Jumat, 05 Maret 2021

Fakta-fakta B.1.1.317, Varian Terbaru Corona Rusia yang Gemparkan Australia

 Berbagai varian baru virus Corona bermunculan. Terbaru, Australia melaporkan temuan kasus terkait varian terbaru asal Rusia, B.1.1.317.

Sedikitnya ada dua kasus yang dilaporkan terkait varian tersebut. Keduanya ditemukan di Queensland, di sebuah hotel yang menjadi tempat karantina warga Australia yang baru pulang dari luar negeri.


Apa itu varian Rusia?

Dikutip dari ABC.net.au, saat ini belum banyak yang diketahui tentang varian baru ini. Namun diketahui, varian ini bersirkulasi di Inggris, Thailand, dan Swiss sejak awal Desember tahun lalu.


Nama resminya adalah B.1.1.317.


Kenapa disebut varian Rusia?

Prof Peter Collignon dari ANU Medical School menjelaskan, nama varian baru biasanya diambil dari wilayah tempat varian tersebut pertama kali ditemukan. Sementara itu Dr Kirsty Short dari University of Queensland mengatakan, varian Rusia yang ditemukan pertama di Rusia belum tentu muncul pertama kali di wilayah tersebut.


Apakah lebih menular?

Profesor kesehatan masyarakat dari Queensland University of Technology (QUT), Gerry Fitzgerald, menjelaskan bahwa varian baru umumnya memang lebih menular. Namun tidak serta merta bisa diartikan lebih berbahaya.


Vaksin masih manjur?

Belum bisa dipastikan karena belum banyak yang diketahui tentang varian baru ini. Namun menurut Prof Fitzgerald, bukti-bukti yang ada saat ini menunjukkan vaksin masih bekerja. Tapi tetap harus wait and see.


"Sampai kita menemukan varian yang tidak merespons vaksin, itu baru jadi masalah," katanya.

https://kamumovie28.com/movies/underwater-3/


Kesehatan Pencernaan & Imunitas Terjaga dengan Herbal dari TEMUFIT


Di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, penting sekali bagi Anda untuk senantiasa menjaga daya tahan tubuh. Salah satunya dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. Meski terkesan sepele, membiasakan gaya hidup sehat terkadang bisa menjadi satu tantangan berat terlebih di tengah gaya hidup masyarakat modern yang serba cepat dan instan.

Gaya hidup modern ini sering kali tampak pada pola konsumsi serba yang cepat, kurangnya waktu istirahat, minim kegiatan olahraga serta tingkat stres yang tinggi. Akibatnya, Anda dapat dengan mudah terkena risiko masalah kesehatan, seperti terserang virus COVID-19 maupun terkena berbagai penyakit lain dari gaya hidup yang tak sehat itu.


Salah satu masalah kesehatan yang mungkin sekali ditemui jika Anda mengabaikan gaya hidup sehat adalah masalah lambung dan sistem pencernaan. Dilansir dari Healthline, sistem pencernaan merupakan bagian tubuh yang rumit dan ekstensif. Seringkali, masalah pada sistem pencernaan ini tak dirasakan dan diabaikan oleh banyak orang, padahal bisa menyebabkan penyakit kronis yang lebih serius.


Diketahui, gangguan pada lambung dan sistem pencernaan mengakibatkan penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi tidak optimal. Adapun gangguan pada lambung dan sistem pencernaan dapat menimbulkan banyak risiko penyakit seperti maag, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), konstipasi, serta Inflammatory Bowel Disease (IBD). Tak hanya itu, masalah pencernaan pun dapat mengakibatkan penyakit serius seperti diabetes, stroke, kolesterol, kanker, gangguan haid, asam urat dan lain sebagainya.


Untuk dapat menjaga daya tahan tubuh dan menghindari masalah gangguan pencernaan, Anda dapat memanfaatkan produk herbal yang tepat dan aman. Terlebih, Indonesia terkenal dengan keragaman tanaman herbalnya yang dapat dimanfaatkan untuk menangkal berbagai macam penyakit.

https://kamumovie28.com/movies/underwater-2/

Obesitas Jadi Faktor Pendorong Terbesar Kematian COVID-19 di Dunia

 Studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Johns Hopkins University dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan obesitas sebagai faktor pendorong terbesar kematian karena COVID-19. Tingkat kematian COVID-19 disebut bisa 10 kali lebih tinggi di negara yang sekitar 50 persen populasinya obesitas.

Laporan studi yang melihat hubungan 'dramatis' ini lebih lanjut menemukan sekitar 90 persen atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian COVID-19 dunia terjadi di negara dengan tingkat obesitas tertinggi.


Amerika Serikat (AS) dan Inggris jadi contoh negara dengan masalah obesitas yang melaporkan banyak kematian COVID-19. Inggris disebut studi memiliki 184 kematian COVID-19 per 100 ribu penduduk dan 63,7 persen populasinya obesitas, sementara AS memiliki 152,49 kematian COVID-19 per 100 ribu penduduk dan 67,9 persen populasinya obesitas.


"Lihat Jepang dan Korea Selatan, mereka memiliki tingkat kematian COVID-19 yang rendah, begitu juga dengan obesitasnya," kata salah satu peneliti, Profesor Tim Lobstein, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (5/3/2021).


Presiden World Obesity Federation, John Wilding, berkomentar kemungkinan para penyandang lansia bisa dianggap sebagai kelompok yang mendapat prioritas mendapat vaksin COVID-19. Tujuannya untuk bisa segera mengurangi kasus-kasus kematian.


"Sangat penting agar kita mengenali bahwa obesitas... meningkatkan risiko," ungkap John.

https://kamumovie28.com/movies/underwater/


Fakta-fakta B.1.1.317, Varian Terbaru Corona Rusia yang Gemparkan Australia


Berbagai varian baru virus Corona bermunculan. Terbaru, Australia melaporkan temuan kasus terkait varian terbaru asal Rusia, B.1.1.317.

Sedikitnya ada dua kasus yang dilaporkan terkait varian tersebut. Keduanya ditemukan di Queensland, di sebuah hotel yang menjadi tempat karantina warga Australia yang baru pulang dari luar negeri.


Apa itu varian Rusia?

Dikutip dari ABC.net.au, saat ini belum banyak yang diketahui tentang varian baru ini. Namun diketahui, varian ini bersirkulasi di Inggris, Thailand, dan Swiss sejak awal Desember tahun lalu.


Nama resminya adalah B.1.1.317.


Kenapa disebut varian Rusia?

Prof Peter Collignon dari ANU Medical School menjelaskan, nama varian baru biasanya diambil dari wilayah tempat varian tersebut pertama kali ditemukan. Sementara itu Dr Kirsty Short dari University of Queensland mengatakan, varian Rusia yang ditemukan pertama di Rusia belum tentu muncul pertama kali di wilayah tersebut.


Apakah lebih menular?

Profesor kesehatan masyarakat dari Queensland University of Technology (QUT), Gerry Fitzgerald, menjelaskan bahwa varian baru umumnya memang lebih menular. Namun tidak serta merta bisa diartikan lebih berbahaya.


Vaksin masih manjur?

Belum bisa dipastikan karena belum banyak yang diketahui tentang varian baru ini. Namun menurut Prof Fitzgerald, bukti-bukti yang ada saat ini menunjukkan vaksin masih bekerja. Tapi tetap harus wait and see.


"Sampai kita menemukan varian yang tidak merespons vaksin, itu baru jadi masalah," katanya.

https://kamumovie28.com/movies/fall-from-grace-2/