Selasa, 05 Januari 2021

Pandemi Belum Usai, Penjualan Tablet Semakin Meroket

 Pandemi COVID-19 membuat masyarakat dunia harus beradaptasi dengan kebiasaan bekerja dan belajar dari rumah secara virtual. Cara baru beraktivitas tersebut turut mendorong naiknya permintaan terhadap gawai untuk mendukung aktivitas virtual, salah satunya perangkat tablet.

Melansir androidheadline, Senin (4/1/2020) aktivitas belajar para siswa sekolah di rumah berkontribusi terhadap kenaikan signifikan penjualan tablet di seluruh dunia. Di saat orang tua dan anak membutuhkan gadget di waktu bersamaan, mau tak mau mereka memboyong perangkat tablet baru untuk beraktivitas di rumah.


Berdasarkan laporan Canalys, peningkatan angka penjualan tablet diproyeksi masih terjadi di tahun 2021. Kondisi tersebut membuat jumlah komputer dan tablet yang beredar di seluruh dunia mengalami peningkatan tajam. Di tahun 2019, tercatat 1,64 miliar unit komputer dan tablet beredar di seluruh dunia, dan di akhir 2021 diprediksi jumlahnya bertambah menjadi 1,77 miliar unit.


Para analis memperkirakan pertumbuhan penjualan tablet akan meningkat di atas 15 persen tahun 2021. Sebagai konsekuensi dari peningkatan tersebut, para produsen tablet berkejaran menyediakan stok di pasar untuk mengimbangi permintaan yang datang.


Tingginya permintaan terhadap tablet di masa pandemi tercermin dari eskalasi penjualan iPad tahun 2020. Pada kuartal IV-2020, penjualan iPad meningkat 45 persen secara year on year.


Memanfaatkan momentum yang ada, Apple dikabarkan bakal merilis iPad varian entry level hingga model tertinggi. Tambahan jajaran produk diharapkan semakin mengatrol penjualan saat permintaan meningkat.


Samsung dan produsen tablet lainnya juga melihat peluang yang sama. Kehadiran produk-produk tablet dari manufaktur besar seperti Apple dan Samsung membuat konsumen memiliki pilihan lebih luas terhadap produk tablet yang sesuai selera dan kebutuhan.

https://kamumovie28.com/movies/a-tale-of-three-sisters/


Jack Ma Menghilang, Netizen Mulai Cemas


 Jack Ma tidak diketahui kabar pastinya setelah mengkritik sistem keuangan China. Netizen pun mulai merasa cemas. Terbukti nama Jack Ma bertengger di papan atas trending topic dengan lebih dari 40 ribu cuitan sudah dilayangkan. Media di mancanegara juga sudah ramai mengabarkannya.

"Seorang pria kaya dengan harta USD 60 miliar tiba-tiba menghilang," begitu tulis seorang netizen. "Apakah ada yang tahu di mana Jack Ma? Rumornya ia menghilang setelah mengkritik pemerintah China," tulis yang lain.


"Di manakah Jack Ma? Cara pandangnya telah membantu karir saya dalam banyak hal," tulis seorang netizen yang merasa terbantu dengan nasihat-nasihat Jack Ma seputar bisnis dan pekerjaan.


"Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Jack Ma sedang diedukasi untuk memahami lagi cara berbisnis di China," sebut netizen yang berikutnya. "Padahal dia berkontribusi mendukung China, tapi hanya satu kritikan dan dia menghilang," cetus yang lain.


Terakhir kali Jack Ma muncul di hadapan publik adalah saat berpidato di Shanghai, di mana dia mengkritik sistem finansial China sudah usang, di depan pemerintah. Akun Twitter-nya yang biasanya cukup aktif juga sudah cukup lama tidak ada postingan.


Pidato itu berbuntut panjang. Empat pejabat dari regulator finansial China pada bulan November menyatakan mereka memanggil Jack Ma dan dua eksekutif top Ant. Mereka merekomendasikan regulasi yang lebih ketat pada perusahaan peminjam. IPO Ant juga telah dibatalkan.

https://kamumovie28.com/movies/delicious-three-sisters/

Senin, 04 Januari 2021

Vaksin COVID-19 Tiba, 14 Januari Nakes di Jateng Mulai Disuntik

 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjelaskan soal vaksinasi pertama di Jawa Tengah setelah vaksin COVID-19 Sinovac tiba. Diperkirakan dimulai pada 14 Januari 2021 dengan penerima para tenaga medis.

Hal itu diungkapkan Ganjar saat meninjau gudang farmasi Dinkes Jateng di Ngaliyan Kota Semarang dimana vaksin tiba sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.


"Ini tadi malam datangnya, sebanyak 62.560 dosis. Ini bertahap dan alhamdulillah sudah kita siapkan semuanya termasuk nanti sistem distribusinya ke daerah sampai ke penerima," kata Ganjar di lokasi, Senin (4/1/2021).


Ganjar menjelaskan untuk tahap pertama ini vaksinasi dilakukan mulai tanggal 14 Januari 2021. Target pertama adalah untuk tenaga kesehatan dan personel penunjang di seluruh fasilitas kesehatan.


"14 Januari (mulai vaksinasi). Targernya tahap pertama ini untuk Nakes. Kami sudah menghitung total Nakes sebanyak 177.784, kemudian tahap kedua nanti untuk pelayanan publik seperti TNI/Polri, Satpol PP, petugas bandara, pelabuhan, KA, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat sebanyak 1,1 juta. Setelah itu untuk masyarakat rentan pada tahap ketiga sebanyak 11,4 juta, dan tahap keempat untuk masyarakat umum lainnya 6,04 juta serta masyarakat lain termasuk pelaku ekonomi 4,5 juta," jelas Ganjar.


Ia menjelaskan pihaknyan sudah mendata penerimaan di masing-masing daerah. Sebanyak 35 Kabupaten/Kota sudah dihitung distribusi vaksin tahap awal ini.


"Sudah ada tabelnya dari 35 Kabupaten/Kota penerima vaksin ini. Terbanyak kalau saya lihat di Kota Semarang, kemudian Solo dan Banyumas. Itu yang rata-rata jumlahnya di atas 10.000 dosis," katanya.


Untuk pendistribusian menurut Ganjar tidak mudah karenan rantai dingin atau cold chain harus terjaga agar vaksin corona itu tidak rusak.


"Istilahnya harus ada rantai dingin, mulai dari sini sampai ke Kabupaten/Kota, Puskesmas bahkan sampai ke orangnya harus menggunakan tempat khusus. Ini nggak boleh putus agar vaksinnya tidak rusak. Kami sudah siapkan pengelolaan dengan hati-hati sambil menunggu jadwal-jadwal kedatangan berikutnya," tandasnya.


Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan setelah kedatangan vaksin tahap pertama ini, dalam waktu satu atau dua hari ini akan mulai distribusi ke daerah. Sedangkan untuk kedatangan tahap berikutnya, ia menjelaskan itu kewenangan Pustaka.


"Segera nanti kami distribusikan, dalam waktu 1-2 hari akan kami distribusikan ke Kabupaten/Kota," kata Yulianto.

https://tendabiru21.net/movies/lethal-admirer/


Biar Tak Terkecoh, Ini Bedanya Perut Buncit karena Hamil Vs Lemak


 Banyak wanita yang masih tidak menyadari bahwa dirinya hamil. Terlebih, saat tidak ada gejala spesifik serta bentuk perut yang memang sudah memiliki bakat besar karena sisa-sisa melahirkan sebelumnya.

Tak heran, banyak wanita yang kemudian tidak menyadari kalau sebenarnya dirinya hamil. Ciri-ciri perut hamil memang seringkali mirip dengan perut buncit, sehingga sulit membedakannya. Tetapi, sebenarnya ada perbedaan yang dapat dikenali.


"Gejala kehamilan sangatlah bervariasi dari setiap wanita. Biasanya, tanda awal kehamilan ialah menstruasi yang terlewat dan beberapa lainnya merasakan kelelahan dan sedikit mual," ujar dr Prudence Knight dari Push Doctor, dikutip dari HaiBunda.


Dokter Prudence menambahkan, faktanya, mual dan muntah serta kelelahan adalah gejala paling umum dari kehamilan. Gejala ini cenderung muncul sekira enam minggu dari haid terakhir dan membaik setelah 12 minggu dan seterusnya.


"Beberapa wanita juga mendapati sedikit bercak di sekitar waktu menstruasi. Ini diperkirakan karena embrio yang ditanamkan di rahim," tambahnya.


Mengutip dari laman Newtonbaby, jika sebelum kehamilan wanita memiliki perut yang rata atau six pack, tentunya perut tidak akan segera tampak membesar setelah kehamilan terjadi. Apalagi, wanita yang memiliki bentuk tubuh lebih tinggi tentunya penampakan tonjolan perut tidak akan segera terlihat.


Begitu juga jika ini jadi kehamilan pertama, maka pertumbuhan perut tidak akan langsung tampak. Hal ini akan tampak berbeda ketika menjalani kehamilan kedua dan seterusnya, maka ciri-ciri perut hamil akan segera terlihat dari penonjolan perut yang lebih tampak.


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://tendabiru21.net/movies/savages/