Rabu, 10 Februari 2021

Facebook Akan Hapus Informasi Salah Tentang Vaksin

 - Facebook mengumumkan rencana untuk menghapus konten disinformasi tentang vaksin. Raksasa jejaring sosial ini mengatakan akan mengarahkan orang-orang ke situs tentang vaksinasi yang kredibel.

Head of Health di Facebook, Kang-Xing Jin, melalui postingan blog resmi Facebook mengatakan bahwa perusahaan media sosial mereka akan memastikan pengguna platformnya mendapatkan informasi tentang vaksin yang valid dan bisa dipercaya.


"Jalan kita masih panjang dalam menghadapi pandemi, dan di 2021 kami fokus membantu kerja para pemimpin dan petugas di sektor kesehatan untuk memvaksinasi miliaran orang melawan COVID-19," kata Jin seperti dikutip dari blog Facebook, Selasa (9/2/2021).


Sejumlah informasi salah tentang vaksin yang akan diberangus Facebook antara lain klaim tidak terbukti yang menyebutkan bahwa vaksin menyebabkan autisme dan pandemi virus Corona adalah sengaja dibuat oleh pihak tertentu.


Jin mengatakan Facebook akan secara khusus mengawasi halaman dan group yang melanggar kebijakan. Jika kedapatan ada yang menyebarkan hoax dan informasi yang salah tentang vaksin, akun yang bersangkutan akan dihapus Facebook.


Oktober lalu, Facebook mulai melarang iklan yang membuat orang enggan divaksin. Jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini sudah lama dikritik pedas oleh otoritas berwenang dan para pejabat di sektor kesehatan karena dinilai kurang berbuat banyak untuk menghentikan penyebaran disinformasi tentang vaksin.

https://tendabiru21.net/movies/tiger-in-the-smoke/


Tokopedia Gelar Diskon Flash Sale Perabotan Rumah Tangga hingga 90%


 Adanya pandemi Corona membuat kegiatan masyarakat di luar semakin terbatas karena harus di rumah saja. Akibatnya, masyarakat pun banyak mengandalkan platform online untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli produk rumah tangga.

Category Development Senior Lead (Home & Living Category) Tokopedia, Fifa Italia mengatakan sepanjang tahun 2020 transaksi pada kategori Home & Living di Tokopedia naik hingga 2 kali lipat ketimbang tahun sebelumnya. Hal ini karena semakin meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah selama pandemi.


Melihat peningkatan tren tersebut, ia mengungkapkan bahwa Tokopedia kembali menghadirkan Home Living SALEbrations Special 2nd Anniversary yang berlangsung hingga 28 Februari 2021. Kampanye besar ini digelar agar masyarakat semakin mudah dalam memenuhi berbagai kebutuhan akan produk rumah tangga tanpa harus keluar rumah.


"Bantal kasur, sapu otomatis, alat pel lantai, pompa galon elektrik dan air fryer menjadi beberapa produk yang paling banyak diburu masyarakat lewat kampanye Home Living SALEbrations tahun lalu," ujar Fifa dalam keterangan tertulis, Selasa (9/2/2021).


Melalui Home Living SALEbrations, lanjut Fifi, masyarakat bisa mendapatkan ragam produk rumah tangga dari sejumlah pegiat usaha baik lokal maupun internasional. Diungkapkanya, Tokopedia akan terus menggandeng UMKM lokal sebagai mitra strategis guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.


"Dalam rangka menyambut tahun kedua kampanye Home Living SALEbrations, masyarakat juga bisa menikmati berbagai penawaran menarik seperti promo cashback serta diskon Flash Sale hingga 90%," ungkapnya.


"Tokopedia #SelaluAdaSelaluBisa mengedepankan kolaborasi bersama para mitra strategis termasuk pegiat usaha lokal demi mempermudah masyarakat menemukan beragam produk kebutuhan termasuk produk rumah tangga tanpa harus keluar rumah," tuturnya.


Tidak hanya berdampak pada penjualan Tokopedia, tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk rumah tangga rupanya turut meningkatkan penjualan brand lokal, seperti Kandura Studio dengan produknya yaitu perangkat makan berbahan stoneware dan porselen. Menurut Fauzy Prasetya selaku Owner Kandura Studio, adanya kampanye Home Living SALEbrations membantu meningkatkan penjualan tokonya hingga 2,5 kali lipat.


"Beragam kampanye yang dihadirkan Tokopedia, salah satunya Home Living SALEbrations, sangat membantu meningkatkan penjualan. Kampanye tersebut mendorong peningkatan transaksi toko kami hampir 2,5x lipat," ujar Fauzy.


Di samping itu, ada pula Vassa Sofa, perajin sofa yang transaksinya meningkat hampir 2x lipat selama mengikuti kampanye Home Living SALEbrations di tahun 2020.


"FINN Sofa Bed Floor Chair merupakan produk yang paling diburu masyarakat selama kampanye berlangsung," ungkap Fiona, pemilik Usaha Vassa Sofa.

https://tendabiru21.net/movies/tiger-house/

Selasa, 09 Februari 2021

Ajakan #PindahkeTelegram Trending Lagi di Twitter

 Setelah kebijakan privasi baru WhatsApp, ajakan untuk pindah ke platform messaging lain seperti Telegram muncul. Entah apa pemicunya, ajakan tersebut kembali menjadi trending topic Twitter. Sebelumnya, trending serupa sudah pernah terjadi.

Sampai berita ini ditulis, sudah lebih dari 3.000 lebih cuitan memakai tagar #PindahkeTelegram. Respons netizen pun beragam, meski kebanyakan merespon ini dengan positif.

"Meninggalkan seseorang untuk seseorang.. meninggalkan sms untuk bbm, meninggalkanp bbm untuk whatsapp, skrg whatsapp ditinggal #PindahkeTelegram," cuit @jantanitu.


"Ini alasanku memakai telegram penuh grup bola #PindahkeTelegram," ujar @prawira_yh.

Ada juga cuitan kocak yang mengatakan tidak ada bedanya pindah dari WhatsApp ke aplikasi Telegram -- toh sama-sama tidak ada yang ngechat juga, waduh!

Kalau kamu, apakah memutuskan untuk pindah ke Telegram juga? Atau malah sudah sejak dulu memakai aplikasi tersebut?


Seperti Myanmar, Indonesia dan Negara-negara Ini Pernah Blokir Internet


 Militer Myanmar mematikan akses internet untuk membatasi aksi demonstrasi terhadap kudeta yang mereka lakukan. Myanmar bukan satu-satunya negara yang mematikan internet. Dengan beragam alasan, negara-negara ini juga pernah melakukannya.

Dimatikannya akses internet kerap memicu kontroversi dan tak jarang malah memicu kemarahan lebih besar. Pemblokiran terhadap akses internet dianggap melanggar hak asasi manusia. Berikut ini beberapa negara yang pernah mematikan akses internet.

https://indomovie28.net/movies/fatal-friends/


Mesir

Media sosial dinilai berperan penting dalam memicu pergolakan massa. Karena alasan tersebut, pemerintah Mesir memblokir layanan internet di negaranya. Imbasnya, hanya dalam 5 hari, Mesir mengalami kerugian industri hingga mencapai USD 90 juta.


Peristiwa ini terjadi pada 2011. Saat itu Mesir tengah bergejolak. Aksi demo besar-besaran terjadi di Kairo dan kota-kota lainnya di Mesir. Ribuan warga Mesir menuntut pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak yang telah berkuasa selama tiga dekade.


Pemerintahan Mubarak yang begitu lama berkuasa, menyuburkan praktik kolusi korupsi dan nepotisme (KKN), terutama di lingkungan keluarganya. Namun, Mubarak saat itu mengabaikan desakan massa untuk mundur dari kursi presiden.


Demonstran yang marah pun gencar melancarkan aksi protes. Bentrokan antara massa pendukung dan antipemerintahan pun tak terhindarkan dan menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan fisik kota.


Langkah pemerintah Mesir memutus akses internet untuk meredam massa menandakan bahwa pengaruh jejaring sosial dalam menciptakan pergolakan massa sangat besar. Pemblokiran internet dilakukan untuk membendung gerakan yang dimobilisasi lewat jejaring sosial.


Aljazair

Pada 2011, pemerintah Aljazair memblokir akses ke internet untuk membendung gelombang demonstrasi anti Presiden Abdelaziz Bouteflika. Meski demikian, aksi demonstrasi tetap berlangsung dan berujung pada sedikitnya 500 orang ditahan.


Terinspirasi oleh gelombang demonstrasi di Mesir, para demonstran juga mendesak Bouteflika mundur. Berkuasa sejak 1999, Bouteflika dituding kalangan oposisi selalu memanipulasi hasil pemilu agar terus berkuasa.


Pemblokiran internet kembali terjadi di 2018, namun kali ini bukan karena alasan keamanan. Koneksi internet sengaja dimatikan pada masa ujian akhir sekolah. Ya, pemerintah Aljazair memutuskan untuk mematikan koneksi internet agar para siswa sekolah tak bisa berbuat curang saat ujian.


Langkah ini memang terlihat berlebihan, namun Aljazair punya alasan untuk melakukannya. Pada 2016, ada insiden bocornya pertanyaan ujian di internet. Karenanya, pemerintah Aljazair mencegah agar hal serupa tak lagi terulang.

https://indomovie28.net/movies/the-wrong-friend/