Indosat Ooredoo tidak akan menggunakan slot orbit 113 derajat BT pasca kegagalan peluncuran satelit Nusantara Dua mencapai orbit pada April lalu. Begini penjelasan Indosat soal melepas bisnis satelit.
Posisi Indosat Ooredoo pun diserahkan ke anak perusahaan Telkom, yaitu PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) guna mengamankan slot orbit 113 derajat BT yang seharusnya akhir 2020 kemarin menggantikan satelit Palapa D.
VP Head of Strategic Communications Indosat Adrian Prasanto mengatakan menghargai upaya Pemerintah dalam mempertahankan filing Indonesia pada slot orbit satelit 113BT dan keputusan untuk memilih Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat).
"Indosat Ooredoo akan terus fokus pada bisnis inti, dan kami berkomitmen untuk mendukung Telkomsat guna memastikan peralihan yang lancar dalam pengelolaan filing satelit di masa yang akan datang," ujarnya kepada detikINET, Rabu (6/1/2021).
Sebagai informasi, salah satu dampak kegagalan peluncuran Satelit Nusantara Dua adalah potensi penghapusan filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT oleh International Telecommunication Union (ITU), karena Indonesia tidak dapat menempatkan satelit di slot orbit 113 BT dalam batas waktu yang ditetapkan.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengajukan permohonan perpanjangan masa laku filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. Radio Regulations Board ITU menerima permohonan Indonesia tersebut dan diberikan waktu hingga 31 Desember 2024 untuk menempatkan satelit di slot orbit 113 BT.
Mempertimbangkan batas waktu yang telah diberikan ITU hingga 31 Desember 2024 tersebut, Kominfo mengambil sejumlah strategi untuk memastikan batas waktu tersebut dapat dipenuhi. Berdasarkan hasil evaluasi calon pengguna baru filing satelit Indonesia di slot orbit 113 derajat BT, terpilihlah Telkomsat.
Telkom mengungkapkan kesiapannya dan akan meluncurkan satelit internet cepat alias High Troughput Satellite (HTS) yang cocok untuk melayani pelanggan broadband satelit, mencakup pita frekuensi C band dan Ku band di slot orbit 113°BT sebelum 31 Desember 2024.
https://indomovie28.net/movies/the-sister-in-law/
Senggol Xi Jinping, Jack Ma Dinilai Bodoh Sekali
Pidato Jack Ma pada Oktober silam yang mengkritik sistem keuangan China adalah permulaan masalah yang menimpanya maupun dua perusahaannya, Ant Financial serta Alibaba. Pidato itu pun dinilai sebagai sebuah kebodohan.
Sebenarnya jika Jack Ma tidak berbicara seperti itu, IPO Ant Financial yang diprediksi memecahkan rekor kemungkinan akan berjalan mulus. Presiden China, Xi Jinping dan para pejabat ekonomi kabarnya tidak begitu memperhatikan IPO itu atau menganggapnya sebagai masalah.
"Terima kasih pada Ma sendiri, IPO itu jadi masuk dalam pantauan radar Xi Jinping," sebut seorang sumber Reuters yang menyindir Jack Ma.
Sosok ikonik di jagat teknologi itu dinilai melakukan blunder atau salah kalkulasi. Padahal ia sebenarnya sudah diingatkan jangan berbicara kontroversial lantaran beberapa pejabat tinggi China hadir saat dia menyampaikan pidatonya.
"Mereka (pemerintah) China menamparnya. Dia telah belajar, itulah kenapa dia menjadi diam pada dua bulan terakhir. Sebagian temannya berkata pada saya bahwa mereka tak percaya betapa bodoh Jack Ma," kata Shaun Rein, konsultan bisnis di Shanghai yang dikutip detikINET dari Associated Press, Kamis (7/1/2021).
Dalam pidatonya itu, pada intinya ia mengatakan bahwa regulasi keuangan yang ada sekarang dan sistem perbankan di China sudah ketinggalan zaman.
Menurut Jack Ma, sistem aturan perbankan yang disebut Basel Accords, yang dipakai sebagai regulasi di dunia dan di China, dibuat oleh sekelompok orang-orang tua. Ia mempertanyakan apakah China masih membutuhkannya di tengah perkembangan pesat pada saat ini.
Ia menyebut sistem finansial China didominasi bank pemerintah besar dan sebenarnya butuh teknologi lain. "Bank besar seperti sungai besar, kita perlu kolam, anak sungai dan sistem kanal kecil. Tanpa itu di ekosistem, banjir dan kekeringan akan selalu terjadi," katanya mengibaratkan.
Kritikan itulah yang membuat Presiden Xi Jinping turun tangan dan IPO Ant Financial dibatalkan. Sampai saat ini, juga belum diketahui bagaimana nasib Jack Ma. Meskipun, sumber dekat memastikan Jack Ma tidak ditahan, melainkan menenangkan diri di Hangzhou dan menghindari sorotan publik.