Selasa, 21 Januari 2020

Kisah Haru Petugas Taman Rekreasi Tenangkan Anak Autis

Universal Studios menjadi salah satu taman rekreasi anak. Inilah kisah haru petugas di sana menenangkan anak autis yang kecewa karena wahana rusak.

Cinta menjadi bahasa universal yang bisa ditunjukkan dengan berbagai cara. Seorang petugas Universal Studios Orlando menunjukkan cintanya terhadap seorang anak berkebutuhan khusus.

Dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (12/6/2019) Lenore Koppelman bersama suami dan anaknya, Ralph, melakukan rekreasi pertama ke Universal Studios Orlando. Ralph adalah anak berkebutuhan khusus karena menderita austisme.

Wahana pilihan Ralph jatuh pada The Amazing Adventures of Spider-Man. Ralph pun mengantre bersama keluarganya untuk bisa naik wahana ini.

Senyum mengembang selama mengantre. Ralph semakin bahagia ketika antreannya semakin dekat. Namun tetiba saja petugas meminta wisatawan meninggalkan arena karena wahana rusak.

Mengetahui hal tersebut semua wisatawan kecewa, termasuk Ralph. Wisatawan lain mulai bubar tapi tidak dengan Ralph. Ralph menangis sampai sesak.

Melihat ini, seorang petugas bernama Jen mencoba untuk menenangkan Ralph. Jen ikut rebah di lantai sambil menengankan Ralph. Jen bahkan meminta pengunjung lain untuk terus keluar dari arena supaya tidak berhenti dan menatap Ralph yang ngambek.

Sementara Ralph menangis, Jen berada tetap berbaring tenang di sampingnya. Jen berkata akan menemani Ralph sampai ia merasa lebih baik.

Sesudah Ralph tenang, Jen memberikan sesuatu untuk menebus rasa kecewanya. Ralph diperbolehkan untuk memiliki mainan dari toko suvenir yang seharga US 50 atau sekitar Rp 712.717.

Ralph pun senang, ia meminta sebuah buku catatan Spiderman dan kartu identitas kecil dengan total jumlah yang diberikan. Ralph tak lupa mengucapkan terima kasih dan tersenyum kepada Jen.

Pihak juru bicara Universal pun bangga dengan cara Jen mengatasi pengunjung. Cerita yang dibagikan Koppelman di Facebook sudah disukai oleh 101 ribu netizen.

Ubud Bali Siap Jadi Destinasi Gastronomi Berstandar Global

Daftar kekayaan destinasi pariwisata kuliner Indonesia kembali bertambah. Kali ini, Ubud di Kabupaten Gilianyar, Bali, dijadikan destinasi gastronomi sesuai standar organisasi pariwisata dunia UN World Tourism Organization (UNWTO).

Hal ini disambut baik oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, jika ingin bersaing secara global maka harus menggunakan standar global sehingga wisata kuliner di Indonesia dapat menjadi yang terbaik di dunia,

"Menjadi yang terbaik akan menaikkan level 3C. Ini sama seperti saat kita meraih penghargaan dunia, yaitu Credibility, Confidence, and Calibrate. Begitu pun program destinasi gastronomi berstandar UNWTO ini akan menjadi pencapaian pariwisata Indonesia untuk menjadi yang terbaik di global," ujar Arief dalam keterangannya, Senin (12/6/2019).

Arief menjelaskan, bahwa kuliner Indonesia sangat memungkinkan menjadi pemain global. Apalagi tren wisatawan saat ini adalah mencari pengalaman otentik yang dapat memberikan konteks cerita yang berkualitas. Tak hanya itu kuliner juga merupakan alat diplomasi yang paling baik sehingga memberikan dampat positif bagi Indonesia.

"Dan ingat, kuliner merupakan diplomasi sosial yang paling halus, cepat, dan efektif untuk mempopulerkan sesuatu ke pasar global. Sebagai contoh Amerika dengan distribusi film Hollywood dan gaya hidup masakan cepat saji dan Korea dengan drama K-Pop dan kulinernya. Tak saja mereka mampu mempopulerkan sosial budayanya, namun juga memberikan dampak branding positif bagi pariwisatanya," jelas Arief.

Sektor kuliner dalam industri pariwisata juga menyumbang sekitar 30%-40% pendapatan pariwisata. Ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,38% terhadap perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp852,24 triliun, dari total kontribusi tersebut subsektor kuliner menyumbang 41,69%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar