Kamis, 07 Januari 2021

Komoditas Paling Berharga di Dunia, Minyak Bumi atau Data?

 Data sering disebut sebagai komoditas paling berharga di dunia menggantikan posisi minyak Bumi. Banyak pihak setuju dengan hal ini, namun ada juga yang kurang setuju.

Mereka yang tidak setuju, menyatakan bahwa data sejatinya adalah sampah yang mengganggu dan tidak diperlukan. Kedua pandangan tersebut tidak ada

salahnya dan bisa saja benar, tergantung siapa yang mengelola data tersebut, jenis data apa yang dikelola, dan bagaimana data tersebut dikelola.

https://indomovie28.net/movies/reunion-goals-the-beginning/


Contoh simpel bisa kita lihat dari data LinkedIn yang bocor di tahun 2012, di mana 117 juta data pengguna LinkedIn, termasuk kredensial (username dan password) berhasil diretas dan diperjualbelikan di darkweb.


Di tangan orang awam, data ini paling hanya digunakan sebagai sarana untuk mengintip rahasia dari akun yang bocor tersebut atau melakukan posting berpura-pura sebagai pemilik akun tersebut. Bagi sekelompok orang lainnya, bukannya berkah, data pengguna sebanyak 117 juta itu sebaliknya malah bisa menjadi beban dan dianggap sampah karena memang ukurannya akan sangat besar dan tidak sembarang komputer mampu mengelola data tersebut.


Di tangan penipu di Indonesia, data tersebut kemungkinan akan digunakan untuk memalsukan diri sebagai pemilik akun dan meminta uang kepada teman-teman pemilik akun seperti yang banyak terjadi pada peretasan akun Facebook dan WhatsApp.


Jika 117 juta akun tersebut satu persatu digunakan untuk aktivitas penipuan meminta uang dan setiap harinya ada 100 akun dieksploitasi, maka 117 juta akun tersebut baru akan selesai di eksploitasi 1,17 juta hari atau sekitar 3.205 tahun.


Kalau asumsinya setiap keturunan penipu ini panjang umur berumur 100 tahun, kira-kira membutuhkan 32 turunan untuk menyelesaikan eksploitasi database yang bocor tersebut.


Kalau Vaksincom tidak memberitahukan bahwa email scam yang Anda terima ini adalah hasil eksploitasi database LinkendIn yang bocor, kemungkinan Anda akan dag dig dug khawatir ketika menerima email seperti di atas.


Bagaimana tidak, pengirim email bisa mengetahui dengan persis password akun Anda. Ia mengklaim Anda suka mengakses situs porno dan berhasil

merekam Anda sedang menonton film porno lengkap dengan film porno yang sedang Anda tonton karena berhasil mengaktifkan kamera komputer yang Anda gunakan.


Dana kalau tidak ingin video memalukan tersebut tersebar, maka Anda harus mengirimkan uang ke rekening Bitcoin yang telah diberikan pada email terlampir. Keberhasilan scam ini sangat rendah, namun andaikan 1% saja scam yang disebarkan ini menghasilkan, potensi uang yang didapatkan dari scammer ini masih 1,17 juta X USD 6 ribu atau sekitar USD 7 juta.


Contoh di atas memperlihatkan kalau who atau siapa sangat menentukan dalam pegelolaan data. Di tangan awam, data yang tadinya berisi informasi yang kurang berarti dapat menjadi sumber uang tambahan dengan berpura-pura meminjam uang, memalsukan pemilik akun, atau malah menjadi

tambang emas jika proses ini diotomasi dengan memanfaatkan program otomatis pengirim scam dan sistem keuangan Bitcoin yang sulit di lacak.

https://indomovie28.net/movies/seduction-4/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar