Tak seru rasanya jika mudik tanpa mencoba kuliner khas daerah yang dilewati. Jika mudik ke Jawa, coba beberapa kuliner khas yang nikmat demi mengembalikan stamina dan semangat untuk menempuh perjalanan panjang.
Berikut beberapa kuliner khas yang bisa dijajal saat mudik ke Jawa.
1. Sate Kambing Muda Brebes
Saat tubuh mulai lelah berkendara di Pantura, tidak ada salahnya untuk melipir sejenak mencicipi kuliner khas Brebes, misalnya sate kambing muda. Berada di jalur jalan Pantura, Warung sate kambing muda H. Suharjo ada di Jl. A Yani No.32, Kabupaten Brebes menjadi salah satu destinasi kuliner yang diincar para pemudik.
Sate kambing Brebes ini memakai daging kambing muda atau batibul. Karenanya jaminannya bau tidak prengus dan empuk juicy dagingnya. Satu tusuk sate diisi potongan daging kambing, hati kambing berselingan. Sate disajikan dengan cocolan kecap yang dicampur irisan bawang merah dan tomat segar. Dimakan dengan nasi putih hangat akan membuat badan terasa lebih bersemangat.
2. Nasi Jangkrik Kudus
Kuliner yang satu ini namanya unik, begitu juga tampilannya. Nasi jangkrik tidak memakai jangkrik sebagai lauknya, melainkan daging kerbau yang empuk dan gurih, lalu dilengkapi dengan tahu dan guyuran kuah santan.
Ada juga ciri khas lain dari nasi jangkrik, yaitu dibungkus daun jati. Salah satu penjual nasi jangkrik ternama adalah warung Kuliner Nasi Jangkrik Godong Jati Khas Menara di Jalan Sunan Kudus. Warung yang buka mulai pukul 17.00 ini menjual nasi jangkrik seharga Rp 15.000 per porsi.
3. Sumsum Bakar Cilegon
Nasi yang satu ini berbalut bumbu dan sumsum dengan rasa gurih lezat. Aromanya menggoda karena dibungkus daun pisang lalu dibakar. Salah satu nasi sumsum bakar yang wajib dicicip jika tengah berada di Banten ialah nasi sumsum bakar racikan Mang Puri.
Sudah ada sejak 1941, nasi sumsum bakar di kedainya punya banyak pilihan isi, mulai dari isi otak sapi, ati ampela, daging kerbau hingga sosis. Sate sapi, kerbau, keong hingga lidah juga tersedia sebagai pelengkap.
4. Sego Megono Pekalongan
Saat mampir ke Pekalongan, tidak ada salahnya untuk mencicipi sego atau nasi megono yang terdiri dari nasi yang disajikan dengan cincangan nangka muda dan parutan kelapa. Nasi megono biasa disajikan dengan beberapa lauk seperti ikan asin, labu siam rebus, tempe goreng hingga sambal.
Salah satu warung nasi megono yang cukup populer adalah Nasi Megono Sego Rakyat Mbak Ibah. Warung nasi megono ini termasuk kuliner yang legendaris dan sudah ada sejak tahun 1992. Dijual dengan harga terjangkau, seporsinya tak sampai lebih dari Rp 10 ribu.
Setelah perut kenyang, saatnya melanjutkan perjalanan mudik ke kampung halaman. Agar tubuh tetap fit saat mudik dan bisa terus mengeksplorasi kuliner selama perjalanan, konsumsi Fatigon Spirit. Dengan kandungan nano ginseng, multivitamin ini mampu membantu memelihara stamina dan kesegaran tubuh saat mudik.
Airport Digital Lounge Manjakan Pemudik di Bandara Soekarno-Hatta
Airport Digital Lounge kini telah hadir dan melengkapi fasilitas pelayanan di setiap Terminal Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya Airport Digital Lounge sudah ada di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Dan terbaru, terminal 1B pun disediakan juga Airport Digital Lounge.
"Airport Digital Lounge ini memang salah satu fasilitas yang kita sediakan, baru ada di Soetta. Ke depan kita akan sediakan juga di cabang-cabang lainnya," ujar Vice President of Corporate Communication AP II, Yado Yarismano kepada detikcom beberapa waktu lalu.
Airport Digital Lounge merupakan pusat layanan terintegrasi yang memadukan kemudahan layanan informasi bandara dengan teknologi digital terkini. Tempat ini dilengkapi dengan peralatan digital dengan sistem komputerisasi yang canggih. Pengguna jasa bandara bisa memanfaatkan pelayanan informasi, virtual assistant melalui chat bot, coworking space, digital wayfinding dan juga official airport merchandise store. Bahkan, di tempat ini tersedia hiburan gratis seperti film dan game station.
Spesial untuk mendukung kelancaran pada masa mudik Lebaran 2019, tahun ini PT Angkasa Pura II (AP II) mengusung konsep fasilitas terbaru di Terminal 1 yakni iMATE Lounge (i-Millennial Airport Travel Experience Lounge).
"Ini konsepnya adalah kita punya konsep milenial airport travel experience untuk tahun ini. Kita buat nargetin para milenial karena di sana banyak fasilitas yang bisa mereka gunakan. Contohnya ada WiFi gratis, ada coworking space di sana, jadi mungkin ketika nunggu lama, mau kerja di situ ada tempat buat kerja. Kita siapkan colokan listrik, internet sama ada juga tempat game station," papar Yado.
Konsep iMATE yang lebih menyasar pada kaum milenial, menurut Yado, pangsa pasar kaum milenial untuk penerbangan berada di atas 50% milenial dengan usia berkisar di bawah 40 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar