Selasa, 22 Juni 2021

Bos Apple Malah Ngaku Banyak Malware di Komputer Mac

 Head of Software Apple, Craig Federighi, malah menyebut bahwa Apple tidak puas dengan banyaknya software berbahaya atau malware yang mengincar sistem operasi komputer Mac, yaitu MacOS. Kenapa dia malah mengakui hal itu?

Craig menyatakannya dalam pengadilan di mana Apple menghadapi gugatan hukum dari developer Epic Games. Dikatakannya bahwa Apple membiarkan user menginstall softare dari internet untuk Mac dan sering dieksploitasi penjahat siber, tidak seperti iOS yang perlindungannya lebih tinggi.


"Saat ini, level malware di Mac tidak bisa diterima dan jauh lebih buruk dibandingkan iOS," cetusnya, seperti dikutip detikINET dari CNBC.


Argumentasi bahwa level keamanan iPhone dan Mac berbeda itu penting karena Epic Games ingin agar Apple mengizinkan user menginstal toko aplikasi alternatif di iPhone, karena hal yang sama juga diizinkan untuk Mac.


Epic Games menyebut Apple sejatinya bisa dengan mudah menerapkan kebijakan instalasi di Mac dan mekanisme sekuritinya untuk diberlakukan pada iPhone. Akan tetapi Apple menyebut proses review ketat dan aturan di App Store adalah penting untuk menjaga user tetap aman.


Menurut Craig, basis pengguna Mac sekitar sepersepuluh dari pengguna iPhone. Pada Januari silam, Apple mengklaim jika ada 1 miliar pengguna iPhone aktif di seluruh dunia.


"Untuk iOS, kami ingin menciptakan sesuatu yang jauh lebih aman. Semua indikasi memperlihatkan bahwa kami berhasil melakukannya," klaimnya.


Menurutnya, Apple menemukan dan menghapus 130 jenis malware di Mac pada tahun silam yang menginfeksi ratusan ribu sistem. Dibandingkan dengan iPhone, hanya mereka temukan tiga jenis malware. Maka Apple bersikukuh bahwa kemauan Epic Games tidak bisa dilakukan demi keamanan iPhone.

https://kamumovie28.com/movies/guapa-rica-y-especial/


Kebocoran Data Lagi, DPR Segera Sahkan UU Pelindungan Data Pribadi!


 Lagi-lagi, terjadi kebocoran data pribadi dan diiklankan di website Kotz. Kali ini, data pribadi yang bocor diduga kuat identik dengan data BPJS Kesehatan. DPR pun didesak segera membahasnya dan mengesahkan UU Perlindungan Data Pribadi.

Hal ini diungkapkan Cecep Suryadi, Komisioner Komisi Informasi Pusat. Dia mengapresiasi respons cepat yang dilakukan oleh pemerintah dengan memanggil BPJS Kesehatan untuk dilakukan investigasi, sekaligus diperlukan juga upaya untuk segera mengusut secara tuntas dugaan kebocoran dan penjualan data pribadi warga negara.


"Data pribadi merupakan data yang wajib dilindungi kerahasiannya. Oleh karena itu, siapapun baik badan publik maupun pihak swasta yang memiliki dan menyimpan data pribadi seseorang, wajib melindungi kerahasiannya," kata Cecep melalui keterangan tertulis.


Disebutkannya, hal itu dijamin dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta diatur dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.


Di era perkembangan teknologi yang semakin maju, dapat dikatakan saat ini memang terjadi darurat pelindungan data pribadi. Hal ini dikarenakan jaminan hukum atas pelindungan data pribadi masih sangat lemah.


Selain itu, upaya serius dari DPR dan pemerintah dalam membahas dan mengesahkan Rancangan Undang-undang tentang Pelindungan Data Pribadi masih belum selesai.


"Kejadian demi kejadian mengenai kebocoran data pribadi warga negara menjadi perhatian serius untuk mempercepat pembahasan dan mengesahkan RUU Pelindungan Data Pribadi. Bisa dikatakan saat ini terjadi darurat pelindungan data pribadi di tengah derasnya perkembangan teknologi. Karenanya RUU Pelindungan Data Pribadi harus segera disahkan dan diundangkan demi menjaga kerahasiaan data pribadi warga negara Indonesia," tegas Cecep.

https://kamumovie28.com/movies/la-nueva-marilyn/

Senin, 21 Juni 2021

Nggak Boleh Lengah! 7 Aktivitas Ini Paling Berisiko Tularkan COVID-19

 - Lonjakan COVID-19 di Indonesia semakin menjadi-jadi, tercatat ada penambahan 13 ribu kasus dalam sehari pada Minggu (20/6/2021). Mobilitas warga yang tidak terkontrol dituding sebagai salah satu pemicunya.

Kondisi ini berdampak pada pelayanan kesehatan. Para pakar memperkirakan, fasilitas kesehatan bakal kolaps dalam 2-4 pekan jika ledakan kasus COVID-19 kali ini tidak diantisipasi.


Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) menyebut, keterisian rumah sakit belakangan ini makin mengkhawatirkan. Banyak di antara pasien datang dalam kondisi sudah terlambar sehingga memang harus dirawat.


Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi beban layanan kesehatan?

Menghindar tertular dan menularkan adalah salah satu anjuran yang kedengarannya simpel, tapi dalam praktiknya banyak yang lengah. Penularan kerap terjadi dalam situasi sehari-hari yang tanpa disadari membuat seseorang terlibat kontak dekat dengan orang lain tanpa menjaga jarak.


Beberapa aktivitas yang berisiko menularkan adalah:


1. Makan di restoran

Berada di ruangan bersama banyak orang, meski sudah menjaga jarak, tetap berisiko saling menularkan karena virus bisa bersirkulasi. Terlebih, masker akan selalu terbuka saat makan. Dan seringnya, anjuran untuk jaga jarak terlupakan ketika sedang asyik makan bersama.


2. Bertemu kerabat

Merasa saling kenal kerap membuat abai terhadap risiko penularan. Risiko penularan meningkat ketika masker diturunkan, lalu cipika-cipiki hingga tidak berjarak. Tanpa harus sedekat itu pun, berkerumun dengan kerabat atau kenalan di dalam ruangan juga meningkatkan risiko.


3. Ngegym

Lagi-lagi, risiko penularan di ruang tertutup. Gym dengan pendingin ruangan sangat memungkinkan virus bersirkulasi, apalagi jika banyak yang melepas masker agar lebih nyaman bernapas. Ditambah lagi, kebiasaan buruk tidak langsung membersihkan setelah menggunakan alat tertentu.


TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI

https://cinemamovie28.com/movies/the-boy-who-harnessed-the-wind/


Perjalanan Coca-Cola dari AS hingga Bisa ke RI


- Coca-Cola adalah salah satu merek dagang paling terkenal di dunia asal Amerika Serikat (AS). Di Indonesia pun minuman bersoda itu cukup banyak penggemarnya.

Dikutip dari situs resminya, Minggu (20/6/2021), Coca-Cola pertama kali hadir di Indonesia sekitar tahun 1927. Ketika itu, Netherland Indische Mineral Water Fabrieck (Pabrik Air Mineral Hindia Belanda) membotolkan untuk pertama kalinya di Batavia (Jakarta).


Setelah sempat berhenti beroperasi pada 1942, Coca-Cola mulai diproduksi kembali oleh Indonesia Bottler Limited (IBL), perusahaan nasional yang didirikan oleh TH Ticoalu, Tatang Nana, dan Harry Handoyo.


Pabrik tersebut memproduksi 1.000-1.500 cases Coca-Cola setiap harinya, dan mempekerjakan 25 orang yang dibantu oleh 3-7 truk untuk pendistribusian.


Sejak tahun 1960-an, berbagai produk The Coca-Cola Company telah diperkenalkan ke pasar Indonesia. Pada tahun 2000, 10 operasi pembotolan dikonsolidasikan di bawah Coca-Cola Amatil Indonesia.


Pada 1996, Coca-Cola Amatil memulai produksi dalam botol plastik (PET) untuk pertama kalinya.


Di tahun 2016, Coca-Cola Amatil Indonesia mempekerjakan lebih dari 12,000 karyawan orang di 8 pabrik pembotolan dan di lebih dari 200 pusat penjualan dan distribusi di seluruh negeri.


Berdasarkan studi "Merek Global Terbaik" Interbrand tahun 2015, Coca-Cola adalah merek paling berharga ketiga di dunia, setelah Apple dan Google. Minuman bersoda itu sempat berada di peringkat No. 87 dalam daftar Fortune 500 2018 dari perusahaan AS terbesar berdasarkan total pendapatan.


Meskipun tergolong minuman yang tidak sehat, kesuksesan Coca-Cola dalam pengembangan produk dan bisnis kerap dijadikan contoh inspiratif bagi masyarakat. Perusahaan itu sampai mendirikan museum khusus yang membahas produk mereka.


Museum itu bernama World of Coca-Cola yang terletak di Atlanta, Georgia, AS. Dikutip dari situs resminya, museum ini didedikasikan sepenuhnya untuk penggemar Coke.


Di sana pengunjung dapat melihat pameran mengenai sejarah minuman bersoda itu, perannya dalam budaya pop, dan proses pengemasannya. Selain itu, museum ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang memungkinkan pengunjung mencicipi aneka Coca-Cola dari berbagai negara.

https://cinemamovie28.com/movies/the-wind-of-change/