Bocah usia 8 tahun biasanya tak banyak kegiatan, apalagi menghasilkan uang sendiri. Namun beda dengan Joseph Deen. Di usia sebelia itu, dia telah menjadi gamer profesional Fortnite dan mendapatkan kontrak dengan bayaran tidak sedikit.
Seperti dikutip detikINET dari BBC, Selasa (2/3/2021), Joseph yang asal California ini Desember tahun lalu dikontrak oleh tim Team 33 yang berbasis di kota yang sama. Dia mendapat bonus perekrutan USD 33 ribu atau di kisaran Rp 473 juta dan komputer high end.
Fortnite sendiri adalah salah satu game online terpopuler saat ini dan dimainkan ratusan juta gamer. Joseph pun mengungkapkan rasa senangnya telah mendapat kontrak profesional di usia begitu belia.
"Aku merasa takjub saat mendapatkan kontrak itu. Aku sudah sering berpikir menjadi gamer profesional, tapi tidak ada yang menganggapku serius sampai Team 33 datang," kata dia.
Joseph sudah main Fortnite sejak usia 4 tahun. Bakatnya yang luar biasa terendus oleh Team 33 dan akhirnya ia dikontrak. "Pemandu bakat menyatakan kami harus merekrut anak ini. Jika tidak, maka yang lain akan melakukannya," ujar Tyler Gallager, pendiri dan CEO Team 33.
Joseph pun bercita-cita menjadi seperti Kyle 'Bugha' Giersdof. Kyle yang masih remaja, memenangkan turnamen dunia Fortnite pada tahun 2019 dan menggondol hadiah USD 3 juta.
"Impianku adalah menjadi seperti Bugha dan bermain seperti dia. Aku mencontohnya karena tidak ada yang peduli padanya sampai dia menang Piala Dunia dan aku merasakan hal yang sama," ujar Joseph.
Sebenarnya menurut aturan, Joseph masih terlalu muda untuk ikut turnamen Fortnite. Rating game ini juga minimal dimainkan umur 12 tahun, tapi ibu Joseph menyatakan tidak ada masalah. "Aku lihat game-nya dan tak ada yang salah. Dia anak yang seimbang dan dari keluarga baik-baik, tak terpengaruh oleh itu," kata Gigi sang ibu.
https://movieon28.com/movies/target-number-one/
Transformasi Digital 2021, Manfaat 'Tol Langit' Akan Ditingkatkan
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate akan meningkatkan utilitas Palapa Ring atau yang dikenal dengan 'Tol Langit'
Hal tersebut sebagai bagian fokus Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menggeber percepatan transformasi digital di 2021.
Disampaikannya, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait konektivitas digital beberapa waktu lalu, dua fokus yang dimaksud adalah menerapkan connecting the unconnected and leaving no-one behind serta kemandirian dan kedaulatan digital.
"Kominfo perlu berfokus pada peningkatan utilisasi Palapa Ring backbone broadband, juga pemanfaatan ruang digital ekonomi yang lebih berimbang. Kita negara yang bukan negara proteksionis, kita terbuka kerjasama internasional," ujar Johnny dalam siaran persnya, Selasa (2/3/2021).
"Namun kita juga harus menjadi bangsa dan negara yang berdaulat, memanfaatkan semua kemampuan, keunggulan, SDM digital kita untuk negeri kita, untuk bangsa dan rakyat kita dan jika bisa untuk kepentingan umat manusia," ucapnya menambahkan.
Menkominfo menambahkan momentum tersebut diharapkan dapat menghubungkan Indonesia dengan teknologi baru, pola pikir dan mindset baru, kesempatan kolaborasi global yang baru, serta masa depan baru menuju Indonesia Maju.
"Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Kementerian Kominfo memiliki peran dan tanggungjawab yang besar dalam implementasi agenda transformasi digital ini," kata Politikus Partai NasDem ini.
Menurut Johnny, transformasi digital Indonesia berjalan dengan prinsip connecting the unconnected and leaving no-one behind. Oleh karena itu, kemandirian dan kedaulatan digital harus menjadi kunci utama dalam perwujudan transformasi digital.
https://movieon28.com/movies/a-night-of-horror-nightmare-radio/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar