Sabtu, 06 Maret 2021

Studi: Vaksin Corona Sinovac Kurang Ampuh Lawan Varian Baru Corona Brasil

 Varian baru Corona yang saat ini ditemukan memunculkan sejumlah kekhawatiran mengenai efektivitas vaksin yang dikembangkan. Studi demi studi pun dilakukan untuk melihat apakah ada kemungkinan vaksin Corona tidak merespons kekebalan yang diciptakan oleh vaksin.

Penelitian yang dilakukan di Brasil menemukan vaksin virus Corona tidak ampuh pada varian virus Corona yang ditemukan di negara itu. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Universitas Sao Paulo, Fakultas Kedokteran Universitas Washington dan sejumlah institusi, yang menyimpulkan vaksin tidak merespons untuk varian baru tersebut.


Dalam studi ini, mereka mengambil sampel plasma dari delapan orang yang telah disuntik vaksin Coronavac dari Sinovac. Menurut hasil penelitian, vaksin Sinovac gagal untuk menetralkan varian pada lini P.1 atau 20J/501Y.V3.


"Hasil menunjukkan virus P1 berhasil kabur dari antibodi penetral yang diinduksi oleh Coronavac," kata tim peneliti dikutip Reuters, Sabtu (5/3/2021).


Selain itu studi juga menunjukkan individu yang telah divaksin masih bisa terkena infeksi lain.


Seorang juru bicara Sinovac belum bisa dihubungi untuk berkomentar soal penelitian tersebut. Namun kepala eksekutif perusahaan, Yin Weidong, pernah mengatakan pihaknya dapat menggunakan kapasitas penelitian dan manufaktur untuk mengembangkan vaksin baru yang melawan varian lain jika diperlakukan.


Dia juga membicarakan soal lamanya proses pengembangan vaksin. Menurutnya butuh waktu lebih sedikit dari yang dibutuhkan untuk mengembangkan Coronavac.

https://movieon28.com/movies/the-poet-3/


Ramalan Baru Bill Gates Kapan Dunia Libas Corona


 Sudah beberapa kali Bill Gates meramalkan atau memprediksi kapan dunia bisa kembali normal karena pandemi Corona dapat dikendalikan. Sempat optimistis pandemi dapat berakhir tahun ini, dalam wawancara terbaru dia menjadi lebih pesimis. Apa sebabnya?

Kepada CNN, sang pendiri Microsoft menilai pemberian vaksin di Amerika Serikat terlalu lambat untuk dapat mengalahkan pandemi di akhir tahun ini. "Sedihnya, CDC (Centers for Disease Control and Prevention) kurang berhasil di tugas awal," cetus dia.


Ia mengkritik pemerintahan Donald Trump yang terkesan kurang serius mempersiapkan pemberian vaksin. "Buruk bahwa peluncuran vaksin dimulai di bawah pemerintahan yang terkesan menyangkal dan kini lebih berat untuk memperbaikinya," begitu pendapatnya.


Terciptanya vaksin Corona yang ampuh oleh beberapa produsen farmasi dipandangnya sebagai keajaiban yang akan mengalahkan Corona. Namun demikian banyak negara kaya menimbun vaksin Corona sehingga negara lain terbatas pilihannya.


"Vaksin hanya menuju ke negara-negara kaya dan ini menjadi fokus yayasan Gates Foundation untuk mendapat pabrik tambahan, seperti pabrik besar di India. Itu sudah dilakukan untuk vaksin AstraZeneca dan segera juga Johnson & Johnson serta Novavax," jelas Bill Gates seperti dikutip detikINET dari Forbes, Kamis (4/3/2021).


Pada beberapa bulan mendatang, situasi mungkin sudah cukup normal, khususnya di Amerika Serikat. Namun menurut dia, tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri pandemi secara global belum cukup sehingga pulihnya dunia bisa memakan waktu lebih lama.

https://movieon28.com/movies/the-poet-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar