- Google akan membatasi pemakaian Google Meet versi gratis mulai April 2021 mendatang. Yaitu pemakaian maksimalnya menjadi satu jam.
Platform layanan meeting virtual ini sebelumnya menjadi alternatif yang ramah untuk pengguna tak berbayar. Berbeda dengan Zoom yang sejak awal sudah membatasi durasi penggunaannya untuk versi gratis.
Namun mulai April 2021 mendatang, penggunaan Google Meet versi gratis terbatas menjadi satu jam. Padahal, layanan semacam ini sangat membantu selama pandemi Corona, yaitu untuk mengadakan pertemuan secara virtual.
Awalnya Google akan menerapkan pembatasan ini pada September 2020 lalu, namun kemudian diperpanjang sampai 31 Maret. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda kalau Google akan memperpanjang masa gratisan Google Meet ini.
"Sebagai tanda komitmen kami, hari ini kami memperpanjang panggilan Meet tak terbatas untuk versi gratis sampai 31 Maret 2021," tulis Samir Pradhan, Google Product Manager, Google Meet dalam blog resmi Google saat itu.
Sebelumnya, versi gratis Google Meet bisa dipakai untuk melakukan konferensi video tanpa batasan waktu, alias bisa 24 jam penuh dalam sehari, dengan jumlah peserta sampai 100 orang.
Nah, mulai 1 April mendatang penggunaan Google Meet versi gratis akan terbatas dengan durasi satu jam. Meski memang pengguna tetap bisa melanjutkan penggunaannya dari awal, tetap dengan batasan satu jam.
Sementara untuk varian berbayar, ada Google Workspace Essentials dengan biaya USD 8. Pengguna paket ini bisa melakukan konferensi video tanpa batas durasi dengan jumlah peserta maksimal 150 orang.
Namun jika dibandingkan dengan Zoom, durasi yang ditawarkan Google lewat Google Meet ini sedikit lebih lama. Zoom sendiri sejak awal membatasi penggunaan layanan gratisnya, yaitu durasi maksimal 40 menit untuk setiap konferensi video.
https://indomovie28.net/movies/habibie-ainun-3/
Kuota Internet Gratis Kemendikbud 2021 Cair, Bisa Buat Apa Saja?
Kuota internet gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hari ini, Kamis (11/3/2021), sudah cair. Bisa dipakai untuk mengakses apa saja?
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, berbeda dari bantuan sebelumnya, subsidi kuota internet selama tiga bulan ke depan ini diubah untuk memaksimalkan penggunaannya.
Disampaikan Nadiem, bantuan kuota internet Kemendikbud ini mulai disalurkan dari tanggal 11-15 di setiap bulannya, di mana itu berlaku selama 30 hari setelah subsidi tersebut diterima pengguna.
Bila sebelumnya terdapat pemisahan kuota yang terdiri dari Kuota Belajar dan Kuota Umum. Namun bantuan kuota internet Kemendikbud 2021 ini hanya terdapat Kuota Umum saja.
"Jadi, di 2021, kita akan memberikan kuota GB yang lebih kecil daripada kuota belajar sebelumnya, tetapi kuota ini merupakan kuota umum, jadi bisa mengakses seluruh laman dan aplikasi, kecuali aplikasi yang diblokir," ujar Nadiem.
"Artinya, bantuan kuota internet 2021 dapat digunakan untuk seluruh sumber informasi di internet yang relevan untuk pembelajaran," tambahnya.
Meskipun pemerintah sudah membuat kuota internet menjadi fleksibel, tetap ada pengecualian untuk sejumlah website. Nadiem mengatakan website yang tidak berkaitan dengan pendidikan, seperti TikTok, Instagram, hingga Facebook, masih tetap di-blacklist.
"Tapi kita mengecualikan hal-hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan pendidikan, TikTok, Facebook, Instagram, itu kita kecualikan. Jadinya kita buat blacklist bapak-ibu," tegas Nadiem.
Selain itu, Nadiem mengatakan banyak masyarakat ingin agar YouTube dapat diakses dalam kuota internet gratis dari pemerintah. Sebab, menurutnya, banyak orang menggunakan YouTube sebagai media pembelajaran.
"Kalau saya Google ke mana-mana, website-website universitas dan yang terakhir, 'Pak, YouTube, Pak, Mas Menteri, YouTube'. Itu menjadi salah satu pembelajaran yang terpenting untuk berbagai macam melihat buruk baik dari sisi guru dan lainnya," ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar