Sabtu, 13 Maret 2021

TokoMart di Tokopedia Dilengkapi Fitur Geo-Tagging, Ini Fungsinya

 Masa pandemi mendorong peralihan cara berbelanja masyarakat. Tren belanja online meningkat, termasuk dalam hal pembelanjaan kebutuhan sehari-hari.

Transisi cara belanja masyarakat tersebut dijawab Tokopedia dengan menghadirkan TokoMart. Halaman khusus tersebut dilengkapi teknologi geo-tagging agar mempermudah masyarakat menemukan toko terdekat dari lokasinya.


Di TokoMart, pengguna Tokopedia bisa berbelanja produk sembako, makanan dan minuman, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.


"Sepanjang tahun 2020, kategori F&B menjadi salah satu kategori paling populer di Tokopedia. Bahkan mengalami peningkatan transaksi sebesar 3 kali lipat dibandingkan periode sebelum pandemi," jelas Merchant Development Senior Lead Tokopedia Hartawan Lesmana dalam keterangan tertulis, Selasa (9/3/2021).


"Produk seperti telur, ikan, mie instan, teh, madu dan kopi lokal menjadi yang paling diburu masyarakat," imbuhnya.

Hartawan memaparkan Tokopedia berkolaborasi dengan para mitra di berbagai daerah, yang menyediakan produk-produk kebutuhan rumah tangga, sembako, hingga makanan.


"Tingginya antusiasme masyarakat mendorong kami untuk menghadirkan TokoMart. Kami juga berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis, dalam hal ini pegiat usaha di Indonesia, mulai dari Hypermart, LotteMart Indonesia, Sayurbox hingga sejumlah UMKM lokal dari berbagai industri, untuk menyediakan lebih dari 200 ribu pilihan produk di halaman Tokomart," ulas Hartawan.


Ia menambahkan kehadiran TokoMart dapat membantu para pegiat usaha untuk menjangkau konsumennya. Inovasi geo-tagging memprioritaskan penjual terdekat dari domisili pembeli, sehingga pelaku usaha pun menjadi lebih mudah memaksimalkan penjualan.


Pada fase pertama inovasi geo-tagging ini berlaku untuk mitra Tokomart di wilayah Jabodetabek dan Bandung. Hartawan menekankan Tokopedia akan terus menambahkan wilayah lainnya agar kemudahan ini segera dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.


Ia menyebut selain bisa mendapatkan ongkir lebih murah, masyarakat bisa menikmati nilai tambah lain setiap harinya untuk membuat belanja semakin hemat. Misalnya flash sale, cashback dan diskon hingga 50%. Ada juga bebas ongkir untuk berbagai jenis pengiriman.


"Ke depannya, Tokopedia akan terus berkomitmen #SelaluAdaSelaluBisa berkolaborasi bersama para mitra strategis untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih lengkap, mudah dan hemat bagi masyarakat. Upaya bersama ini bisa mengakselerasi adopsi platform digital bagi sebanyak-banyaknya pelaku usaha, sekaligus membantu pemulihan ekonomi nasional," cetus Hartawan.


Hartawan mengatakan untuk mendapatkan produk-produk kebutuhannya masyarakat bisa mengakses TokoMart lewat kolom pencarian di Tokopedia.

https://nonton08.com/movies/1111-what-did-you-see/


Ada Bocoran Merger dengan Gojek, Ini Kata Tokopedia


 Gojek dan Tokopedia dirumorkan sudah mencapai kesepakatan awal untuk merger. Tokopedia pun buka suara tentang kabar itu.

"Beritanya tidak benar, Mas. Dan kami tidak bisa berkomentar pada spekulasi pasar. Jika ada aksi korporasi, kami pasti akan kasih kabar ke teman-teman media," ujar VP Corcom Tokopedia Nuraini Razak kepada detikINET, Selasa (9/3/2021).


Sebelumnya, dilansir dari DealStreetAsia, Selasa (9/3/2021) dua unicorn Indonesia yaitu Gojek dan Tokopedia dilaporkan sudah menandatangani Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) atau perjanjian jual beli saham bersyarat. Bocoran ini disampaikan oleh platform D-Insight.


Kesepakatan awal ini menjadi kabar terbaru dari rencana merger yang sebelumnya sudah panas diberitakan. D-Insights menyebutkan setelah merger, Gojek akan memegang 60% saham. Sedangkan Tokopedia akan memegang sisanya.


Gabungan dari dua unicorn ini jika merger akan menghasilkan valuasi senilai USD 35-40 miliar (Rp 500,1-572,5 triliun), demikian menurut laporannya. Valuasi ini akan menjadi yang kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Indonesia setelah PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.


Dalam kesempatan terpisah, detikINET juga meminta tanggapan dari Gojek. Nila Marita, Chief Corporate Affairs, Gojek Group mengatakan tidak bisa berkomentar.


"Kami tidak dapat memberikan komentar terhadap rumor dan spekulasi di pasar," kata Nila singkat.

https://nonton08.com/movies/kain-kafan-hitam/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar