Malaysia mengandalkan turis revans untuk meningkatkan sektor pariwisata yang babak belur karena pandemi virus Corona. Wisatawan lokal menjadi sasarannya.
"Wisatawan domestik kita sudah tidak sabar untuk traveling lagi, terutama untuk melakukan perjalanan internasional. Jika diizinkan melintasi batas negara, mereka akan melakukannya," ujar Direktur Jenderal Pariwisata Malaysia Zulkifly Md Said saat peluncuran ITB Berlin Now dan dikutip oleh The Star.
Indikatornya, meningkatnya wisata antar provinsi di dalam negeri. Menurut data Departemen Pariwisata Malaysia, aktivitas melancong wisatawan lokal mulai menggeliat.
"Hotel menerima tamu-tamu yang staycation di akhir pekan. Setelah warga harus tinggal di rumah, kini mereka hanya ingin rileks di hotel dan jalan-jalan keliling kota," kata Zulkifly.
Peningkatan tajam jumlah wisatawan setelah warga diminta untuk tinggal di rumah karena pandemi virus Corona itulah yang disebut turis revans. Mereka seolah ingin membalas dendam untuk traveling kini.
Zulkifly sekaligus memastikan operator wisata Malaysia mulai melakukan pemanasan untuk menyambut turis. Makanya, saat pariwisata kembali pulih, mereka siap menyambut pelancong.
Senior Minister Datuk Seri Ismail Sabri menginstruksikan agar aktivitas pariwisata menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen dari daya tampung.
Dia menyebut belum semua tempat wisata bisa dibuka. Saat ini, baru kebun binatang, situs sejarah, museum, taman, dan taman hiburan, yang bisa beroperasi.
Zulkifly menegaskan prokes wajib diterapkan di semua tempat wisata. Juga oleh wisatawan.
"Pelajaran berharga diperoleh dari peningkatan kasus menjelang akhir tahun lalu (ketika perjalanan internasional diizinkan). Ketidakpatuhan terhadap prokes entah bagaimana telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19," kata Zulkifly.
"Ketika perjalanan internasional diizinkan lagi, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mematuhi dan mematuhi prokes. Kami tidak ingin menerapkan lockdown tahap ketiga," dia menambahkan.
Zulkifly menambahkan saat ini pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan health pass, seperti International Air Transport Associations (IATA) Travel Pass, untuk memfasilitasi perjalanan usai pandemi.
"Kami membutuhkan dokumen valid yang dapat diterima sebagai permulaan, di kawasan Asia Tenggara. Dokumen tersebut tidak boleh mudah dipalsukan demi keselamatan mereka yang pulang dan keamanan negara tujuan mereka," kata dia.
https://cinemamovie28.com/movies/privacy-lewdness/
Fakta-fakta Mutasi N439K yang Sudah Masuk RI, Lebih 'Smart' Lawan Antibodi
Beberapa waktu lalu, Indonesia mengumumkan adanya temuan kasus varian baru virus Corona Inggris yaitu B117 yang lebih menular. Selain varian B117 ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mewaspadai varian baru lainnya yang mengandung mutasi N439K, disebut lebih 'pintar' dalam menghadapi antibodi dan sudah menyebar di 30 negara.
Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Subandrio, sudah ada 48 kasus mutasi N439K yang ditemukan dari 547 sampel yang disequens dan dikirimkan ke bank data GISAID.
"Jadi dari 547 sequens yang sudah dilaporkan ke GISAID, itu ada 48 yang membawa mutasi tadi N439K di Indonesia," ungkapnya kepada detikcom Kamis (11/3/2021).
"Kalau dilaporkannya sih baru-baru saja di bulan Maret, tapi isolatnya sendiri ada beberapa yang dari tahun lalu, akhir Desember 2020," lanjutnya.
Apa itu N439K?
Dikutip dari Eurekalert, N439K ini merupakan mutasi yang terjadi pada protein spike virus Corona yang penyebarannya mirip dengan virus liar dan bisa mengikat reseptor enzim 2 (ACE2) pengubah angiotensin pada manusia lebih kuat.
Di mana mutasi N439K pertama kali dideteksi?
N439K menjadi mutasi yang paling umum dominan kedua dalam receptor binding domain (RBD). Mutasi ini pertama kali terdeteksi di Skotlandia pada Maret 2020 lalu.
Sejak saat itu, garis keturunan kedua (B1258) muncul secara independen di negara-negara Eropa lainnya pada Januari 2021 dan menyebar ke 30 negara di dunia.
https://cinemamovie28.com/movies/the-night-before-enlisting/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar