Bagi kalian yang merupakan pelanggan XL Axiata dan sering menggunakan kereta bawah tanah di ibukota, maka harap sabar, sebab sinyal XL Axiata saat ini tidak tersedia di jalur MRT Jakarta.
Group Head Corporate Communications XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan bahwa saat ini perpanjangan kerja sama antara XL Axiata dan pengelola MRT belum menemukan kesepakatan.
"Kami masih terus mendiskusikan dan berharap kebijakan dari pihak operator MRT untuk dapat memberikan fleksibilitas penyesuaian biaya yang dibebankan kepada kami (operator telekomunikasi), mengingat beban biaya sewa yang diberikan kepada kami saat ini sangat tinggi dan belum ada perubahan/penyesuaian yang signifikan hingga saat ini," tutur Ayu kepada detikINET.
Di samping persoalan tersebut, XL Axiata berkomitmen untuk tetap dapat melayani kebutuhan jasa layanan telekomunikasi masyarakat dimanapun berada termasuk di kawasan objek-objek vital, seperti mal, bandara, terminal, pelabuhan dan sebagainya, termasuk di jalur MRT.
"Namun saat ini, di untuk jalur bawah tanah MRT tersebut, layanan XL Axiata belum dapat digunakan. Kami masih akan terus mencoba untuk mencari solusi terbaik bagi kenyamanan pelanggan," jelas Ayu.
Mengenai hilangnya sinyal XL di jalur MRT, detikINET telah mencoba menghubungi pengelola MRT. Hanya saja sampai berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari mereka.
Seperti diketahui, MRT Jakarta yang ada saat ini melayani 13 stasiun dari Bundaran HI-Lebak Bulus, di mana 6 stasiun di antaranya berada di bawah tanah mulai dari Bundaran HI sampai Senayan.
https://kamumovie28.com/movies/mau-dong-ah/
Vaksin Corona Ini 94% Manjur Lawan COVID-19 Tanpa Gejala
- Kementerian Kesehatan Israel dan Pfizer/BioNTech mengumumkan vaksin Pfizer berhasil mencegah tak hanya COVID-19 yang bergejala, tetapi juga yang tanpa gejala.
Analisis terbaru ini dilakukan ketika lebih dari 80% kasus COVID-19 Israel berasal dari varian mutasi virus Corona B117, mendemonstrasikan bahwa vaksin Pfizer sama efektifnya terhadap varian ini. Untuk diketahui, varian virus Corona B117 dikenal lebih menular, dan mungkin lebih mematikan.
Dikutip dari ABC News, pengumuman tersebut menyertakan statistik kunci terkait penyebaran virus melalui orang-orang yang tidak menunjukkan gejala. Menurut laporan Kementerian Kesehatan Israel, vaksin Pfizer sejauh ini 94% efektif mencegah jenis infeksi ini.
Uji klinis Pfizer dirancang untuk mengukur seberapa baik vaksin dua dosis mereka bekerja untuk menghentikan kasus gejala penyakit, kasus yang pasien tahu mereka terkena virus, termasuk kasus parah yang menyebabkan rawat inap atau kematian.
Pengumuman terbaru dari Israel menyebutkan vaksin Pfizer 97% efektif mencegah kasus seperti itu, dan cocok dengan 95% kemanjuran yang dicatat Pfizer dalam uji coba mereka.
Data terbaru Israel (belum ditinjau penelitian lain), dikumpulkan dua minggu setelah pemberian dosis vaksin kedua. Hal ini memperkuat gagasan bahwa diperlukan dua dosis untuk mencapai kemanjuran penuh.
Mereka yang tidak menerima vaksin disebut berisiko 44 kali lebih mungkin mengembangkan penyakit bergejala, dan 29 kali lebih mungkin meninggal karena COVID-19.
"Untuk orang-orang yang telah divaksinasi, itu alasan lain mengapa sangat penting bahwa kita telah menyingsingkan lengan baju dan memutuskan menerima vaksin," kata Dr. Todd Ellerin Director Infectious Diseases di South Shore Health.
"Dan bagi mereka yang ragu akan vaksin, mudah-mudahan data seperti itu menunjukkan bahwa vaksin ini luar biasa efektif tidak hanya dalam mencegah penyakit parah, tetapi juga secara nyata mengurangi infeksi. Dan jika Anda dapat mengurangi infeksi, Anda akan mengurangi penularan," tutupnya.
https://kamumovie28.com/movies/i-love-that-crazy-little-thing/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar