Rabu, 26 Mei 2021

Jokowi Sebut Indonesia Mesti Hati-hati Dengan Jaringan 5G

 Dengan semakin deras kemajuan teknologi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar kita berhati-hati terhadapnya, terutama jaringan 5G. Nah lho, kenapa pak?

Jokowi mengingatkan kepada jajarannya untuk selalu mengedepankan kecepatan, ketepatan, dan efisiensi, agar dapat bersaing menghadapi kompetisi dunia yang semakin ketat.

https://nonton08.com/movies/french-fried-vacation/


Berbicara soal teknologi, Jokowi menekankan agar Indonesia tidak menjadi pasar, namun bisa menjadi bagian dari produsen teknologi dan memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan teknologi tersebut, salah satunya era 5G semakin dekat.


"Dalam perkembangannya teknologi yang sangat cepat, apalagi akan dimulainya konektivitas digital 5G, hati-hati, kita jangan hanya menjadi pengguna, kita jangan menjadi pengguna, kita jangan hanya menjadi smart digital users," ujar Jokowi dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Kamis (6/5/2021).


"Tetapi kita harus mampu mencetak smart digital specialist, mencetak para teknolog yang andal, yang mampu bersaing, yang kompetitif, dan harus mengembangkan smart digitalpreneur yang mengembangkan kewirausahaan dan membuka lapangan kerja di dalam negeri," sambungnya.


Lebih jauh, Presiden Jokowi meminta, jajarannya untuk mengantisipasi perkembangan teknologi yang berdampak pada berbagai sektor.


Diungkapkannya, hampir semua perusahaan sekarang ini adalah perusahaan teknologi yang dapat memberikan nilai tambah atau added value. Hal itu sangat tergantung pada kecanggihan inovasi dan teknologinya. Presiden mencontohkan, pelaku industri keuangan sudah mulai bergeser menjadi perusahaan yang mengandalkan teknologi dan inovasi.


"Kita juga harus mengantisipasi teknologi di dunia kesehatan, ini juga hati-hati di dunia kesehatan. Healthtech akan semakin berkembang dengan pesatnya. Lebih dari sekadar pemeriksaan atau konsultasi medis jarak jauh, tapi juga pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk diagnosis, untuk pelaksanaan pengobatan, untuk precision medicine, hingga tindakan operasi jarak jauh. Segera ini akan bisa dilakukan di mana pun," tuturnya.


Begitu pula di bidang pendidikan, pandemi juga mengakselerasi penerapan edutech di mana pembelajaran jarak jauh menjadi sebuah kebutuhan. Perkembangan-perkembangan iptek yang berlangsung cepat ini, harus diantisipasi perencanaannya.


"Harus responsif terhadap disrupsi yang membuat dunia berubah sangat cepat, harus responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul secara cepat yang sering tidak kita duga, harus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," tandasnya.


Di sisi yang lain, Jokowi menekankan agar belanja teknologi yang dilakukan harus memberikan manfaat yang jelas bagi publik dan berkontribusi terhadap pengembangan teknologi dalam negeri.


"Belanja teknologi harus diperlakukan sebagai belanja investasi, kita garis bawahi ini. Harus jelas manfaatnya terutama manfaat publik, manfaat bagi masyarakat dan negara," pungkas Jokowi.

https://nonton08.com/movies/the-scorpion-king-3-battle-for-redemption/

Lewat Jumat Berkah, Mitra GoFood Surabaya Sebar Kebaikan Ramadhan

 Pemilik usaha kuliner Nasi Uduk Betawi di Surabaya Adhi Setyo Priyoso adalah salah satu inisiator dan penggerak kegiatan Jumat Berkah yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Kegiatan ini sudah diselenggarakan selama 20 kali dan masih diadakan secara rutin hingga saat ini.

Jumat Berkah merupakan inisiatif para pelaku UMKM kuliner, anggota Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) Surabaya untuk membagikan makanan gratis kepada warga Kota Surabaya yang paling membutuhkan. Inisiatif ini merupakan satu dari berbagai kegiatan oleh ribuan pelaku UMKM kuliner yang tergabung di KOMPAG yang berfokus menjadi wadah edukasi, berbagi pengalaman, serta tips dan trik dari sesama pelaku usaha dan ahli bidang kuliner.

https://nonton08.com/movies/the-scorpion-king-2/


"Selain sebagai bentuk kepedulian untuk sesama, semangat gotong royong untuk tingkatkan pendapatan para pelaku usaha kuliner di Surabaya adalah motivasi terbesar kami mengadakan kegiatan Jumat Berkah. Jadi, modal awal untuk kegiatan ini kami kumpulkan secara sukarela, kemudian secara bergiliran, kami memilih rumah makan sesama anggota yang akan menyiapkan menu andalannya untuk dibagikan ke warga Surabaya yang ditargetkan menjadi penerima bantuan. Sejauh ini pengorganisiran berbasis solidaritas ini sangat efektif dan kami yakin ini adalah satu cara untuk kita sama-sama bangkit dari tantangan pandemi," kata Adhi dalam keterangan tertulis, Kamis (6/5/2021).

Menurut pria kelahiran tahun 1982 ini, menjalankan bisnis kuliner, terlebih di masa pandemi memang penuh tantangan. Bisnis nasi uduknya pun sempat mengalami penurunan transaksi hingga akhirnya ia memilih untuk fokus mengembangkan hanya 1 outlet rumah makan Nasi Uduk Betawi di daerah Wiyung, Surabaya.


Tantangan silih berganti, faktor eksternal juga memberi pengaruh terhadap usaha. Namun Adhi meyakini setiap individu perlu memiliki mindset yang terbuka. Sejak 2015, Adhi merasakan kesempatan yang semakin terbuka lebar lewat keberadaan usahanya di platform digital GoFood. Selain itu, Adhi menekankan pentingnya networking dan kolaborasi untuk semakin memperluas wawasan dalam berbisnis dan menemukan kesempatan.


"Dengan berdiskusi bersama para pelaku usaha, saya mendapat banyak pengetahuan dan inspirasi untuk bertahan di masa sulit, bahkan dapat tetap mengembangkan usaha. Saya pelajari bagaimana rekan-rekan saya menerapkan strategi marketing seperti beriklan lewat media sosial, membuat program diskon sampai bagaimana terus menjaga kepercayaan pelanggan hingga dapat mempertahankan rating yang bagus di aplikasi GoFood," kata dia.


Kabar baiknya lagi, lanjut Adhi, di GoFood hal-hal ini dapat dilakukan secara mudah. Caranya dengan mengakses aplikasi untuk mitra usaha, GoBiz, mulai dari beriklan, memilih program promosi bisa saya lakukan secara mudah dalam 1 aplikasi.


Selain itu, tips yang diberikan GoFood juga beragam, mulai dari tips meningkatkan rating di aplikasi online hingga tips pemasaran kreatif juga rutin dibagikan. Dengan menggunakan beberapa tips tersebut, Nasi Uduk Betawi berhasil mengalami kenaikan omzet 10 hingga 20 persen setiap bulan di awal 2021 ini.


"Saya optimis angka ini meningkat di hari-hari terakhir bulan Ramadhan, memasuki masa libur Idul Fitri ini. Apalagi GoFood memiliki banyak program promosi yang bisa saya manfaatkan supaya makin banyak pembeli. Selain Promo Bermakna Ramadan 2021, promosi yang selalu saya ikuti setiap tahun adalah promosi di periode Hari Kuliner Nasional (HARKULNAS), yang tahun ini berlangsung dari tanggal 5-10 Mei dan mengajak para pelanggan untuk jajan dari UMKM kuliner nusantara walau masih harus di rumah saja. Saat mengikuti promo ini di tahun sebelumnya, Nasi Uduk Betawi sukses mencatat kenaikan omzet sampai 100 persen," tuturnya.

https://nonton08.com/movies/the-scorpion-king/