Rabu, 06 Januari 2021

Doa Agar Disembuhkan dari Penyakit Sesuai Al Quran dan Sunnah

  Sakit bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Dalam ajaran agama Islam, ada doa agar disembuhkan dari penyakit yang bisa diamalkan agar bisa sehat kembali seperti sedia kala.

Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Muslim bersabda, dari Jabin bin Abdillah, Nabi Muhammad bersabda bahwasannya setiap penyakit memiliki obat penawar. Dan kesembuhan hanya lah milik Alla SWT.


"Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya, maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa ta'ala."


Doa Kesembuhan Penyakit dalam Islam:

Doa minta kesembuhan untuk diri sendiri diriwayatkan dalam hadits Al Bukhari dan Muslim. Aisyah Ra mengatakan Rasulullah SAW biasa membaca doa ketika sedang sakit sambil mengusap dengan tangan kanan dan membaca doa seperti berikut


Latin: Allahumma rabban-nas 'adzhibil-ba'sa, isyfi antasy-syafi la syifa'a illa syifa uka syifa'a al la yughadiru saqama


Artinya: Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkan lah penyakit ini, sembuhkan lah, hanya Engkau lah yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit."


Selain itu, dalam buku 'Penyembuhan dengan Doa & Zikir' karya Muhammad Abdul Ghoffar, doa kesembuhan dalam Islam bisa dengan membaca 'Bismillahi' sebanyak tiga kali dan meletakkan tangan di bagian tubuh yang terasa sakit.


Kemudian, baca ta'awuz sebanyak tujuh kali 'Audzubillahi minasy syaithaanir rajiim' (Aku berlindung kepada keagungan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku rasakan dan aku hindari).


Sahabat Hikmah, jangan lupa mengamalkan doa agar disembuhkan dari penyakit ya!

https://maymovie98.com/movies/the-victim/


Jadi Gejala COVID-19, Ini Beda Parosmia dan Phantosmia


Gangguan penciuman merupakan salah satu gejala COVID-19. Orang yang terinfeksi virus Corona disebut bisa mengalami anosmia dan juga parosmia.

Anosmia merupakan suatu kondisi hilangnya indra penciuman. Sedangkan parosmia adalah terganggunya indra penciuman dalam mengidentifikasi bau-bauan.


Parosmia sendiri merupakan gejala COVID-19 terbaru yang dialami pasien Corona. Namun, parosmia kadang-kadang disalahartikan dengan kondisi lain yang disebut phantosmia. Lantas apa bedanya parosmia dan phantosmia?


Parosmia

Pasien yang mengalami parosmia akan merasa kesulitan dalam mengidentifikasi bau-bauan. Misalnya, bau yang harum mungkin akan tercium menjadi busuk.


Parosmia biasanya terjadi setelah neuron pendeteksi bau di hidung mengalami kerusakan akibat terinfeksi virus maupun kondisi kesehatan lainnya.


Nah, kerusakan neuron ini mengubah penafsiran bau yang diterima bulbus olfaktorius yang di mana fungsingnya adalah untuk penciuman, sensitivitas deteksi bau, atau menyaring bau.


Dikutip dari Healthline, kondisi parosmia biasanya tidak permanen. Neuron pendeteksi bau di hidung dapat membaik seiring berjalannya waktu.


Waktu pemulihannya pun berbeda sesuai dengan penyebab, gejala, dan pengobatan yang dijalani. Jika parosmia disebabkan oleh virus atau infeksi, indra penciuman dapat kembali normal tanpa pengobatan. Namun, butuh waktu antara 2-3 tahun untuk pemulihannya.


Phantosmia

Phantosmia merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kamu seperti mencium sesuatu, padahal tidak ada sumber baunya. Misalnya, kamu mencium bau roti gosong, tetapi tidak ada roti di sekitarmu.


Phantosmia kerap juga disebut sebagai halusinasi penciuman. Hanya saja bau yang sering tercium adalah bau yang tidak enak.


Bau yang tercium bisa seperti asap rokok, karet terbakar, bau bahan kimia, dan lain-lainnya.


Dikutip dari Medical News Today, beberapa masalah di hidung yang bisa menyebabkan phantosmia di antaranya polip hidung, tumor, infeksi sinus kronis, demam atau rinitis alergi, dan rinitis non alergi.

https://maymovie98.com/movies/class-of-nuke-em-high/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar