Rabu, 21 April 2021

Dampak Vaksin COVID-19 Lebih Terasa Saat Berpuasa? Ini Kata Kemenkes

 - Vaksinasi COVID-19 tetap digencarkan pada bulan Ramadhan. Meski kondisi berbeda, ditegaskan bahwa hingga kini, tidak ada laporan efek samping dan dampak vaksin COVID-19 yang disuntikkan meski penerima vaksin sedang berpuasa.

"Kalau kita lihat bahwa vaksinasi sendiri itu tidak mengganggu kesehatan seseorang. Vaksinasi ini sangat aman sehingga walaupun ada orang yang menjalankan puasa, vaksin ini masih aman untuk tetap diberikan," terang juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/4/2021).


Ia menjelaskan, seiring bulan Ramadhan ini, vaksin COVID-19 tetap diberikan pada masyarakat Indonesia baik yang sedang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak. Mengingat hingga saat ini, tidak ada laporan efek samping berat sebagai dampak vaksin COVID-19 pada orang yang berpuasa.


"Hampir saat ini kita melihat bahwa vaksin yang kita berikan pada orang yang berpuasa tidak ada efek samping bahkan efek samping berat tidak ada yang dilaporkan," imbuh Nadia.


Menurutnya, efek samping ringan seperti lemas normal terjadi. Terlebih saat berpuasa, porsi dan jam makan berubah. Akan tetapi, tidak diperlukan persiapan khusus jika akan menerima vaksin COVID-19 sembari berpuasa.


"Lemas itu hanya 1-2 hari saja di awal puasa karena belum terbiasa puasa. Biasanya makan 3 kali menjadi sedikit berubah pola makannya," ujar dr Nadia.


Hal ini pula telah tertuang dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Maka menurut dr Nadia, masyarakat tidak perlu takut menerima vaksin COVID-19 saat berpuasa lantaran baik dari sisi MUI maupun kesehatan diperbolehkan.


"Kalau kita lihat dari sisi bagaimana dalil terhadap puasa, tentunya kita tahu dari fatwa MUI ini sudah mengatakan bahwa vaksinasi itu tidak akan membatalkan puasa," ujar dr Nadia.


Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu ragu-ragu untuk mendatangi sentra vaksinasi dan menerima vaksin sembari berpuasa. Pasalnya, hingga kini tidak ditemukan efek samping sebagai dampak vaksin COVID-19 pada orang yang sedang berpuasa.

https://indomovie28.net/movies/taxi-5-2/


7 Gejala COVID-19 Ini Banyak Ditemukan di India, Sebagian Belum Pernah Ada


- India mengalami lonjakan kasus virus Corona COVID-19 yang parah. Salah satu pemicunya adalah varian baru B1617 yang mengandung 'mutan ganda' diyakini sehingga lebih menular.

Kasus positif COVID-19 yang dilaporkan dalam beberapa hari terakhir mencapai lebih dari 250.000 kasus. Korban meninggal karena COVID-19 juga terus naik.


Dikutip dari laman Zee News, ditemukan ada 7 gejala COVID-19 yang paling banyak dikeluhkan pada lonjakan kasus COVID-19 di India kali ini. Sebagian di antaranya disebut sebagai gejala baru.


Apa saja?


1. Sakit tenggorokan

Tenggorokan terasa gatal atau merasa ada pembengkakan bisa menjadi indikator sakit tenggorokan, yang merupakan salah satu gejala infeksi COVID-19 yang paling umum. Gejala ini telah terlihat di lebih dari 52 persen kasus di seluruh dunia.


2. Kelelahan

Para ahli di Inggris telah mengungkapkan bahwa banyak pasien COVID-19 yang melaporkan kondisi kelelahan sebagai salah satu tanda awal infeksi Corona. Banyak orang telah melaporkan tanda-tanda kelelahan sebelum dinyatakan positif terkena virus.


3. Nyeri otot

Para dokter mengungkapkan bahwa banyak orang yang dites positif COVID-19 mengalami nyeri tubuh, sendi, dan otot yang menyiksa.


Penyebab utama nyeri otot dan tubuh adalah mialgia, yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang serat otot dan lapisan jaringan penting di tubuh.


4. Demam dan menggigil

Jika mengalami kedinginan yang ekstrem dan pilek yang tidak biasa, itu bisa menjadi tanda bahwa telah terinfeksi virus Corona. Demam dan menggigil merupakan gejala umum dalam kasus virus mutan.


5. Mual dan muntah

Mual dan muntah sekarang dipandang sebagai tanda infeksi COVID-19 pada tahap awal.


6. Pusing

Banyak orang melaporkan bahwa mereka telah mengalami gejala neurologis dari infeksi COVID-19 seperti pusing, kelelahan, malaise, dan mual.


7. Tidak ada produksi air liur

Dalam kondisi ini tubuh gagal memproduksi air liur sebagaimana mestinya. Para ahli meyakini air liur seharusnya berfungsi melindungi area mulut dari keberadaan dari bakteri jahat.


Orang dengan gejala ini biasanya akan merasa kesulitan mengunyah makanan atau berbicara dengan baik.


Ahli epidemiologi genetik di King's College London, Profesor Tim Spector mengatakan, satu dari lima orang dengan COVID-19 muncul dengan gejala yang kurang umum yang tidak masuk dalam daftar resmi Public Health England (PHE).


Selain itu, ia juga melihat peningkatan jumlah COVID tongue pada pasien COVID-19 dan sariawan yang aneh.

https://indomovie28.net/movies/taxi-5/

Sudah Ada Nota Kesepahaman Soal Vaksin Nusantara, Apa Sih Isinya?

 Pemerintah akhirnya membuat Nota Kesepahaman (MoU) tentang vaksin nusantara yang ditandatangani oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, dan TNI AD untuk memperjelas status uji klinis vaksin Nusantara. Lalu bagaimana keputusannya?

MoU tersebut ditandatangani oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BPOM Penny K Lukito. Dalam Nota Kesepahaman terkait vaksin Nusantara disebutkan uji vaksin Nusantara dihentikan dan penelitian di RSPAD Gatot Soebroto tidak untuk dimintakan izin edar.


"Penelitian yang akan dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto ini selain mempedomani kaidah penelitian sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan, juga bersifat autologus yang hanya dipergunakan untuk diri pasien sendiri. Sehingga tidak dapat dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan izin edar," tulis Puspen TNI AD, yang dikutip dari keterangan resmi Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Rabu (21/4/2021).

Selain itu, Nota Kesepahaman vaksin Nusantara juga menjelaskan penelitian tersebut bukan lanjutan dari uji klinis adaptif fase I vaksin yang berasal dari sel dendritik autolog, yang sebelumnya diinkubasi dengan spike protein Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus-2 (SARS-CoV-2) pada subjek yang tidak terinfeksi COVID-19 dan tidak terdapat antibodi SARS-CoV-2.


Hal serupa juga disampaikan Kepala BPOM Penny K Lukito yang nantinya hanya akan memberikan arahan terkait standar atau kaidah klinis penelitian dari vaksin Nusantara tersebut.


"Iya. Penelitian berbasis pelayanan," jelas Penny saat dihubungi detikcom Selasa (20/4/2021).


"Untuk panduan dan standar-standar tentunya dari Badan POM. Semua sudah tersedia," lanjutnya.


Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman vaksin Nusantara tersebut, pengawasan penelitian vaksin berbasis sel dendritik itu akan menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan RI. Ke depannya, BPOM hanya akan bertugas untuk mengawal dan mengevaluasi uji vaksin Nusantara Fase I sudah selesai dengan sejumlah catatan.

https://indomovie28.net/movies/taxi-4-2/


Dampak Vaksin COVID-19 Lebih Terasa Saat Berpuasa? Ini Kata Kemenkes


- Vaksinasi COVID-19 tetap digencarkan pada bulan Ramadhan. Meski kondisi berbeda, ditegaskan bahwa hingga kini, tidak ada laporan efek samping dan dampak vaksin COVID-19 yang disuntikkan meski penerima vaksin sedang berpuasa.

"Kalau kita lihat bahwa vaksinasi sendiri itu tidak mengganggu kesehatan seseorang. Vaksinasi ini sangat aman sehingga walaupun ada orang yang menjalankan puasa, vaksin ini masih aman untuk tetap diberikan," terang juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/4/2021).


Ia menjelaskan, seiring bulan Ramadhan ini, vaksin COVID-19 tetap diberikan pada masyarakat Indonesia baik yang sedang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak. Mengingat hingga saat ini, tidak ada laporan efek samping berat sebagai dampak vaksin COVID-19 pada orang yang berpuasa.


"Hampir saat ini kita melihat bahwa vaksin yang kita berikan pada orang yang berpuasa tidak ada efek samping bahkan efek samping berat tidak ada yang dilaporkan," imbuh Nadia.


Menurutnya, efek samping ringan seperti lemas normal terjadi. Terlebih saat berpuasa, porsi dan jam makan berubah. Akan tetapi, tidak diperlukan persiapan khusus jika akan menerima vaksin COVID-19 sembari berpuasa.


"Lemas itu hanya 1-2 hari saja di awal puasa karena belum terbiasa puasa. Biasanya makan 3 kali menjadi sedikit berubah pola makannya," ujar dr Nadia.


Hal ini pula telah tertuang dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Maka menurut dr Nadia, masyarakat tidak perlu takut menerima vaksin COVID-19 saat berpuasa lantaran baik dari sisi MUI maupun kesehatan diperbolehkan.


"Kalau kita lihat dari sisi bagaimana dalil terhadap puasa, tentunya kita tahu dari fatwa MUI ini sudah mengatakan bahwa vaksinasi itu tidak akan membatalkan puasa," ujar dr Nadia.


Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu ragu-ragu untuk mendatangi sentra vaksinasi dan menerima vaksin sembari berpuasa. Pasalnya, hingga kini tidak ditemukan efek samping sebagai dampak vaksin COVID-19 pada orang yang sedang berpuasa.

https://indomovie28.net/movies/taxi-4/