Senin, 13 Januari 2020

Penjelasan Garuda Terkait Larangan Ambil Gambar di Pesawat

Ramai soal larangan ambil gambar di dalam pesawat Garuda Indonesia. Pihak Garuda pun memberikan penjelasan.

Dalam siaran pers dari maskapai Garuda Indonesia yang diterima detikcom, Selasa (16/7/2019) beredar surat larangan pengambilan gambar di pesawat. Dijelaskan Garuda, bahwa pengumuman tersebut merupakan edaran internal perusahaan yang belum final yang seharusnya belum dikeluarkan dan tidak untuk publik.

Garuda telah menyempurnakan surat edaran dimaksud yang berisi imbauan agar penumpang menghormati privasi penumpang lain dan awak pesawat yang sedang bertugas.

Garuda berkomitmen untuk menjaga privasi seluruh penumpang dan awak pesawat. Imbauan ini juga didasarkan atas laporan, saran dan masukan pelanggan/penumpang yang merasa tidak nyaman dan terganggu dengan adanya pengambilan gambar dan kegiatan dokumentasi tanpa izin sebelumnya dari yang bersangkutan.

"Penumpang tetap dapat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan pribadi misalnya melakukan swafoto selama tidak mengganggu kenyamanan atau merugikan penumpang lain," tulis pernyataan dari Garuda Indonesia.

Gempa di Bali, Wisatawan Diimbau Update Informasi

Gempa dengan magnitudo 6 terjadi di Nusa Dua, Bali pagi ini. Wisatawan di sana diimbau untuk update informasi.

Gempa tersebut terjadi pukul 08.18 WITa. Lokasi gempa ada di koordinat 9,11 Lintang Selatan dan 114,54 Bujur Timur.

Pusat gempa ada di 83 km arah barat daya Nusa Dua.Hiposenter gempa ada di kedalaman 68 km. Gempa ini dilaporkan tak berpotensi tsunami.

Dari pernyataan Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata seperti dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (16/7/2019) dilaporkan bahwa beberapa fasilitas publik mengalami kerusakan ringan. Badan Penanggulangan Bencana Pusat dan Daerah sedang melakukan asesmen dampak gempa.

Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali untuk mendapatkan informasi sektor pariwisata terdampak. Saat ini, Bandara Internasional Ngurah Rai tetap beroperasi secara normal.

Wisatawan yang berada di Pulau Dewata, juga diimbau untuk terus meng-update informasi. Serta, mengikuti instruksi dari pihak-pihak terkait.

"Kementerian Pariwisata mengimbau wisatawan untuk mengikuti instruksi pemerintah dan memperbarui informasi mereka dari akun resmi pemerintah, seperti @Kemenpar_RI, @BNPB_Indonesia, @baliairports, dan @infoBMKG," tulis pernyataannya.

Cara Unik Australia Merayakan Natal di Bulan Juli

Kalau biasanya Natal jatuh pada Desember, sedikit berbeda dengan Australia. Negeri Kangguru ini merayakan Natal pada bulan Juli dengan Winter Night Market.

Kegembiraan Natal umumnya dirasakan pada Bulan Desember. Namun Australia punya tradisi yang sedikit berbeda. Australia akan kembali merayakan Natal pada Bulan Juli.

Bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan oleh budaya Eropa dan Inggris yang merayakan Natal pada musim dingin. Sedangkan pada Bulan Desember, Australia sedang mengahadapi musim panas.

Untuk tetap terkoneksi dengan Natal ala nenek moyang, warga Australia akan kembali merayakan Natal pada bulan Juli. Bulan di mana musim dingin tiba.

Tapi ini bukan Natal sungguhan, hanya selebrasi dengan salju dan musim dingin. Natal di Bulan Juli ditandai dengan adanya Winter Night Market. Seperti yang detikcom lihat di Melbourne, Australia awal Juli lalu.

Ada apa saja di sana?

Winter Night Market kembali hadir ke Queen Victoria Market, Melbourne menyajikan beragam kuliner lezat dari 30 lebih vendor kuliner berbagai bangsa. Sebut saja di antaranya The Black Sheep, Brazilian Barbeque, dan Hot Doughnuts, yang seolah menjadi primadona di malam itu.

Pasar kala itu disulap menjadi dunia musim dingin untuk merayakan Natal pada bulan Juli. Ya, hanya setiap Rabu di bulan Juli saja pengunjung bisa menikmati event seperti ini. Queen Victoria Market di Melbourne, memang tempat wisata di Australia yang favorit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar