Rabu, 10 Maret 2021

Lansia DKI Bisa Vaksinasi di Istora Senayan, Begini Cara Daftarnya

 Kabar baik bagi para lansia di DKI Jakarta, vaksinasi massal digelar di Istora Senayan pada 8 Maret hingga 10 Mei 2021. Kegiatan ini merupakan bagian dari Sentra Vaksinasi COVID-19 Bersama, kolaborasi kolaborasi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Kesehatan.

Kegiatan ini juga sempat viral melalui broadcast yang beredar di beberapa platform berbagi pesan. Disebutkan, lansia dari luar DKI juga bisa ikut, cukup datang dengan bawa KTP tanpa harus mendaftar. Dipastikan, informasi ini adalah hoax.


Lalu bagaimana mekanisme yang benar?

Dikutip dari media sosial Sentra Vaksinasi COVID-19 Bersama dan dikonfirmasi subkoordinator hubungan masyarakat Kementerian BUMN, Umi Gita Nugraheni, berikut mekanismenya.


1. Sebelum waktu vaksinasi

Para peserta vaksinasi harus mengisi link yang tercantum di TAUTAN INI. Di dalamnya terdapat beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta vaksinasi.


2. Waktu vaksinasi COVID-19

- Undangan vaksinasi akan dikirim ke peserta via WhatsApp atau SMS yang berisi barcode dan jadwal vaksinasi. Para peserta dihimbau untuk mencetak hasil self assessment sebelum datang ke lokasi vaksinasi.


- Datang ke lokasi sesuai jadwal yang didapatkan.


- Ambil nomor antrean dan menunggu di ruang tunggu registrasi.


- Di meja registrasi, peserta bisa menscan barcode yang ada pada self assessment. Jika belum, peserta bisa mencetak self assessment di tempat.


- Dari self assessment tersebut, peserta akan ditentukan bisa mendapatkan vaksin, ditunda selama 10 menit, atau tidak bisa mendapat vaksinasi.


- Jika lanjut divaksin, vaksin COVID-19 akan diberikan oleh dokter di meja assessment.


- Observasi efek vaksin 30 menit dan mendapat E-Certificate vaksin tahap pertama.


Namun, jika setelah 30 menit peserta merasakan ada keluhan, akan langsung dibawa ke mini ICU yang ada di lokasi vaksinasi.

https://kamumovie28.com/movies/skull/


Efek Samping Vaksin Nusantara Diungkap oleh Penelitinya, Apa Saja?


 Vaksin Nusantara sudah melakukan uji klinis tahap pertama, terdapat 3 pilot dan 28 unblinded subject. Tim Peneliti RSUP dr Kariadi Semarang, Dr dr Muchlis Achsan, menjelaskan tak ada efek samping berat yang didapat.

"65,6 Persen keluhan derajat ringan, sisanya kategori derajat 2. Tidak didapatkan kejadian serious adverse event pada seluruh subjek di fase 1," jelas dr Muchlis dalam Rapat Kerja DPR Komisi IX, Rabu (10/3/2021).


Meski begitu, belum ada kepastian kapan vaksin Nusantara akan berlanjut ke tahap kedua lantaran masih menunggu lebih lanjut kajian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Sebanyak 14,2 persen subjek vaksin Nusantara tahap pertama mengalami gejala lokal ringan seperti berikut:


Nyeri lokal

Kemerahan

Pembengkakan

Penebalan

Gatal pada titik suntik

Sebanyak 39,2 persen mengalami reaksi sistemik ringan:


Nyeri sendi/otot

Serta sakit kepala

Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai pemrakarsa vaksin Nusantara mengaku sudah lebih dulu melakukan penelitian terkait teknologi dendritik.


"Sejak 2015 saya secara pribadi sudah juga mengembangkan proses dendritik sel vaksin ini di Cells Cure Centre RSPAD Gatot Subroto," bebernya dalam kesempatan yang sama.

https://kamumovie28.com/movies/micin-generation-vs-kevin/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar