearance data dengan lagi lagi komunikasi dengan pusat. Kalau ada data terlambat tidak apa-apa.. Tinggal tambahkan. Jadi saya sudah hitung beberapa hari ini akan terjadi lonjakan tinggi sekali karena masih ada data delay, bukan data harian. Inilah yang kemarin cek ada tgl 1-10 November ada 809 data yang templekke (dipasang). Ada data 18 nama yang tes Juni belum masuk," jelas Ganjar.

https://tendabiru21.net/movies/stand-by-me-doraemon/


"Data ketlingsut tidak apa-apa tapi kemudian dimasukkan. Sehingga publik tahu. Soal data ini biar bisa cek semua. Kalau data bener, treatmen tidak salah. Kalau data tinggi, semua geger, masyarakat panik seolah sudah seperti itu, tidak," imbuhnya.


Ganjar juga menjelaskan berdasarkan rilis Satgas COVID-19 tercatat penambahan kasus aktif covid di Jateng per Senin (23/11) sebanyak 10.464 orang. Padahal, kasus aktif COVID-19 di Jawa Tengah hingga Selasa (24/11) hanya sebanyak 7.463 kasus.


"Makanya saya kaget, katanya kita paling tinggi. Kita belum sampai ke sana. Bayangkan, bedanya banyak sekali sampai 3.000 data. Kalau besok tiba-tiba dimasukkan dalam rilis angka 3.000 itu, pasti gedhe, pasti meningkat," jelasnya.


Ganjar mengakui lonjakan kasus berasal dari libur panjang akhir Oktober lalu. Klik halaman berikut untuk melanjutkan.


Ganjar juga membenarkan kenaikan kasus COVID-19 di Jateng juga berasal dari libur panjang akhir bulan Oktober lalu. Dua pekan pasca libur panjang ada kenaikan jumlah dengan menunjukkan grafik yang naik.


"Kami coba analisis, ini menarik. Hipotesis kita iya karena itu (libur panjang). Data Jateng menarik, tanggal 10-21 November lumayan jepat (nanjak), garis tinggi. Posisi ini sudah kita hitung, karena liburan," tegas Ganjar.


Sementata itu Ganjar juga menyebut langkah antisipasi jika ada lonjakan kasus juga dilakukan termasuk dengan penambahan bed isolasi dan ICU.


"Tepat tidur sudah minta tambah baik di ICU maupun isolasi. Minta Bupati Wali Kota tidak usah panik. Kalau kurang, sewa hotel aja," tandas Ganjar.


Terkait tes PCR yang sudah melebihi target WHO, Ganjar mengatakan di Jateng sudah sebanyak 1.416 orang per 1 juta penduduk perminggu dilakukan tes atau sudah melebihi target WHO sebanyak seribu orang per satu juta penduduk.


"Misalnya saya sebutkan, pada minggu ke-4 Oktober tes PCR Jateng 625/1 juta penduduk, naik menjadi 809/1 juta penduduk pada minggu 1 November dan sekarang mencapai 1.416/1 juta penduduk pada minggu ke-2 November. Meski kasus tinggi karena tes digencarkan, namun untuk tempat tidur, ICU masih aman. Beberapa rumah sakit juga melakukan penambahan," tegasnya.

https://tendabiru21.net/movies/fast-furious-6/