Rabu, 21 April 2021

Awas! Ragam Makanan & Minuman Ini Bisa Memicu Diabetes

 Pernah merasa pola makan menjadi lebih tidak sehat selama pandemi? Data pada jurnal Obesity Research & Clinical Practice menunjukkan peningkatan berat badan akibat perubahan pola hidup tidak sehat selama masa pandemi, salah satunya disebabkan oleh kebiasaan ngemil setelah makan malam dan kecenderungan makan lebih banyak saat stres. Selain itu, WHO juga melaporkan adanya kecenderungan peningkatan konsumsi cemilan tidak sehat selama masa pandemi.

Pola makan tidak sehat dan pemilihan cemilan yang tidak tepat ternyata juga berkaitan dengan konsumsi gula berlebih. Padahal, konsumsi gula berlebih akan berefek negatif untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kegemukan yang berkaitan dengan berbagai macam penyakit, termasuk penyakit diabetes atau kencing manis.

https://indomovie28.net/movies/spider-man-3/


Sebuah review pada jurnal Food and Nutrition Research menyimpulkan bahwa konsumsi minuman tinggi gula berkaitan erat dengan penumpukan lemak pada tubuh, masalah kegemukan, dan penyakit diabetes. Selain itu, review Current Diabetes Report juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi minuman tinggi gula 1-2 kali per hari berisiko terkena diabetes hingga 26% lebih tinggi.


Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengonsumsi gula sesuai dengan yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Adapun dalam satu hari, Kemenkes menyarankan pembatasan konsumsi gula sebanyak maksimal 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan.


Lalu, seberapa banyak sih kandungan gula makanan dan minuman yang sering dikonsumsi sehari-hari? Saat ini, bubble tea atau bobba dan ice coffee jadi minuman favorit yang sering dikonsumsi banyak orang setiap harinya. Meskipun terasa nikmat, siapa sangka kalau 1 gelas bubble tea mengandung gula 34 gram, hampir mendekati batas konsumsi harian.


Sementara itu, 1 sachet kopi instant 3 in 1 mengandung 21 gram gula dan 1 gelas iced coffee latte mengandung 11 gram gula. Sedangkan, untuk 1 potong cheese cake memiliki kandungan gula sebanyak 19 gram.


Melihat kandungan gula tersebut, batas maksimal asupan gula harian dapat terlewati dengan mudah setiap harinya. Misalnya, jika dalam satu hari Anda mengonsumsi 1 potong cheese cake dan 1 gelas bobba sebagai camilan sore, Anda sudah melebihi batas asupan gula harian. Belum lagi jika ada makanan manis lainnya yang juga dikonsumsi setiap hari.


Agar pola makan harian tetap terjaga, ada baiknya mulai saat ini Anda membatasi asupan makanan dan minuman manis yang mengandung gula. Namun, jika Anda ingin tetap mengonsumsi makanan manis, pilihlah rasa manis yang lebih sehat seperti pada produk sweetener bebas gula ,Tropicana Slim.


Dengan rasa manis yang enak namun bebas gula dan rendah kalori, Tropicana Slim cocok bagi Anda yang ingin menikmati rasa manis tanpa khawatir melebihi batas asupan gula harian. Tropicana Slim memiliki berbagai varian produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda .


Ada Tropicana Slim Kental Manis yang cocok untuk sajian es atau kue, Tropicana Slim Korean Garlic Cookies untuk camilan sore, Tropicana Slim Avocado Coffee untuk teman kerja, dan Tropicana Slim Gula Jawa untuk makanan penutup favorit

https://indomovie28.net/movies/guilty-2/

Tips Biar Nggak 'Barbar' Kalap Makan saat Buka Puasa

 Selama bulan Ramadhan, umat Islam yang berpuasa harus menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam. Hal ini membuat sebagian orang mungkin kalap saat berbuka puasa atau makan berlebihan.

Namun, makan terlalu banyak dalam satu waktu bisa berdampak buruk pada kesehatan. Dikutip dari Healthline, itu bisa menyebabkan perut kembung, membebani sistem pencernaan, bahkan bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes.


Selain itu, makan terlalu banyak juga bisa membuat seseorang merasa lapar lebih cepat. Tentunya hal itu harus dihindari selama berpuasa.


Untuk mencegah makan berlebihan saat berbuka puasa, berikut tips-tips yang bisa dicoba dikutip dari WebMD.


1. Perhatikan makanan yang dikonsumsi

Pertama, makanan yang akan dikonsumsi juga harus diperiksa. Saat berbuka, sebaiknya langsung mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti pada nasi merah, roti, oatmeal, dan gandum.


Makanan dengan karbohidrat yang kompleks bisa membantu lebih cepat kenyang, sehingga tidak makan berlebihan. Selain itu, mengkonsumsi makanan berserat tinggi seperti buah-buahan dan sayuran yang bisa membuat kenyang lebih lama.


2. Makan pelan-pelan

Makan dengan perlahan bisa menstimulasi tubuh untuk merasa kenyang lebih cepat. Dikutip dari WebMD, mengunyah makanan secara perlahan akan membuat tubuh sadar bahwa dirinya belum cukup makan.


Makan terlalu cepat juga hanya akan membuat seseorang mengkonsumsi lebih banyak makanan dari yang seharusnya. Ini karena tubuh tidak sempat menyadari makanan yang telah masuk ke dalam perut.


3. Hindari makanan asin atau pedas

Mengkonsumsi makanan yang terlalu asin atau pedas saat berbuka bisa membuat seseorang lebih cepat merasa haus. Untuk itu, hindari kedua makanan tersebut agar tidak terlalu banyak minum air.


Minum terlalu banyak air bisa membuat perut kembung dan terasa tidak nyaman. Selain itu, makanan lain yang terlalu asin atau pedas biasanya tinggi kadar garamnya, sehingga tidak baik untuk tubuh.

https://indomovie28.net/movies/spider-man-2/


Awas! Ragam Makanan & Minuman Ini Bisa Memicu Diabetes


Pernah merasa pola makan menjadi lebih tidak sehat selama pandemi? Data pada jurnal Obesity Research & Clinical Practice menunjukkan peningkatan berat badan akibat perubahan pola hidup tidak sehat selama masa pandemi, salah satunya disebabkan oleh kebiasaan ngemil setelah makan malam dan kecenderungan makan lebih banyak saat stres. Selain itu, WHO juga melaporkan adanya kecenderungan peningkatan konsumsi cemilan tidak sehat selama masa pandemi.

Pola makan tidak sehat dan pemilihan cemilan yang tidak tepat ternyata juga berkaitan dengan konsumsi gula berlebih. Padahal, konsumsi gula berlebih akan berefek negatif untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kegemukan yang berkaitan dengan berbagai macam penyakit, termasuk penyakit diabetes atau kencing manis.


Sebuah review pada jurnal Food and Nutrition Research menyimpulkan bahwa konsumsi minuman tinggi gula berkaitan erat dengan penumpukan lemak pada tubuh, masalah kegemukan, dan penyakit diabetes. Selain itu, review Current Diabetes Report juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi minuman tinggi gula 1-2 kali per hari berisiko terkena diabetes hingga 26% lebih tinggi.

https://indomovie28.net/movies/the-guilty/