Rabu, 14 April 2021

Google Berhenti Gunakan Software Keuangan Milik Oracle

  Alphabet yang merupakan induk perusahaan Google, berhenti menggunakan perangkat lunak keuangan milik Oracle. Mereka akan beralih menggunakan perangkat lunak dari SAP.

Menurut Google kepada karyawannya melalui email, transisi yang dilakukan oleh Alphabet akan terjadi pada bulan Mei. Langkah ini hanya terkait perangkat lunak keuangan yang digunakan Google, dan tidak ada indikasi bahwa perusahaan memindahkan sistem lain dari Oracle, dikutip detikINET dari CNBC, Rabu (7/4/2021).


Upaya untuk bermigrasi dari perangkat lunak keuangan Oracle membutuhkan kerja berbulan-bulan dan sumber daya teknik yang luas. Sejak tersebarnya informasi Google yang akan menggunakan SAP, saham Oracle sedikit merosot, sementara saham SAP naik 4,8%.


Perubahan ini terjadi karena Google dan Oracle semakin bersaing di pasar komputasi awan (cloud). Langkah serupa juga dilakukan oleh Amazon yang sudah beberapa tahun mengurangi penggunaan perangkat lunak Oracle demi layanan Cloud miliknya.


Peralihan tersebut tampaknya tidak berhubungan dengan tuntutan hukum yang telah berlangsung lama antara Google dan Oracle. Tuntutan itu mengenai penggunaan kode Java oleh Google dalam pemrograman aplikasi antarmuka untuk sistem operasi Google Android. Mahkamah Agung pun memutuskan bahwa penyalinan kode Java oleh Google adalah penggunaan wajar.


Oracle sendiri bersaing dengan Google dalam menjual layanan cloud untuk aplikasi hosting. Selama bertahun-tahun Oracle menolak untuk mengesahkan perangkat lunak database lama untuk cloud Google. Hal ini sedikit membingungkan pelanggan, karena mereka tidak yakin apakah dapat menghosting database Oracle di cloud Google tanpa melanggar kebijakan lisensi Google.


Co-founder, chairman, dan chief technology officer Oracle dalam pertemuan dengan para analis pada tahun 2018, menyatakan bahwa mereka tidak bekerja sama dengan Google. Tetapi mereka mencoba bersaing dengan Google.

https://nonton08.com/movies/canola/


Lanjutan Surat Arief Muhammad Soal Fakir Kuota dan Larangan Mudik


Content creator Arief Muhammad, memberikan surat terbuka kepada pemerintah soal larangan mudik. Ia juga menyinggung soal fakir kuota dan ternyata pemerintah telah meresponnya, loh.

Arief mengunggah surat dengan tujuan menjadi perwakilan masyarakat guna mengajukan permohonan pada pemerintah sebagai timbal balik dari larangan mudik 2021.


Dalam kesempatan acara 'Virtual Press Conference Smartfren #RamadanExtraFaedah', Rabu (7/4/2021), kreator yang dikenal dengan nama Poconggg ini menyampaikan respon yang datang dari pemerintah.


"Dari pemerintah, kebetulan sempat dikomen Sandiaga Uno Menparekraf. Mungkin nanti akan ada diskusi dengan beliau," kata Arief.


Ia beranggapan meski tulis yang ia buat bentuknya resmi, ia sebenarnya hanya ingin menyampaikan apa yang ada dalam hati banyak orang.


"Apa yang aku utarakan itu isi hati semua orang yang tidak bisa silaturahmi. Jadi sebenarnya biasa dan dibikin ringan, karena sebenarnya inti curhatan orang nggak bisa ke mana-mana," sambungnya.


Pria kelahiran 26 Oktober 1990 di Batam ini mengunggah surat tersebut beberapa hari lalu, tepatnya pada 1 April 2021. Dalam surat tersebut, ada tiga poin yang disebutkan oleh Arief, antara lain:


1. Fakir kuota dan warga online terlantar dipelihara oleh negara,

2. Pemerataan distribusi jodoh atau setidaknya teman untuk bertukar pesan di kala kesepian

3. Jaminan terhadap sinyal agar tidak mengalami gangguan selama bulan Ramadan maupun lebaran.

https://nonton08.com/movies/the-founding-of-a-republic/

Ngabuburit Semakin Seru dengan Free Fire Ramadhan Series!

  Dalam menyambut hadirnya bulan suci Ramadhan Garena Free Fire Indonesia mengadakan turnamen bertajuk Free Fire Ramadhan Series. Sesuai namanya, FFRS ini akan menemani khususnya para pecinta Free Fire menunggu waktu berbuka puasa.

Turnamen FFRS ini terbagi menjadi dua kategori berbeda, ada Free Fire Friendly Match yang akan dipesertai oleh professional player kenamaan Free Fire, dan Free Fire Ketupat Battle yang bisa diikuti oleh khalayak umum.


Turnamen Free Fire Ketupat Battle akan berlangsung di tanggal 7-25 April. Sementara untuk Free Fire Friendly Match Pro Player akan dilaksanakan pada 17-18 April 2021.


Para peserta dari Free Fire Ketupat Battle nantinya akan berkesempatan untuk mendapatkan hadiah-hadiah menarik yakni puluhan ribu Diamond, Xayne Deluxe Bundle, dan Santa Militia Darkbeard, loh!


Tentunya, kehadiran Free Fire Ramadhan Series ini bakal cukup ditunggu-tunggu. Terlebih lagi, Free Fire Ramadhan Series akan menjadi turnamen sebelum berlangsungnya FFWS 2021 Singapura.


Kedua turnamen Free Fire Ramadhan Series ini akan dilangsungkan secara online dan disiarkan langsung melalui live stream Youtube FF Esports ID. Yuk simak detail selengkapnya tentang Free Fire Ramadhan Series di official page FF Ramadhan Series. Jangan lupa saksikan keseruan Free Fire Ramadhan Series nanti!


*Artikel ini adalah kerjasama detikINET dan Garena.

https://nonton08.com/movies/fast-five/


Google Berhenti Gunakan Software Keuangan Milik Oracle


 Alphabet yang merupakan induk perusahaan Google, berhenti menggunakan perangkat lunak keuangan milik Oracle. Mereka akan beralih menggunakan perangkat lunak dari SAP.

Menurut Google kepada karyawannya melalui email, transisi yang dilakukan oleh Alphabet akan terjadi pada bulan Mei. Langkah ini hanya terkait perangkat lunak keuangan yang digunakan Google, dan tidak ada indikasi bahwa perusahaan memindahkan sistem lain dari Oracle, dikutip detikINET dari CNBC, Rabu (7/4/2021).


Upaya untuk bermigrasi dari perangkat lunak keuangan Oracle membutuhkan kerja berbulan-bulan dan sumber daya teknik yang luas. Sejak tersebarnya informasi Google yang akan menggunakan SAP, saham Oracle sedikit merosot, sementara saham SAP naik 4,8%.


Perubahan ini terjadi karena Google dan Oracle semakin bersaing di pasar komputasi awan (cloud). Langkah serupa juga dilakukan oleh Amazon yang sudah beberapa tahun mengurangi penggunaan perangkat lunak Oracle demi layanan Cloud miliknya.


Peralihan tersebut tampaknya tidak berhubungan dengan tuntutan hukum yang telah berlangsung lama antara Google dan Oracle. Tuntutan itu mengenai penggunaan kode Java oleh Google dalam pemrograman aplikasi antarmuka untuk sistem operasi Google Android. Mahkamah Agung pun memutuskan bahwa penyalinan kode Java oleh Google adalah penggunaan wajar.


Oracle sendiri bersaing dengan Google dalam menjual layanan cloud untuk aplikasi hosting. Selama bertahun-tahun Oracle menolak untuk mengesahkan perangkat lunak database lama untuk cloud Google. Hal ini sedikit membingungkan pelanggan, karena mereka tidak yakin apakah dapat menghosting database Oracle di cloud Google tanpa melanggar kebijakan lisensi Google.


Co-founder, chairman, dan chief technology officer Oracle dalam pertemuan dengan para analis pada tahun 2018, menyatakan bahwa mereka tidak bekerja sama dengan Google. Tetapi mereka mencoba bersaing dengan Google.

https://nonton08.com/movies/pressure-3/