Minggu, 11 April 2021

Bikin Maia Estianty Kena COVID-19 Lagi, Amankah Berpelukan Saat Pandemi?

 Musisi Maia Estianty mengaku mengalami reinfeksi atau terinfeksi COVID-19 untuk kedua kalinya. Ia meyakini tertular gara-gara berpelukan dengan seseorang yang ternyata positif COVID-19.

Berbeda dengan infeksi terdahulu yang asimptomatis, kali ini Maia mengaku mengalami gejala ringan berupa gatal di tenggorokan. Ia kini dinyatakan negatif setelah 6 hari menjalani isolasi mandiri.


Soal sumber penularan, Maia meyakini tertular lagi gara-gara memeluk seorang teman yang ternyata positif.


"Walaupun biasanya aku sangat jaga protokol, tapi ternyata aku ketemu orang yang kemudian aku peluk. Ternyata orang yang aku peluk ini positif," kata Maia dikutip dari detikHot.


Benarkah pelukan bisa menularkan COVID-19?

Dikutip dari CTVnews, para pakar meyakini pelukan bisa menularkan COVID-19 dengan dua cara. Pertama lewat droplet secara langsung, mengingat jarak aman penularan lewat droplet adalah sekitar 1,6 meter, dan pelukan tidak mungkin dilakukan lebih jauh dari itu.


Kemungkinan kedua adalah penularan tidak langsung melalui kontak fisik.


"Saat Anda berpelukan, Anda relatif dekat face-to-face. Di sela bernapas, bicara, batuk, bersin, atau apapun yang bisa terjadi saat berpelukan, Anda bisa mengeluarkan droplet," kata Zain Chagla, ahli infeksi dari McMaster University in Hamilton.

Sesekali berpelukan dalam waktu singkat, risikonya disebut 'mungkin' rendah tetapi bukan tanpa risiko sama sekali. Meski pelukan maupun kontak fisik pada umumnya punya sederet manfaat, sebisa mungkin memang dihindari jika tidak yakin keduanya bebas COVID-19.


Sedangkan untuk meminimalkan risiko, para pakar memberikan beberapa saran jika terpaksa harus berpelukan. Selain keduanya harus pakai masker, usahakan wajah menghadap ke arah yang saling berlawanan, dan hindari saling menyentuhkan wajah maupun menyentuhkan wajah ke pakaian.


"Karena pada umumnya pelukan hanya berlangsung singkat, dan 'singkat' adalah benar-benar kunci, saya pikir selalu ada cara untuk menurunkan risiko hingga level yang saya kira bisa diterima, terutama mengingat berbagai manfaat berpelukan," kata Lindsey Marr dari Virginia Tech di Blacksburg, dikutip dari Newscientist.

https://indomovie28.net/movies/les-vamps-autant-en-emportent-les-vamps/


Alhamdulillah, Singapura Bakal Izinkan Perawat Pakai Hijab


Pemerintah Singapura akan mengizinkan perawat Muslim untuk menggunakan hijab. Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong dalam pertemuan bersama komunitas Muslim Melayu pada Sabtu (10/4/2021).

Menurutnya, perubahan tersebut dibutuhkan lantaran sikap orang telah banyak berubah. Penggunaan hijab di lingkungan sosial dan pekerjaan saat ini juga merupakan hal yang umum.


"Kita harus bersiap untuk membuat perubahan tersebut pada perawat, sebab sikap orang-orang telah berubah, di lingkungan sosial dan pekerjaan, hijab merupakan hal yang umum," kata Lee, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (11/4/2021).


Lee menambahkan, sebenarnya Pemerintah Singapura telah membahas izin menggunakan hijab untuk para perawat sejak lama. Hanya saja, pihaknya membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya.


"Kami harus memastikan bahwa semua orang memahami penyesuaian ini. Ini bukan perubahan secara keseluruhan, kami ingin orang-orang menyadari batasan-batasannya. Kami juga harus memastikan bahwa warga Singapura, Muslim dan non-Muslim, siap untuk menerima langkah tersebut," jelasnya.


Oleh sebab prosesnya membutuhkan sedikit waktu, Lee mengatakan target untuk keputusan akhir dari langkah ini akan diambil pada akhir Agustus 2021 mendatang.


Pasalnya, sebagai negara multiras dan multiagama, Pemerintah Singapura ingin terus menciptakan harmonisasi, sehingga setiap keputusan yang diambil harus dipikirkan secara matang dan perlahan.

https://indomovie28.net/movies/longitude/


Ada Benjolan di Payudara? Belum Tentu Kanker, Ini Kemungkinan Lainnya

 Beberapa perempuan merasakan adanya pertumbuhan jaringan yang tidak lazim pada payudaranya. Saat diraba terasa seperti benjolan. Hati-hati, bisa saja itu tanda kanker payudara.

Menurut American Cancer Society, 1 dari 8 perempuan akan mengalami kanker payudara dalam hidupnya. Karenanya, penting bagi perempuan untuk rutin melakukan pemeriksaan kanker payudara.


Pemeriksaan kanker payudara sebenarnya dapat dilakukan mandiri dari rumah yaitu dengan meraba payudara dan merasakan apakah ada atau tidaknya benjolan pada payudara.


Jika merasakan adanya benjolan pada payudara, penting untuk perempuan mengetahui faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan tekstur pada jaringan payudaranya, hal itu disebabkan karena kanker tidak selalu menjadi penyebabnya.


Berikut adalah hal yang dapat sebabkan benjolan pada payudara, dikutip dari Health:


1. Papilloma

Menurut American Cancer Society, papiloma intraduktal adalah tumor jinak atau tumor mirip kutil yang tumbuh di saluran susu payudara. menurut American Cancer Society. Papiloma sering terjadi pada wanita berusia 35 hingga 55 tahun.


Papiloma terdiri dari kelenjar dan jaringan fibrosa serta pembuluh darah yang tumbuh di saluran susu dan dapat menyebabkan benjolan di dekat puting. Papiloma dapat menyebabkan keluarnya cairan bening atau berdarah dari putting.


Cara untuk mengatasinya adalah dengan mengangkat papiloma dengan pembedahan, bersama dengan bagian duktus tempatnya tumbuh. Prosedur ini dilakukan oleh dokter.


Jika hanya memiliki satu papilloma tidak membawa risiko kanker payudara, sedangkan pada orang yang memiliki lebih dari satu risiko akan meningkat.


2. Perubahan payudara fibrokistik

Menurut American Cancer Society, banyak benjolan payudara ternyata disebabkan oleh fibrosis dan/atau kista. Perubahan ini adalah non-kanker atau jinak pada jaringan payudara, perubahan ini disebut fibrokistik.


Paling umum terjadi pada perempuan pada rentang usia 30 sampai 40 tahun. Tetapi, dapat juga memengaruhi perempuan di segala usia.


Fibrosis payudara membuat pengidap memiliki jaringan ikat ekstra di payudara yang terasa menggumpal. Fibrosis adalah jenis jaringan yang sama yang membentuk ligamen dan jaringan parut.


Sedangkan kista adalah kantung kecil berisi cairan, yang biasanya berbentuk bulat dan juga dapat bergerak di sekitar payudara. Kista berjalan seiring dengan fibrosis.

https://indomovie28.net/movies/fletch-lives/


Bikin Maia Estianty Kena COVID-19 Lagi, Amankah Berpelukan Saat Pandemi?


Musisi Maia Estianty mengaku mengalami reinfeksi atau terinfeksi COVID-19 untuk kedua kalinya. Ia meyakini tertular gara-gara berpelukan dengan seseorang yang ternyata positif COVID-19.

Berbeda dengan infeksi terdahulu yang asimptomatis, kali ini Maia mengaku mengalami gejala ringan berupa gatal di tenggorokan. Ia kini dinyatakan negatif setelah 6 hari menjalani isolasi mandiri.


Soal sumber penularan, Maia meyakini tertular lagi gara-gara memeluk seorang teman yang ternyata positif.


"Walaupun biasanya aku sangat jaga protokol, tapi ternyata aku ketemu orang yang kemudian aku peluk. Ternyata orang yang aku peluk ini positif," kata Maia dikutip dari detikHot.


Benarkah pelukan bisa menularkan COVID-19?

Dikutip dari CTVnews, para pakar meyakini pelukan bisa menularkan COVID-19 dengan dua cara. Pertama lewat droplet secara langsung, mengingat jarak aman penularan lewat droplet adalah sekitar 1,6 meter, dan pelukan tidak mungkin dilakukan lebih jauh dari itu.


Kemungkinan kedua adalah penularan tidak langsung melalui kontak fisik.


"Saat Anda berpelukan, Anda relatif dekat face-to-face. Di sela bernapas, bicara, batuk, bersin, atau apapun yang bisa terjadi saat berpelukan, Anda bisa mengeluarkan droplet," kata Zain Chagla, ahli infeksi dari McMaster University in Hamilton.

https://indomovie28.net/movies/patient-seven/