Sabtu, 11 Januari 2020

Kalau Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Ahok Usul Ada Tempat Wisata

Kalimantan hampir pasti menjadi lokasi pemindahan Ibu Kota Indonesia. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok/BTP) usul agar ibu kota baru juga jadi tempat wisata.

Hal itu disampaikan Ahok dalam video berjudul 'BTPVLOG #12 - MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA SUKU DAYAK' yang diunggah di akun Panggil Saya BTP, seperti dilihat detikcom, Sabtu (20/7/2019). Dalam video tersebut, Ahok berbicara soal rencana pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke luar Pulau Jawa. Dia berharap Kaltim bisa menjadi ibu kota Indonesia yang baru.

"Ya saya tidak tahu, mudah-mudahan saja (Jokowi pilih Kaltim jadi ibu kota). Saya kalau baca-baca berita, katanya Pak Jokowi pengin pindahin ibu kota. Saya nggak begitu ngikutin berita karena hampir 4 setengah bulan saya di luar negeri keliling. Ya siapa tahu beliau (Pak Jokowi) memilih Kaltim ya," ucap Ahok.

Ahok mengatakan, jika harapannya terkabul, Suku Dayak harus memperjuangkan satu kawasan hutan yang nantinya bisa dijadikan lokasi pelestarian budaya Dayak. Selain menjadi tempat pelestarian budaya Dayak, hutan tersebut bisa menjadi tempat wisata.

"Nah, kalau di Kalimantan Timur, saya kira kita harus memperjuangkan ada satu hutan yang dilestarikan untuk kepentingan budaya dan kehidupan model kehidupan Suku Dayak seperti apa," jelasnya.

"Saya kira itu yang penting karena, bagaimanapun juga, kalau kita memiliki satu tempat itu, berapa ribu tahun pun budaya itu tahu aslinya seperti apa. Nah, saya kira itu juga jadi tempat wisata," lanjutnya.

Menurut Ahok, tempat wisata di sebuah ibu kota baru merupakan satu hal yang penting. Sebab sebut dia, hampir semua ibu kota baru itu sepi.

"Tidak mungkin sebuah ibu kota hanya ibu kota dan tidak ada wisata. Hampir semua ibu kota baru tuh sepi. Nah tapi coba kalau dibangun kembali seperti di pedalaman lagi, hutan kotanya banyak," terang Ahok.

Akhir Pekan, Asyiknya Naik Perahu di Pantai Glagah Kulonprogo

Liburan akhir pekan ayo ke Kulonprogo. Anda sekeluarga bisa bertamasya naik perahu di Danau Laguna, Pantai Glagah.

Pertama saya dan keluarga mengunjungi Danau Laguna di Pantai Glagah, rupanya sudah terlihat antrean pengunjung yang memanjang di dermaga demi bisa merasakan sensasi naik kapal laguna. Hari itu kebetulan adalah libur, jadi pantai terasa sangat penuh tatkala sebelumnya saya melihat kendaraan para wisatawan dari berbagai kota.

Sebenarnya perjalanan ke pantai ini sedikit sulit karena daerahnya yang berada di Kulonprogo dan cuaca yang waktu itu sangatlah panas. Jadi saran saya, ketika teman-teman hendak berlibur jangan lupa pakai tabir surya, kacamata hitam dan topi untuk melindungi kepala dari teriknya matahari yang menyengat.

Akhirnya setelah menunggu beberapa lama, giliran kami pun tiba. Pakde dan adik laki-laki saya duduk di depan, mengawali terisinya kapal yang bisa memuat 14 penumpang.

Saya, adik perempuan saya, ibu saya dan budhe saya duduk di kursi bagian belakang. Kapal memutari Danau Laguna sebanyak dua kali. Kami disuguhi keindahan pohon-pohon yang mengelilingi danau.A ir danau laguna pun terlihat jernih dan udaranya meneyejukkan. Berbeda dengan Yogyakarta yang kini lebih sering macet dan banyak polusi dimana-mana.

Setelah puas berputar-putar di Laguna, kami pun memutuskan makan seafood di warung dekat dermaga. Selain makanannya enak, pemandangan laguna bisa langsung dinikmati di depan mata.

Tempat wisata ini adalah tempat yang sangat direkomendasikan sekali bagi mereka-mereka yang ingin lepas dari asap-asap tak menyehatkan dan udara yang sejuk. Siapapun yang datang kemari tentunya akan ketagihan untuk datang kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar