Kamis, 07 Januari 2021

Senggol Xi Jinping, Jack Ma Dinilai Bodoh Sekali

  Pidato Jack Ma pada Oktober silam yang mengkritik sistem keuangan China adalah permulaan masalah yang menimpanya maupun dua perusahaannya, Ant Financial serta Alibaba. Pidato itu pun dinilai sebagai sebuah kebodohan.

Sebenarnya jika Jack Ma tidak berbicara seperti itu, IPO Ant Financial yang diprediksi memecahkan rekor kemungkinan akan berjalan mulus. Presiden China, Xi Jinping dan para pejabat ekonomi kabarnya tidak begitu memperhatikan IPO itu atau menganggapnya sebagai masalah.


"Terima kasih pada Ma sendiri, IPO itu jadi masuk dalam pantauan radar Xi Jinping," sebut seorang sumber Reuters yang menyindir Jack Ma.


Sosok ikonik di jagat teknologi itu dinilai melakukan blunder atau salah kalkulasi. Padahal ia sebenarnya sudah diingatkan jangan berbicara kontroversial lantaran beberapa pejabat tinggi China hadir saat dia menyampaikan pidatonya.


"Mereka (pemerintah) China menamparnya. Dia telah belajar, itulah kenapa dia menjadi diam pada dua bulan terakhir. Sebagian temannya berkata pada saya bahwa mereka tak percaya betapa bodoh Jack Ma," kata Shaun Rein, konsultan bisnis di Shanghai yang dikutip detikINET dari Associated Press, Kamis (7/1/2021).


Dalam pidatonya itu, pada intinya ia mengatakan bahwa regulasi keuangan yang ada sekarang dan sistem perbankan di China sudah ketinggalan zaman.


Menurut Jack Ma, sistem aturan perbankan yang disebut Basel Accords, yang dipakai sebagai regulasi di dunia dan di China, dibuat oleh sekelompok orang-orang tua. Ia mempertanyakan apakah China masih membutuhkannya di tengah perkembangan pesat pada saat ini.


Ia menyebut sistem finansial China didominasi bank pemerintah besar dan sebenarnya butuh teknologi lain. "Bank besar seperti sungai besar, kita perlu kolam, anak sungai dan sistem kanal kecil. Tanpa itu di ekosistem, banjir dan kekeringan akan selalu terjadi," katanya mengibaratkan.


Kritikan itulah yang membuat Presiden Xi Jinping turun tangan dan IPO Ant Financial dibatalkan. Sampai saat ini, juga belum diketahui bagaimana nasib Jack Ma. Meskipun, sumber dekat memastikan Jack Ma tidak ditahan, melainkan menenangkan diri di Hangzhou dan menghindari sorotan publik.

https://indomovie28.net/movies/two-sisters-in-law/


Bos Google dan Apple Kutuk Kerusuhan di Gedung Capitol


Sejumlah bos teknologi angkat bicara mengenai kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol Amerika Serikat. Seperti CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai yang mengutuk kejadian ini.

"Menjalankan pemilihan umum yang bebas dan aman dan menyelesaikan perbedaan kita secara damai adalah dasar dari demokrasi yang berfungsi," kata Pichai dalam memo untuk pegawainya, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (7/1/2021).


"Pelanggaran hukum dan kekerasan yang terjadi di Capitol Hill hari ini adalah antitesis demokrasi dan kami mengutuknya dengan keras," sambungnya.


Pichai mengatakan petinggi perusahaan sedang berupaya menghubungi pegawai yang bekerja di Washington D.C. Di akhir memonya, ia meminta pegawai Google dan Alphabet untuk memprioritaskan kesehatan dan keamanannya dengan mengandalkan sistem dukungan dan komunitas Google.


"Kami memantau situasi dan akan terus memberi update untuk pegawai yang terdampak jika kami mengambil langkah pencegahan ekstra yang berdampak pada kantor atau gedung," ucap Pichai.


CEO Apple Tim Cook juga mengecam kerusuhan ini dan mengatakan AS harus menyelesaikan transisi ke pemerintah presiden terpilih Joe Biden. Ia juga menyerukan agar massa yang terlibat dalam kerusuhan di Gedung Capitol harus bertanggung jawab.


"Hari ini menandai babak menyedihkan dan memalukan di sejarah negara kami. Mereka yang bertanggung jawab atas pemberontakan ini harus dimintai pertanggungjawaban, dan kita harus menyelesaikan transisi ke pemerintahan Presiden terpilih Biden," kata Cook dalam cuitan di akun Twitter pribadinya.

https://indomovie28.net/movies/sister-in-laws-dream/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar