Rabu, 09 Desember 2020

Langganan Netflix Sudah Kena Pajak, Begini Mekanismenya

 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan biaya langganan Netflix, Spotify, dan produk maupun jasa digital lainnya resmi dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% mulai 1 Agustus 2020.

Ada enam perusahaan internasional berbasis digital yang ditunjuk DJP sebagai pemungut, pelapor, dan penyetor PPN. Sebanyak enam perusahaan tersebut adalah Amazon Web Services Inc, Google Asia Pacific Pte. Ltd, Google Ireland Ltd, Google LLC, Netflix International B.V., dan Spotify AB.


"Betul, untuk enam perusahaan digital luar negeri yang sudah kita tunjuk itu berlaku mulai awal Agustus ini," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama saat dihubungi detikcom, Jakarta, Selasa (4/8/2020).


Dengan pengenaan tersebut, maka biaya langganan produk atau jasa digital dari perusahaan internasional ini wajib membayar pajak 10% dan akan disetorkan ke kas negara oleh enam perusahaan yang sudah ditunjuk.


Hestu menjelaskan tambahan PPN sebesar 10% bagi produk digital selama ini sudah diterapkan hanya saja menjadi PPN terutang. Penerapan aturan baru di awal Agustus ini menggunakan mekanisme yang baru di mana perusahaan internasional berbasis digital ini yang memungut, menyetor, dan melaporkan kepada DJP.


"Sebelumnya konsumen di Indonesia wajib menyetor sendiri PPN 10% atas pembelian produk digital luar negeri," jelasnya.


Hestu mengatakan pelaporan PPN 10% atas penjualan barang dan jasa digital dari enam perusahaan ini akan dilaporkan setiap akhir bulan.


"Jadi untuk penjualan selama bulan Agustus, mereka pungut dan kumpulkan PPN-nya dan disetor paling lambat akhir September nanti," ungkapnya.

https://indomovie28.net/movies/home-alone-4/


Biofarma Bikin 36 Juta Dosis Vaksin Corona, Tersedia Tahun Depan


Selain mengandalkan vaksin Corona impor yang sudah jadi, Indonesia juga akan membuat vaksin virus Corona melalui PT Bio Farma (Persero) meskipun bahan bakunya berasal dari impor.

Pada tahap pertama, Bio Farma akan memproduksi 12 juta vaksin COVID-19 dari 15 juta dosis bahan baku yang akan tiba Desember ini.


"Bapak Presiden juga sudah menyampaikan bahwa 15 juta dosis bahan baku vaksin akan tiba bulan ini yang nanti akan diproses menjadi 12 juta vaksin jadi oleh Biofarma yang akan tersedia di awal tahun depan," kata Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin melalui saluran YouTube FMB9ID_IKP, dikutip Selasa (8/12/2020).


Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu lanjut menjelaskan bahwa pada tahap berikutnya akan diproduksi vaksin Bio Farma sebanyak 24 juta dosis. Sehingga totalnya menjadi 36 juta dosis.


"Bapak Presiden juga menyampaikan 30 juta bahan baku vaksin akan tiba bulan depan yang juga insyaAllah akan diproses oleh Bio Farma menjadi 24 juta vaksin jadi sebulan setelahnya," paparnya.


Di sisi lain, vaksin jadi impor sudah tiba 1,2 juta dan akan datang lagi bulan ini. Penjelasannya di halaman selanjutnya.


Direktur utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan akan ada 1,8 juta dosis vaksin Sinovac lagi yang akan tiba di Indonesia. Dia menjelaskan secara total pemerintah memesan 3 juta dosis vaksin Sinovac.

Setelah 1,2 juta dosis sudah datang pada hari Minggu malam, 1,8 juta sisanya akan didatangkan akhir Desember ini. Atau paling lambat awal Januari 2021.


"Sisa dari 3 juta dosis tadi, sebesar 1,8 juta dosis akan datang akhir Desember atau awal Januari paling telat," ungkap Honesti dalam konferesi pers virtual, Selasa (8/12/2020).


Dia juga mengungkapkan alasan pemerintah memilih vaksin Sinovac dari China untuk didatangkan ke Indonesia. Menurutnya, dasar pemilihan vaksin COVID-19 dari Sinovac sudah memenuhi beberapa faktor penting, yaitu memenuhi unsur keamanan, pengembangannya cepat, dan dapat memenuhi aspek mandiri untuk diproduksi di dalam negeri.


"Vaksin itu harus memiliki unsur keamanan, khasiat, dan mutu dari lembaga yang berwenang," ujar Honesti.


Honesti mengatakan vaksin Sinovac sudah terjamin keamanannya dengan serangkaian pengujian. Mulai dari uji praklinis hingga uji coba selama 3 tahap.

https://indomovie28.net/movies/home-alone/

Ada Lagi 10 Perusahaan Digital yang Dipajaki, Salah Satunya TikTok

 PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo telah menyelesaikan klaim Satelit Palapa N1 (Nusantara Dua). Satelit Palapa N1 sendiri diluncurkan pada April lalu dari China namun gagal mengorbit.

Pembayaran klaim berdasarkan pengumpulan bukti kerugian serta telah terbitnya Proof of Loss (PoL) yang telah ditandatangani oleh PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera Group atau PSNS yang juga klien Asuransi Jasindo.


Klaim yang diselesaikan sebesar US$ 35 juta atau sekitar Rp 493,5 miliar (asumsi kurs Rp 14.100)


"Selain itu, seluruh space underwriter internasional pun telah menyetujui dan menandatangani dokumen klaim, dan klaim diselesaikan full insured value sebesar US$ 35 juta," kata Direktur Operasional Asuransi Jasindo Dodi Susanto dalam keterangannya, Selasa (7/12/2020).


Untuk diketahui, Satelit Palapa N1 meluncur dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC), Xichang, China, Kamis (9/4). Tapi, terjadi kegagalan pada 3rd stage atas launch vehicle dan kemudian satelit hilang.


Usai kejadian itu, Jasindo kemudian berkoordinasi dengan pihak internal maupun eksternal seperti klien, reinsurance broker dan reinsurer untuk penanganan klaim. Dodi menuturkan, pihaknya berupaya menyelesaikan klaim termasuk klaim kategori specialty risk (risiko khusus) sesuai ketentuan di dalam polis.


"Karena kami adalah asuransi umum milik negara yang memiliki pengalaman dalam menangani asuransi specialty risk seperti asuransi satelit, aviasi dan energy offshore. Sejak 1976 kami telah menangani 22 asuransi peluncuran satelit dan telah menyelesaikan klaim asuransi satelit sekitar US$ 567 juta. Tahun lalu kami juga telah menyelesaikan pembayaran klaim sebesar Rp 876 miliar untuk industri offshore," terangnya.


Dodi memastikan, pihaknya mengedepankan proses bisnis yang prudent di antaranya pemilihan reinsurer dengan international rating, serta kerja sama dengan global reinsurance broker yang memiliki pengalaman dan reputasi baik.

https://indomovie28.net/movies/indecent-proposal/


13.000 Pelosok Belum Terhubung Internet, Apa Biang Keroknya?


Digitalisasi di Indonesia belum bisa dirasakan oleh semua masyarakat terutama di pedesaan. Terbukti ada sekitar 13.000 daerah pelosok yang belum terhubung dengan sinyal, sehingga tidak bisa mengakses internet.

Ketua Dewan Pengawas Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI), Budiman Sudjatmiko menilai alasan utamanya adalah perusahaan besar baik itu BUMN maupun swasta malas masuk ke desa. Sebab kemungkinan desa dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi.


"Ada sekitar 13.000 desa masih blank spot. Masalahnya perusahaan besar baik itu BUMN maupun swasta ini agak males masuk desa yang di pelosok karena mungkin dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi," kata Budiman dalam webinar bertajuk 'Strategi Hadapi Resesi Ekonomi, Prioritas Dibangun Desa atau Kota?" Minggu (9/8/2020).


Program yang dibuat pemerintah seperti palapa ring saja dinilai belum cukup untuk membuat perusahaan besar mau blusukan ke desa karena pasarnya dianggap tidak menguntungkan.


"Palapa ring itu ibarat jalan tol, tapi jalan keluar-masuk kampungnya di kanan-kiri itu belum terdigitalkan sehingga banyak perusahaan-perusahaan besar malas masuk karena mungkin secara pasar tidak menguntungkan," tuturnya.


Untuk itu, pihaknya sedang mendorong masing-masing Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membuat internet service provider (ISP) secara mandiri. Untuk dananya BUMDes bisa bekerja sama dengan perusahaan teknologi swasta yang mau berinvestasi.


"Jadi orang desa nanti beli pulsa di desa, beli paket datanya di desa, kita lagi dorong itu. Nunggu perusahaan besar masuk sana susah yaudah BUMDes-nya saja kita dorong, kita sambungkan dengan perusahaan-perusahaan internet yang mau peduli dan ayo bikin kolaborasi usaha teknologi yang dimiliki oleh kota yang mau blusukan ke desa," tuturnya.


Dengan begini, diharapkan 100% desa secara bertahap bisa menerapkan digitalisasi. Head of Consulting, International Contact Partner RSM Indonesia Angela Simatupang yakin hal itu bisa terwujud jika dilakukan dengan tekad yang kuat.


"Ini hanyalah masalah kemauan. Komitmen sudah pasti harus ada karena kalau tidak ada komitmen sebanyak apapun rencana tidak akan jalan. Selain itu, mindset dari masyarakat kita juga perlu dibuat lebih terbuka," katanya dalam kesempatan yang sama.

https://indomovie28.net/movies/kama-sutra-a-tale-of-love/