Beberapa perempuan merasakan adanya pertumbuhan jaringan yang tidak lazim pada payudaranya. Saat diraba terasa seperti benjolan. Hati-hati, bisa saja itu tanda kanker payudara.
Menurut American Cancer Society, 1 dari 8 perempuan akan mengalami kanker payudara dalam hidupnya. Karenanya, penting bagi perempuan untuk rutin melakukan pemeriksaan kanker payudara.
Pemeriksaan kanker payudara sebenarnya dapat dilakukan mandiri dari rumah yaitu dengan meraba payudara dan merasakan apakah ada atau tidaknya benjolan pada payudara.
Jika merasakan adanya benjolan pada payudara, penting untuk perempuan mengetahui faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan tekstur pada jaringan payudaranya, hal itu disebabkan karena kanker tidak selalu menjadi penyebabnya.
Berikut adalah hal yang dapat sebabkan benjolan pada payudara, dikutip dari Health:
1. Papilloma
Menurut American Cancer Society, papiloma intraduktal adalah tumor jinak atau tumor mirip kutil yang tumbuh di saluran susu payudara. menurut American Cancer Society. Papiloma sering terjadi pada wanita berusia 35 hingga 55 tahun.
Papiloma terdiri dari kelenjar dan jaringan fibrosa serta pembuluh darah yang tumbuh di saluran susu dan dapat menyebabkan benjolan di dekat puting. Papiloma dapat menyebabkan keluarnya cairan bening atau berdarah dari putting.
Cara untuk mengatasinya adalah dengan mengangkat papiloma dengan pembedahan, bersama dengan bagian duktus tempatnya tumbuh. Prosedur ini dilakukan oleh dokter.
Jika hanya memiliki satu papilloma tidak membawa risiko kanker payudara, sedangkan pada orang yang memiliki lebih dari satu risiko akan meningkat.
2. Perubahan payudara fibrokistik
Menurut American Cancer Society, banyak benjolan payudara ternyata disebabkan oleh fibrosis dan/atau kista. Perubahan ini adalah non-kanker atau jinak pada jaringan payudara, perubahan ini disebut fibrokistik.
Paling umum terjadi pada perempuan pada rentang usia 30 sampai 40 tahun. Tetapi, dapat juga memengaruhi perempuan di segala usia.
Fibrosis payudara membuat pengidap memiliki jaringan ikat ekstra di payudara yang terasa menggumpal. Fibrosis adalah jenis jaringan yang sama yang membentuk ligamen dan jaringan parut.
Sedangkan kista adalah kantung kecil berisi cairan, yang biasanya berbentuk bulat dan juga dapat bergerak di sekitar payudara. Kista berjalan seiring dengan fibrosis.
https://indomovie28.net/movies/fletch-lives/
Bikin Maia Estianty Kena COVID-19 Lagi, Amankah Berpelukan Saat Pandemi?
Musisi Maia Estianty mengaku mengalami reinfeksi atau terinfeksi COVID-19 untuk kedua kalinya. Ia meyakini tertular gara-gara berpelukan dengan seseorang yang ternyata positif COVID-19.
Berbeda dengan infeksi terdahulu yang asimptomatis, kali ini Maia mengaku mengalami gejala ringan berupa gatal di tenggorokan. Ia kini dinyatakan negatif setelah 6 hari menjalani isolasi mandiri.
Soal sumber penularan, Maia meyakini tertular lagi gara-gara memeluk seorang teman yang ternyata positif.
"Walaupun biasanya aku sangat jaga protokol, tapi ternyata aku ketemu orang yang kemudian aku peluk. Ternyata orang yang aku peluk ini positif," kata Maia dikutip dari detikHot.
Benarkah pelukan bisa menularkan COVID-19?
Dikutip dari CTVnews, para pakar meyakini pelukan bisa menularkan COVID-19 dengan dua cara. Pertama lewat droplet secara langsung, mengingat jarak aman penularan lewat droplet adalah sekitar 1,6 meter, dan pelukan tidak mungkin dilakukan lebih jauh dari itu.
Kemungkinan kedua adalah penularan tidak langsung melalui kontak fisik.
"Saat Anda berpelukan, Anda relatif dekat face-to-face. Di sela bernapas, bicara, batuk, bersin, atau apapun yang bisa terjadi saat berpelukan, Anda bisa mengeluarkan droplet," kata Zain Chagla, ahli infeksi dari McMaster University in Hamilton.
https://indomovie28.net/movies/patient-seven/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar