Jumat, 12 Maret 2021

Metabolisme Tiap Orang Berbeda, Hati-hati Meniru Diet Para Seleb!

 Baru-baru ini, ramai buku diet yang berisi perjalanan diet selebriti Tya Ariestya yang menjadi sorotan. Hal itu disebabkan oleh Tya yang mengaku sukses menurunkan berat badan hingga 25 kilogram (kg) hanya dalam waktu empat bulan.

Dalam program dietnya tersebut, Tya turut mengatakan bahwa ia menjalani dietnya dengan metode tertentu, salah satunya yang sukses mencuri perhatian para netizen dan ahli gizi adalah lantaran ia menghindari konsumsi sayur-sayuran.


Padahal, mengikuti diet orang lain tanpa mengetahui kebutuhan tubuh sendiri justru malah dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sebab, menurut dokter gizi klinis dr Diana F Suganda, M.Kes, SpGK, pengaturan pola makan setiap orang akan berbeda-beda.


"Sebenernya diet atau pengaturan pola makan itu bener-bener customized. Mau kembar pun orangnya itu nggak akan sama. Karena kan tergantung kebutuhan masing-masing, ya. Kita gak bisa menyamaratakan, diet si A, si B, si C, nggak bisa sama. Jadi, bener-bener per orang itu akan berbeda," kata dokter Diana dalam program e-Life detikcom.


Dijelaskan oleh dokter Diana, pengaturan pola makan seseorang, mulai dari kebutuhan kalori hingga kebutuhan protein, harus disesuaikan dengan tinggi badan, usia, aktivitas fisik, penyakit yang mendasari. Sehingga, dapat dikatakan bahwa diet merupakan sesuatu yang personalized. Artinya, setiap orang memiliki pola yang berbeda-beda.


Oleh sebab itu, penting bagi orang-orang yang ingin diet untuk mengenali kondisi tubuhnya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menjalani program diet. Pasalnya, efek diet akan berbeda-beda pada setiap orang.

https://cinemamovie28.com/movies/sex-and-death-101/


Tempat Karaoke Bisa Buka Lagi Kelar Lebaran


Setelah tutup selama hampir setahun, akhirnya ada harapan buat pengusaha tempat karaoke. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta tengah menyiapkan pembukaan tempat karaoke.

Keputusan itu disambut baik oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani. Dia memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI dan Disparekraf.


"Terima kasih kepada teman Dinas Pariwisata yang selalu mengupayakan kami untuk dibuka. Namun memang membuka tempat hiburan, karaoke khususnya itu tidak mudah, walaupun hiburan sudah dibuka dari tahun lalu. Tahun lalu kan live music dan bar sudah dibuka, yang belum kan karaoke, griya pijat, diskotik dan club," ucapnya saat dihubungi detikcom, Kamis (11/3/2021).


Namun untuk membuka kembali tempat karaoke tidak semudah yang dibayangkan. Ada proses yang harus dilalui para pengusaha.


Menurut Hana, persyaratan yang ketat sekaligus juga menghalau stigma negatif tentang tempat karaoke. Dengan persyaratan tersebut setidaknya diharapkan masyarakat bisa paham bahwa pengusaha karaoke juga mengikuti protokol.


"Jadi masyarakat harus tahu untuk buka karaoke pengusaha harus ajukan surat pengajuan jadi prosesnya panjang," tambahnya.


Dengan segala persyaratan tersebut, Hana memperkirakan tempat karaoke di Ibu Kota baru bisa beroperasi setelah Lebaran, mengingat bulan Ramadan yang tinggal beberapa minggu lagi.


"Ya sepertinya setelah Lebaran, karena sebentar lagi Ramadan, tapi nggak tahu juga, karena saya tanya teman-teman dinas katanya sudah banyak yang mengajukan," ucapnya.


Menurut Hana jika sudah banyak pengusaha tempat karaoke lakukan pengajuan saat ini maka dia perkirakan sebagian kecil akan mulai beroperasi pertengahan bulan ini.


Lalu apa saja syarat agar tempat karaoke bisa kembali beroperasi? Baca di halaman berikutnya:

https://cinemamovie28.com/movies/complete-breeding-the-aesthetics-of-confinement/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar