Kamis, 11 Februari 2021

Terlalu Sering Seks Oral, Adakah Risikonya? Ini Kata Dokter Gigi

 Seks oral termasuk salah satu variasi yang cukup populer. Meski tidak ada bahaya serius, bukan berarti tak berdampak jika dilakukan terus menerus.

Seperti yang dijelaskan dokter gigi asal Michigan Huzefa Kapadia, dalam video di akun TikTok-nya yang viral @dentite, seks oral terlalu sering bisa memicu memar hingga iritasi.


Menurutnya, hal ini terjadi karena ada objek yang nantinya secara terus-terusan menyentuh langit-langit mulut bagian belakang.


"Jika kamu, sebut saja mengemut lolipop. Satu atau dua kali mungkin tidak masalah. Namun jika secara terus menerus dan setiap saat, maka kamu bisa mendapat masalah," ujar Kapadia, dikutip dari Health pada Rabu (10/2/2021).


"Palatal petechiae. Itu namanya," jelasnya, merujuk pada memar di bagian dalam mulut.


Lebih lanjut, seorang dokter gigi di TikTok lainnya bernama Brad Podray turut angkat bicara mengenai topik yang tengah viral itu.


"Biasanya terdapat memar pada langit-langit mulut bagian belakang," ujar Podray.


"Saya merasa ini merupakan tanggung jawab saya untuk memberikan respons. Saya membuat unggahan tersebut karena ingin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hal ini dan untuk meyakinkan para anak muda agar tidak perlu merasa malu jika harus ke dokter gigi," kata Podray.


Lebih lanjut, seorang dekan dari University of Pennsylvania School of Dental Medicine bernama Mark Wolff, DDS, PhD mengatakan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan hal umum yang biasa terjadi pada seks oral.


Dr Wolff juga mengatakan bahwa palatal petechiae atau memar pada bagian langit-langit mulut bagian belakang ini dapat sembuh dengan cepat seperti memar pada bagian tubuh lainnya, yakni sekitar 1 sampai 7 hari serta tidak berisiko terjadi kerusakan permanen.

https://indomovie28.net/movies/manner-teacher/


10 Pantangan Saat Bercinta, Jaminan Libido Ngedrop kalau Dilanggar


Menjaga hubungan intim dengan pasangan merupakan salah satu kunci untuk menjaga pernikahan agar tetap harmonis. Namun, terdapat sejumlah hal yang membuat waktu bercinta dengan pasangan menjadi tidak seru.

Oleh sebab itu, kamu dan pasangan harus benar-benar memperhatikan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan di tengah-tengah aktivitas bercinta. Berikut 10 hal yang harus dihindari saat berhubungan seks dengan pasangan.


1. Mengomentari negatif tubuh pasangan

Pasanganmu tentunya tidak ingin mendengarkan komentar negatif mengenai tubuhnya. Jika kamu ingin memberikan masukan positif kepada pasangan, kamu bisa melakukannya di waktu lain saat suasana sedang santai.


2. Tidak bersuara

Diam saja dan tidak bersuara saat bercinta dengan pasangan dapat merusak suasana hati pasangan, loh, Menurut pakar, seks merupakan tentang mengkomunikasikan dan memberikan pasanganmu petunjuk mengenai apa yang sedang terjadi.


3. Berdiskusi di luar seks

Saat bercinta, kamu dan pasanganmu harus mengetahui batasan-batasan tentang hal yang harus dibicarakan. Jika kamu dan pasangan membicarakan hal yang tidak berkaitan dengan seks, kamu bisa saja menghancurkan suasana intim saat bercinta.


4. Hanya fokus pada satu area

Agar suasana saat berhubungan seks tidak membosankan, kamu dan pasangan dapat menjelajahi tubuh satu sama lain untuk menambah gairah dan keseruan aktivitas bercinta, jangan hanya fokus di satu area tertentu.


5. Mengkritik cara pasangan bermain

Memberikan pasanganmu petunjuk untuk melakukan apa yang kamu sukai tentunya sangat diperbolehkan. Namun, jika kamu harus mengkritik cara pasanganmu bermain, kamu malah bisa menghancurkan suasana. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal tersebut, kamu dapat menyampaikan apa yang kamu inginkan sebelum bercinta.


6. Tidak peduli dengan bau mulut dan tubuh

Meskipun pasanganmu dapat menerima kamu apa adanya, kamu tidak boleh mengabaikan bau mulut dan bau badan sendiri. Sebelum melakukan hubungan intim, kamu dan pasanganmu dapat meluangkan waktu sebentar untuk menyikat gigi serta menyemprot penyegar mulut terlebih dahulu.


Ada beberapa hal lain yang perlu dicatat saat berhubungan seks agar mood pasangan tak berantakan.


TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI

https://indomovie28.net/movies/are-you-here-2/

Rabu, 10 Februari 2021

7 Ramalan Berani Bill Gates Tentang Masa Depan Manusia

 Gemar membaca dan berkecimpung di yayasan amal untuk kemanusiaan, Bill Gates amat memperhatikan apa yang mungkin akan terjadi di masa depan. Sebagian prediksinya memberi harapan, tapi ada juga yang suram.

Dihimpun detikINET, Selasa (9/2/2021) dari berbagai sumber, berikut ini contoh ramalan Bill Gates yang sebagian berbentuk ancaman di masa depan:


1. Ancaman Bio Terorisme


Potensi bencana terkait serangan menggunakan senjata biologi oleh pihak-pihak tertentu menurut Bill Gates bukan omong kosong sehingga harus diwaspadai.


"Bio terorisme. Seseorang yang ingin mengakibatkan kerusakan bisa menciptakan virus dan itu artinya, peluang untuk menuju ke arah ini lebih besar daripada epidemi yang disebabkan oleh alam seperti saat ini," paparnya dalam wawancara dengan YouTuber Derek Muller di channel Veritasium.


Tahun 2017, ia menyebut bahwa senjata biologi semacam flu super atau cacar bisa disalahgunakan oleh teroris. Kemungkinan paling fatal adalah terbunuhnya puluhan juta manusia. Itu sebabnya ia gencar mengembangkan teknologi vaksin sebagai langkah antisipasi.


2. Bahaya Perubahan Iklim


"Setiap tahun akan ada angka kematian yang lebih besar daripada pandemi ini (akibat perubahan iklim)," katanya dalam wawancara yang sama. Perubahan iklim memang kian hari semakin terasa dampaknya, dari makin cepatnya pencairan es, banjir, kebakaran hutan dan lain sebagainya.


Akhir tahun silam, ia menyebut bahwa jika upaya untuk menangani perubahan iklim tidak segera dipercepat akan sulit bagi manusia untuk menghindari bencana iklim. Menemukan inovasi tentang bagaimana menghasilkan listrik, manufaktur produk, dan mengirimkan barang secara global dengan cara nol-karbon sama pentingnya dengan melakukan tes dan menemukan vaksin COVID-19.


"Pada 2060, perubahan iklim bisa sama mematikannya dengan COVID-19, dan pada 2100 bisa lima kali lebih mematikan," jelas Bill Gates.


3. Robot Makin Berkuasa


Dalam waktu sekitar 20 tahun, Bill Gates pernah mengutarakan prediksi bahwa pabrik-pabrik dan fasilitas gudang di seluruh dunia berpotensi digantikan oleh robot atau otomatisasi. Maka banyak tenaga kerja manusia yang akan tergantikan, jumlahnya bisa ribuan bahkan jutaan.


"Pergantian pada aktivitas tertentu ini akan terjadi sekaligus," sebutnya. Belakangan, memang semakin banyak robot menggantikan posisi manusia di berbagai industri. Menurutnya,ketika nantinya robot menggantikan manusia, mereka harus diperlakukan sama dengan pekerja manusia, yakni dikenai pajak.


"Saat ini, katakanlah pekerja manusia diupah USD 50 ribu di sebuah pabrik. Upah tersebut sudah dikenai pajak dan Anda pun mendapat penghasilan yang dipotong pajak, pajak keamanan sosial dan pajak lainnya. Jika robot melakukan hal yang sama, saya pikir robot pun harus dikenai pajak yang sama," ujar Bill Gates.

https://tendabiru21.net/movies/are-you-here/


DKI Sumbang 3.309 Kasus, Ini Sebaran 8.776 Kasus Baru COVID-19 RI 10 Februari


Pemerintah melaporkan penambahan 8.776 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Rabu (10/2/2021). Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.183.555 kasus COVID-19.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi yakni 3.309, disusul Jawa Tengah dengan 1.220 kasus, dan Jawa Barat sebanyak 660 kasus.


Detail perkembangan virus Corona Rabu (10/2/2021), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 8.776 menjadi 1.183.555

Pasien sembuh bertambah 9.520 menjadi 982.972

Pasien meninggal bertambah 191 menjadi 32.167

Tercatat sebanyak 70.312 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 77.526.


Sebaran 8.776 kasus baru Corona di Indonesia pada Rabu (10/2/2021).


DKI Jakarta: 3.309 kasus

Jawa Tengah: 1.220 kasus

Jawa Barat: 660 kasus

Jawa Timur: 603 kasus

Kalimantan Timur: 498 kasus

Bali: 305 kasus

DI Yogyakarta: 291 kasus

Sumatera Utara: 224 kasus

Sulawesi Selatan: 180 kasus

Riau: 173 kasus

Kalimantan Selatan: 145 kasus

Sumatera Barat: 141 kasus

Lampung: 106 kasus

Papua: 101 kasus

NTB: 90 kasus

NTT: 90 kasus

Bangka Belitung: 89 kasus

Sumatera Selatan: 74 kasus

Sulawesi Tengah: 63 kasus

Kalimantan Utara: 55 kasus

Jambi: 45 kasus

Maluku Utara: 40 kasus

Kepulauan Riau: 37 kasus

Sulawesi Utara: 34 kasus

Banten: 30 kasus

Kalimantan Tengah: 30 kasus

Maluku: 30 kasus

Gorontalo: 26 kasus

Sulawesi Barat: 23 kasus

Papua Barat: 23 kasus

Kalimantan Barat: 19 kasus

Sulawesi Tenggara: 12 kasus

Bengkulu: 7 kasus

Aceh: 3 kasus

https://tendabiru21.net/movies/you-are-here/