Kamis, 10 Desember 2020

Viral Idap Tumor hingga Wajah Bengkak, Pesan Anti Insecure-nya Bikin Terenyuh

 Seorang wanita tengah viral lantaran kondisi wajahnya tidak seperti orang pada umumnya, di mana terdapat benjolan besar di wajah bagian sebelah kiri. Ia juga membagikan kisahnya lewat akun TikTok dan Instagram @mimivarina.

Wanita itu diketahui bernama Miata Oktavarina (29), asal Bandung. Ia bercerita bahwa benjolan tersebut merupakan tumor jinak yang telah diidap sejak ia masih berusia 2 tahun.


"Tumor jinak kak, kata dokternya. Sudah operasi juga tapi harus bertahap. Pas operasi itu, nanti diambilin dan makin kecil benjolannya," ungkap Miata dalam wawancara bersama detikcom.


Lulusan Universitas Padjajaran (UNPAD) ini juga mengatakan bahwa tidak ada gejala awal yang dia alami. Ia juga tidak merasakan sakit saat muncul benjolan di sebelah kiri wajahnya.


"Iyah kak, tiba-tiba ada benjolan terus membesar sampai umur 5 tahun. Aku sudah 15x operasi," katanya.


"Alhamdulillah, kata dokter nggak ada analisa apa-apa. Awalnya air liur tersumbat terus jadi tumor," tambahnya lagi.


Miata mengungkapkan, dengan kondisinya sekarang ia sering mendapat cibiran atau komentar tidak enak dari lingkungan sekitar. Namun, ia tidak mempermasalahkan hal tersebut dan ikhlas menghadapinya.


"Paling pesan dari aku harus lebih bersyukur. Insyaallah apa yang dikasih Tuhan itu yang terbaik buat umatnya," tutur Miata dalam sesi akhir wawancara.

https://kamumovie28.com/movies/13-the-haunted/


Update Corona di Indonesia 9 Desember: Tambah 6.058 Kasus, Total 592.900


Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Rabu (9/12/2020), bertambah 6.058 kasus. Total positif jadi 592.900, sembuh 487.445, dan meninggal 18.171.

Hari ini ada 56.034 spesimen yang diperiksa dengan jumlah suspek mencapai 69.879 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.058 menjadi 592.900

Pasien sembuh bertambah 3.948 menjadi 487.445

Pasien meninggal bertambah 171 menjadi 18.171

Sebelumnya pada Selasa (8/12/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat sebanyak 586.842, sembuh 483.497, dan meninggal 18.000.


Tembus 6.058 Kasus COVID-19 RI 9 Desember, DKI Masih di Atas Seribu


Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Rabu (9/12/2020). Ada penambahan 6.058 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 592.900 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.217 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 908 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 735 kasus baru per 9 Desember.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 3.948 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 171 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.058 menjadi 592.900

Pasien sembuh bertambah 3.948 menjadi 487.445

Pasien meninggal bertambah 171 menjadi 18.171

Sedangkan sebaran 6.058 kasus baru Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020) adalah sebagai berikut:


DKI Jakarta: 1.217 kasus

Jawa Barat: 908 kasus

Jawa Tengah: 735 kasus

Jawa Timur: 718 kasus

Kalimantan Timur: 279 kasus

Riau: 235 kasus

Kalimantan Tengah: 229 kasus

DI Yogyakarta: 198 kasus

Banten: 166 kasus

Sulawesi Selatan: 157 kasus

Bali: 139 kasus

Sumatera Barat: 125 kasus

Kalimantan Selatan: 83 kasus

Sumatera Utara: 80 kasus

Lampung: 80 kasus

Sulawesi Tenggara: 75 kasus

Jambi: 70 kasus

Sulawesi Tengah: 61 kasus

Papua: 59 kasus

NTB: 57 kasus

Kalimantan Barat: 57 kasus

Sulaweisi Utara: 57 kasus

Papua Barat: 56 kasus

Sumatera Selatan: 40 kasus

Maluku: 39 kasus

Kalimantan Utara: 31 kasus

NTT: 27 kasus

Gorontalo: 24 kasus

Bangka Belitung: 22 kasus

Kepulauan Riau: 12 kasus

Bengkulu: 8 kasus

Sulawesi Barat: 8 kasus

Aceh: 6 kasus

https://kamumovie28.com/movies/5-cowok-jagoan/

Rabu, 09 Desember 2020

Awas! Ekonomi RI Bisa Pingsan

 Pandemi COVID-19 telah memberikan hantaman begitu besar kepada perekonomian Indonesia. Bahkan hantaman ini berpotensi membuat ekonomi RI pingsan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, dunia usaha sudah mengalami tekanan yang dia ibaratkan seperti pingsan. Itu terlihat dari perbankan yang tidak berani menyalurkan kredit dan korporasi yang juga enggan mengajukan kredit di masa sulit ini.


"Kalau yang satu nggak berani mengambil kredit, yang satunya tidak berani memberi kredit maka ekonominya akan pingsan," ucapnya dalam acara Business, Finance & Accounting Conference yang digelar IAI, Selasa (8/12/2020).


Situasi sulit di masa pandemi bisa dilihat dari sektor keuangan terutama perbankan yang mengalami tekanan luar biasa. Hal itu tercermin dari hampir tidak adanya pertumbuhan penyaluran kredit.


"Selain mereka harus melakukan tadi PSAK 71, mereka lihat risiko kredit memang melonjak tinggi sekali. Maka kredit growth menurun, kredit growth sekarang ini hampir di level 0% atau bahkan negatif. Growth kredit yang sangat lemah tidak akan mungkin mendorong ekonomi kita dan ekonomi tidak mungkin hanya didorong dengan APBN sendiri," terangnya.


Dengan tidak adanya pertumbuhan kredit merupakan alarm tanda bahaya. Sebab artinya para korporasi tidak melalui bisnisnya. Sri Mulyani menyebutnya kondisi dunia usaha sedang pingsan.


"Maka situasi sekarang ini kita harus kembali atau berupaya bagaimana sektor-sektor keuangan dan korporasi kembali bisa melakukan bisnisnya. Secara hati-hati, namun harus mulai pulih, karena kalau terlalu lama dia pingsan ekonominya juga pingsan," terangnya.


Bagaimanapun caranya, dunia usaha baik korporasi maupun perbankan harus segera siuman. Jika tidak akan menjalar ke ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Artinya, lanjut Sri Mulyani, perbankan harus mulai menyalurkan kredit. Di sisi lain para korporasi juga harus mulai berani mengambil kredit.


Hal itu lah yang mendasari pemerintah bersama dengan OJK untuk memberikan relaksasi kredit. Pelaku usaha termasuk UMKM bisa tidak membayar utang pokoknya selama 6 bulan atau 9 bulan.


"Untuk usaha kecil bahkan bunganya dibayar disubsidi oleh pemerintah. Sehingga mereka tidak mengalami tekanan dari sisi pembayaran kreditnya. Untuk usaha kecil pun kita memberikan yang disebut jaminan pinjaman modal kerja," terangnya.


Di sisi perbankan, pemerintah juga terlindungi dengan jaminan pinjaman modal kerja itu. Sebab jika rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) naik tidak mempengaruhi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

https://indomovie28.net/movies/captain-underpants-the-first-epic-movie/


Sri Mulyani Sebut Rasio Pajak Terus Turun, Kenapa Ya?


Rasio pajak Indonesia disebut terus mengalami penurunan. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan sejumlah perbaikan dari sisi kebijakan maupun administrasi pajak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan dalam 10 tahun terakhir rasio pajak mengalami penurunan karena komoditas yang terus menurun.


"Sebagian bisa dijelaskan seperti komoditas yang menurun sangat tajam sesudah guncangan global 2008-2009," kata dia dalam webinar Pandemi dan Keberlanjutan Reformasi pajak, Selasa (8/12/2020).


Dia mengungkapkan akibat rendahnya rasio pajak ini, Indonesia memiliki gap pajak yang cukup besar. Padahal banyak potensi pajak namun tidak masuk ke penerimaan.


"Indonesia punya tax gap besar, yang harusnya bisa dicollect tapi tidak bisa. Ini karena policy maupun administrasi yang perlu diperbaiki," jelas dia.


Menurutnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) saat ini sudah banyak melakukan perubahan dari sisi administrasi untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Misalnya dari formulir pajak yang disederhanakan, pembayaran pajak melalui sistem elektronik hingga kantor untuk wajib pajak besar.

https://indomovie28.net/movies/badges-of-fury/