Rabu, 09 Desember 2020

Ada Lagi 10 Perusahaan Digital yang Dipajaki, Salah Satunya TikTok

 PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo telah menyelesaikan klaim Satelit Palapa N1 (Nusantara Dua). Satelit Palapa N1 sendiri diluncurkan pada April lalu dari China namun gagal mengorbit.

Pembayaran klaim berdasarkan pengumpulan bukti kerugian serta telah terbitnya Proof of Loss (PoL) yang telah ditandatangani oleh PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera Group atau PSNS yang juga klien Asuransi Jasindo.


Klaim yang diselesaikan sebesar US$ 35 juta atau sekitar Rp 493,5 miliar (asumsi kurs Rp 14.100)


"Selain itu, seluruh space underwriter internasional pun telah menyetujui dan menandatangani dokumen klaim, dan klaim diselesaikan full insured value sebesar US$ 35 juta," kata Direktur Operasional Asuransi Jasindo Dodi Susanto dalam keterangannya, Selasa (7/12/2020).


Untuk diketahui, Satelit Palapa N1 meluncur dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC), Xichang, China, Kamis (9/4). Tapi, terjadi kegagalan pada 3rd stage atas launch vehicle dan kemudian satelit hilang.


Usai kejadian itu, Jasindo kemudian berkoordinasi dengan pihak internal maupun eksternal seperti klien, reinsurance broker dan reinsurer untuk penanganan klaim. Dodi menuturkan, pihaknya berupaya menyelesaikan klaim termasuk klaim kategori specialty risk (risiko khusus) sesuai ketentuan di dalam polis.


"Karena kami adalah asuransi umum milik negara yang memiliki pengalaman dalam menangani asuransi specialty risk seperti asuransi satelit, aviasi dan energy offshore. Sejak 1976 kami telah menangani 22 asuransi peluncuran satelit dan telah menyelesaikan klaim asuransi satelit sekitar US$ 567 juta. Tahun lalu kami juga telah menyelesaikan pembayaran klaim sebesar Rp 876 miliar untuk industri offshore," terangnya.


Dodi memastikan, pihaknya mengedepankan proses bisnis yang prudent di antaranya pemilihan reinsurer dengan international rating, serta kerja sama dengan global reinsurance broker yang memiliki pengalaman dan reputasi baik.

https://indomovie28.net/movies/indecent-proposal/


13.000 Pelosok Belum Terhubung Internet, Apa Biang Keroknya?


Digitalisasi di Indonesia belum bisa dirasakan oleh semua masyarakat terutama di pedesaan. Terbukti ada sekitar 13.000 daerah pelosok yang belum terhubung dengan sinyal, sehingga tidak bisa mengakses internet.

Ketua Dewan Pengawas Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI), Budiman Sudjatmiko menilai alasan utamanya adalah perusahaan besar baik itu BUMN maupun swasta malas masuk ke desa. Sebab kemungkinan desa dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi.


"Ada sekitar 13.000 desa masih blank spot. Masalahnya perusahaan besar baik itu BUMN maupun swasta ini agak males masuk desa yang di pelosok karena mungkin dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi," kata Budiman dalam webinar bertajuk 'Strategi Hadapi Resesi Ekonomi, Prioritas Dibangun Desa atau Kota?" Minggu (9/8/2020).


Program yang dibuat pemerintah seperti palapa ring saja dinilai belum cukup untuk membuat perusahaan besar mau blusukan ke desa karena pasarnya dianggap tidak menguntungkan.


"Palapa ring itu ibarat jalan tol, tapi jalan keluar-masuk kampungnya di kanan-kiri itu belum terdigitalkan sehingga banyak perusahaan-perusahaan besar malas masuk karena mungkin secara pasar tidak menguntungkan," tuturnya.


Untuk itu, pihaknya sedang mendorong masing-masing Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membuat internet service provider (ISP) secara mandiri. Untuk dananya BUMDes bisa bekerja sama dengan perusahaan teknologi swasta yang mau berinvestasi.


"Jadi orang desa nanti beli pulsa di desa, beli paket datanya di desa, kita lagi dorong itu. Nunggu perusahaan besar masuk sana susah yaudah BUMDes-nya saja kita dorong, kita sambungkan dengan perusahaan-perusahaan internet yang mau peduli dan ayo bikin kolaborasi usaha teknologi yang dimiliki oleh kota yang mau blusukan ke desa," tuturnya.


Dengan begini, diharapkan 100% desa secara bertahap bisa menerapkan digitalisasi. Head of Consulting, International Contact Partner RSM Indonesia Angela Simatupang yakin hal itu bisa terwujud jika dilakukan dengan tekad yang kuat.


"Ini hanyalah masalah kemauan. Komitmen sudah pasti harus ada karena kalau tidak ada komitmen sebanyak apapun rencana tidak akan jalan. Selain itu, mindset dari masyarakat kita juga perlu dibuat lebih terbuka," katanya dalam kesempatan yang sama.

https://indomovie28.net/movies/kama-sutra-a-tale-of-love/

Senin, 07 Desember 2020

Terungkap! Biang Kerok di Balik Tugu Logam yang Misterius

 Misteri tugu logam yang viral akhirnya terungkap. Sekelompok seniman mengaku bertanggung jawab atas kemunculan monolit yang sempat diduga ditanam alien tersebut.

Para seniman yang menamai diri The Most Famous Artist itu memposting foto dan petunjuk di akun Instagram mereka yang merinci pembuatan monolit tersebut. Mereka menjualnya masing-masing seharga USD 60.596 (sekitar Rp 857 juta).


Di akun Instagram @themostfamousartist, kelompok seniman yang berbasis di Santa Fe, New Mexico ini memposting foto-foto monolit. Beberapa foto di antaranya tampak cocok dengan berbagai pemberitaan tentang tugu ini.


Salah satu foto memperlihatkan tugu logam dengan latar gurun di Utah, AS. Ini adalah lokasi pertama tugu tersebut ditemukan yang langsung membuat kehebohan.



Foto monolit lainnya tampak berlokasi di puncak Pine Mountain di Atascadero, California, AS, lokasi lain ditemukannya tugu ini. Namun tidak ada foto tugu yang memperlihatkan kemunculan tugu logam di Rumania. Foto-foto lainnya menampilkan tugu tersebut sedang berada di workshop seni mereka.


Salah satu follower akun tersebut bertanya lewat kolom komentar. "Jadi (pelakunya) kalian?," tanya si follower. Pertanyaan itu tentu saja terkait dengan kemunculan "tugu alien" tersebut baru-baru ini. Akun itu pun membalas komentar tersebut. "Kalau yang kamu maksud kami (orangnya), ya," jawab akun tersebut.


Matty Mo, pendiri The Most Famous Artist, saat diwawancarai oleh Mashable, tidak memberikan jawaban tegas secara langsung, dan memberikan catatan bahwa dirinya tidak bisa banyak bicara karena legalitas dari instalasi aslinya.


"Saya hanya bisa mengatakan kami terkenal dengan aksi-aksi semacam ini, dan saat ini kami menawarkan benda-benda seni otentik melalui monolit-as-a-service," kata Mo.


Dikatakan Mo, saat ini dia tidak bisa mengeluarkan lebih banyak gambar dan informasi, tapi menjanjikan akan ada lebih banyak detail tentang karya seni ini dalam beberapa pekan mendatang.


"Kami memikirkan cara yang lebih baik untuk mengakhiri tahun yang penuh kekacauan ini ketimbang membiarkan dunia secara singkat berpikir ada alien melakukan kontak lewat sebuah benda. Ini hanya trik yang dimainkan The Most Famous Artist," tambahnya.


Alhasil, jelas sudah terungkap bahwa tugu tersebut bukan benda yang dibawa atau dtinggalkan alien seperti yang liar dibicarakan netizen. Sebelumnya diberitakan, netizen ramai membicarakan penemuan tugu logam seperti di film fiksi ilmiah di tengah gurun terpencil di Utah, AS.


Tak lama kemudian, muncul monolit serupa di Rumania, namun keduanya telah menghilang. Tak lama berselang, ditemukan tugu logam lainnya, di California, AS.

https://tendabiru21.net/movies/the-monkey-king-3/


Tugu Logam Misterius Muncul Lagi di Tempat Berbeda


Bulan lalu, ditemukan tugu logam seperti di film fiksi ilmiah di tengah gurun terpencil di Utah, AS. Tak lama kemudian, muncul monolit serupa di Rumania, namun keduanya telah menghilang. Kini, ditemukan tugu logam lainnya, kali ini di California, AS.

"Saat ini ada monolit di puncak Pine Mountain di Atascadero!" tweet seseorang bernama Connor Allen di akun Twitternya. Dia menyertakan tiga foto yang memperlihatkan monolit mirip seperti yang muncul di Utah dan Rumania, berada di puncak Pine Mountain di Atascadero, California.


Menurut surat kabar lokal The Atascadero News, monumen itu muncul di gunung tersebut pada Rabu (3/12) pagi waktu setempat. Para pendaki pun berbondong-bondong menuju ke sana karena penasaran untuk melihat benda logam berkilau itu.


Dikutip dari Cnet, Kamis (3/12/2020) tak seorang pun dari perusahaan iklan, NASA, seniman, studio film, bahkan alien, menjadi biang keladi dari kemunculan monolit misterius ini. Sejauh ini, informasi yang diketahui tentang tugu ini adalah bahwa struktur bangunan tersebut terbuat dari baja tahan karat dengan ketinggian sekitar 3 meter.


Pada 19 November, internet dikejutkan dengan temuan tugu logam misterius di Utah. Namun beberapa hari kemudian, monolit itu tiba-tiba menghilang. Sempat diduga hilang diangkut alien, ternyata terungkap kalau ada sekelompok orang yang memindahkannya.


Netizen pun berupaya mengungkap misteri di balik objek misterius tersebut. Dari hasil observasi beberapa pengguna Reddit, kecil kemungkinan objek ini berasal dari luar angkasa. Mereka awalnya melacak jalur penerbangan dua helikopter milik Utah Public Safety yang menemukan monolit tersebut menggunakan informasi dari FlightAware.


Setelah itu, pengguna Reddit berhasil menemukan lokasi monolit tersebut di Google Earth. Koordinat monolit tersebut adalah 38.343080°, -109.666190°, yang jika dimasukkan ke Google Earth menampilkan lokasi di antara Taman Nasional Dead Horse Point dan tempat wisata Needles Point.

https://tendabiru21.net/movies/semper-fi/