Senin, 11 Januari 2021

Menkes: Vaksin dari GAVI-COVAX untuk Kelompok Usia di Atas 60 Tahun

 Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kerjasama multilateral dengan GAVI-COVAX kemungkinan bisa menghasilkan keputusan yang baik. Menkes Budi berharap 54 hingga 108 juta dosis vaksin Corona gratis bisa didapatkan.

"Ada berita baik juga yang disampaikan ibu Menlu, kerjasama multilateral kita dengan GAVI juga kelihatannya akan menghasilkan keputusan yang baik. Diharapkan minimal 54 juta dosis maksimal bisa jadi 108 juta dosis vaksin gratis bisa kita dapatkan dari GAVI," ungkapnya dalam konferensi pers daring di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (11/1/2021).


Selain itu, Menkes Budi juga mengungkapkan vaksin-vaksin tersebut kemungkinan bisa datang lebih cepat, diperkirakan di akhir Februari atau di awal Maret 2021. Bahkan, vaksin-vaksin dari GAVI tersebut bisa diberikan pada kelompok usia di atas 60 tahun.


"Berita baiknya, mungkin itu bisa datang lebih cepat, antara di akhir Februari atau di awal Maret. Dan vaksin yang datang dari GAVI pilihannya adalah Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna yg sudah dapat persetujuan dari negara asalnya, dan ada satu lagi Novavax," jelas Menkes Budi.


"Kami sekarang lagi berdiskusi dengan pak Menko, jenis apa yang kita mau ambil. Karena vaksin-vaksin ini bisa diberikan di atas usia 60 tahun," lanjutnya.

https://movieon28.com/movies/rapa-nui/


Update Corona RI 11 Januari: Kasus Baru 8.692, Total Positif 836.718


Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus Corona COVID-19 bertambah 8.692 kasus pada Senin (11/1/2021). Total positif menjadi 836.718, sembuh 688.739, dan meninggal 24.343.

Sementara itu jumlah spesimen yang diperiksa hari ini tercatat sebanyak 38.062, sedangkan suspek yang diamati sebanyak 68.572.


Berikut perkembangan kasus Corona di Indonesia hari ini:


Kasus positif bertambah 8.692 menjadi 836.718

Pasien sembuh bertambah 7.715 menjadi 688.739

Pasien meninggal bertambah 214 menjadi 24.343

Sebelumnya pada Minggu (10/1/2021), tercatat jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 828.026, sembuh 681.024, dan meninggal 24.129 kasus.


Sah! BPOM Beri Izin Vaksin COVID-19 Sinovac, Eficacy 65,3 Persen


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization vaksin COVID-19 Sinovac. Pemberian EUA ini tepat dua hari sebelum vaksinasi COVID-19 serentak dilakukan di Indonesia, yakni 13 Januari 2021 mendatang.

"Pada Senin 11 Januari, Badan POM memberikan emergency use authorization pada kondisi emergency untuk vaksin CoronaVac produksi Sinovac yg bekerjasama dengan Bio Farma," kata Kepala BPOM Penny K Lukito, dalam konferensi pers daring, Senin (11/1/2021).


Dalam kesempatan tersebut Penny juga menyampaikan alasan pemberian EUA vaksin di antaranya memiliki mutu yang memenuhi standar yang berlaku serta syarat pembuatan obat yang baik. Selain itu vaksin juga memliki manfaat yang lebih besar dari risiko yang didasarkan pada data non klinik dan klinik.


Eficacy berdasarkan uji klinis di Bandung tercatat sebesar 65,3 persen, memenuhi persyaratan organisasi kesehatan dunia WHO yakni di atas 50 persen. Efek samping tercatat ringan-sedang dan bisa pulih kembali.


Saat ini Indonesia sudah mendapatkan 3 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac dalam bentuk jadi. Vaksin COVID-19 Sinovac juga telah diedarkan ke seluruh provinsi di Indonesia.


Setelah pemberian dosis pertama vaksin pada Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri dilakukan pada 13 Januari, prioritas utama vaksinasi adalah kelompok tenaga kesehatan. Mereka dijadwalkan menerima vaksin COVID-19 Sinovac pada 15 Januari 2021.

https://movieon28.com/movies/bachelor-party-2-the-last-temptation/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar