Kamis, 25 Februari 2021

Apresiasi Penetapan PP Postelsiar: 'Demi Kepentingan Nasional'

 Pemerintah akhirnya menyelesaikan aturan turunan UU Cipta kerja, termasuk Peraturan Pemerintah no. 46 tahun 2021 mengenai mengenai bidang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran (Postelsiar).

Hal ini diapresiasi oleh Agung Harsoyo, Komisioner BRTI 2015-2018, yang menyebut PP Postelsiar ini sebagai terobosan perundangan yang dibuat oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo.


Apresiasi ini diberikan Agung karena PP Postelsiar ini mengatur OTT lokal maupun asing serta memberikan kewenangan pada operator telekomunikasi untuk mengelola trafik internet.


Hal ini menurutnya penting dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pemberian layanan kepada masyarakat.


"Dengan RPP Postelsiar ini saya melihat Pemerintah dalam membuat regulasi mengharapkan agar aturan baru ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia dari pada kepentingan asing. Kepentingan nasional, kepentingan masyarakat Indonesia dan industri dalam negeri harus menjadi prioritas Pemerintah. Jangan sampai negara, masyarakat dan industri dalam negeri tak mendapatkan manfaat apapun dari keberadaan OTT asing di Indonesia," ungkap Agung.


Di PP Postelsiar mencantumkan kerja sama pelaku usaha baik nasional maupun asing yang menjalankan kegiatan usaha melalui internet kepada pengguna di wilayah Indonesia dengan penyelenggara jaringan telekomunikasi dan/atau penyelenggara jasa telekomunikasi dilaksanakan berdasarkan prinsip adil, wajar, dan non-diskriminatif, serta menjaga kualitas layanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Selanjutnya dicantumkan kerja sama dikecualikan bagi pelaku usaha berupa pemilik dan/atau pengguna akun pada kanal media sosial, kanal platform konten, kanal marketplace, dan jenis kanal lainnya. Menurut Agung pasal itu untuk demokratisasi informasi dengan tujukan agar pelaku usaha individual dalam negeri dapat membuat konten.


Selain itu terdapat juga pengaturan untuk memenuhi kualitas layanan kepada penggunanya dan/atau untuk kepentingan nasional, penyelenggara jaringan telekomunikasi dan/atau penyelenggara jasa telekomunikasi dapat melakukan pengelolaan trafik.


Tujuan pemerintah dalam hal ini menurut dosen ITB tersebut untuk menyeimbangkan tiga sudut pandang sekaligus, yaitu pelaku industri, masyarakat (pelanggan) dan pemerintah. Karena diaturnya kualitas maka operator telekomunikasi berlomba menyajikan layanan terbaik. Sehingga masyarakat yang menikmati dan pemerintah mendapatkan benefit.

https://nonton08.com/movies/living-with-my-cousin/


Mengenal Sub-Zero, Villain Mortal Kombat yang Diperankan Joe Taslim


Trailer perdana film Mortal Kombat telah rilis di internet, memperlihatkan karakter ikonik Sub-Zero yang diperankan oleh Joe Taslim dengan kemampuan fatality yang sungguh luar biasa.

Kemampuan menciptakan es dari tangannya sudah menjadi sesuatu yang mengesankan dan melekat bagi para gamer yang memainkan game Mortal Kombat.

Namun belum banyak yang mengetahui asal-usul dari karakter berdarah dingin, Sub-Zero. Siapakah Sub-Zero, karakter yang diperankan oleh Joe Taslim di Mortal Kombat? Bagaimana kisahnya?


Kenyataannya, Sub-Zero merupakan dua karakter yang berbeda namun masih memiliki hubungan keluarga. Perkenalkan Bi-Han dan Kuai Liang yang merupakan karakter yang menggunakan nama Sub-Zero di Mortal Kombat.


Pada awalnya, nama Sub-Zero digunakan oleh Bi-Han, kakak kandung Kuai Liang sebagai pembunuh yang tidak kenal ampun. Mereka berdua merupakan putra dari ayah keturunan ras Cryomancer dan Ibu manusia keturunan China-Amerika.

https://nonton08.com/movies/national-sexuality-management-committee/

Merger Indosat dan Tri Bisa Tantang Telkomsel

 Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan Indosat Ooredoo tengah melakukan penjajakan satu sama lain sebelum mencapai kesepakatan untuk merger. Menurut, analisis Opensignal, apabila merger Indosat dan Tri terjadi, maka dapat mengubah peta persaingan operator seluler di Indonesia sekaligus penantang terkuat Telkomsel.

Disampaikan Francesco Rizzato dari Opensignal, jika kesepakatan selesai, pelanggan mungkin masih akan menunggu dalam hitungan bulan atau bahkan tahun untuk merasakan manfaat dari merger kedua operator seluler ini.


Sebab dalam proses penggabungan dua entitas perusahaan, diperlukan waktu bagi operator untuk mengintegrasikan jaringan yang ada dan menciptakan sinergi. Kendati begitu, kata Rizzato, beberapa perubahan bisa datang lebih cepat.


Opensignal sendiri telah melakukan analisis apabila merger Indosat dan Tri terjadi. Opensignal melihat bahwa Indosat unggul dalam hal memberikan pengalaman kecepatan download dan upload internet yang lebih baik daripada Tri. Namun dari sisi pengalaman streaming video dan game, Tri jadi yang terdepan ketimbang Indosat.

https://nonton08.com/movies/we-are-your-friends/


"Ini menunjukkan jika kedua operator merger, tidak hanya pengguna smartphone dari satu operator saja yang akan melihat pengalaman rata-rata yang meningkat, tetapi pengguna kedua operator tersebut akan melihat peningkatan di sejumlah kategori pengalaman mobile," tutur Rizzato dalam keterangan tertulisnya.


"Sementara di kategori lain mengalami penurunan, sehingga menunjukkan bagaimana dua operator 'unggul' dalam kategori pengalaman seluler yang berbeda," ucapnya menambahkan.


Dari empat kategori yang dianalisis, yaitu soal pengalaman kecepatan internet download, kecepatan internet upload, pengalaman video, dan pengelaman game, Opensignal mengungkapkan, hanya pengalaman game dan pengalaman kecepatan internet upload yang menunjukkan gabungan skor Indosat dan Tri lebih tinggi dari rata-rata nasional, sedangkan pengalaman kecepatan internet download dan pengalaman video berada di bawah rata-rata nasional.


Itu disebabkan, Telkomsel yang memiliki menguasai pasar pelanggan seluler di Indonesia, punya skor yang bobotnya lebih besar dari rata-rata nasional. Begitu juga keunggulan dalam kecepatan internet download dan pengalaman video.


"Mencapai rata-rata nasional adalah tujuan yang lebih menantang bagi gabungan skor Indosat dan Tri di kedua kategori tersebut," kata Rizzato.


Opensignal menganalisis bagaimana skor gabungan Indosat dan Tri bervariasi secara regional. Di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, dan menemukan bahwa Indosat mendapat skor lebih rendah dari 3 di keempat wilayah.


Skor pengalaman video, keduanya mendapat penilaian ambang batas untuk wilayah Jawa dan Kalimantan meraih penilaian skor baik.


Apabila kecepatan internet download Tri dan Indosat digabung, hasilnya akan di atas 10Mbps di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, sedangkan Sumatera menyentuh 9,5Mbps.


"Meskipun merger merupakan peluang bagi kedua operator Indonesia untuk memperkuat posisi kompetitif mereka di pasar, kemungkinan besar akan membutuhkan waktu sebelum pengguna melihat manfaat dari pengalaman seluler mereka karena entitas gabungan tersebut mengintegrasikan jaringan mereka, menciptakan sinergi, dan berpotensi menantang pemimpin pasar Telkomsel," pungkas Rizzato.

https://nonton08.com/movies/female-hostel-2/