Selasa, 05 Januari 2021

Sudah Damai, Game Tencent Kembali ke Toko Aplikasi Huawei

 Setelah sempat berselisih dan semua gamenya dihapus dari toko aplikasi Huawei, kini game dari Tencent seperti Arena of Valor kembali hadir di toko aplikasi tersebut.

Perselisihan yang dimaksud adalah skema pembagian pemasukan yang baru ditetapkan oleh Huawei. Dalam skema tersebut, Huawei ngotot untuk memotong 50% dari penjualan game Tencent di toko aplikasi mereka.


Namun Tencent menolak skema baru tersebut, dan karena keduanya tak kunjung mencapai kata sepakat, game Tencent pun akhirnya dihapus dari toko aplikasi Huawei, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Senin (4/1/2021).


Tencent dan Huawei sama-sama 'raksasa' di China. Tencent punya sejumlah game online paling populer di dunia, sementara Huawei punya market share besar di China, yaitu 41,4%, dan 14,9% secara global.


Namun kini keduanya sudah berdamai dan sepakat, dan berbagai game Tencent pun kini hadir kembali di toko aplikasi Huawei.


"Kedua pihak akan melanjutkan bekerja bersama untuk memberikan pengalaman dan layanan terbaik untuk para konsumen," tulis Tencent dalam pernyataannya.


Skema pemotongan pemasukan yang diterapkan Huawei ini juga ditolak oleh sejumlah developer. Salah satunya adalah miHoYo, pembuat Genshin Impact, yang memutuskan untuk tak memasukkan game andalannya itu ke toko aplikasi Huawei.


Sebelumnya, puluhan ribu aplikasi dan game juga dihapus dari App Store untuk iOS. Tepatnya 39 ribu game yang tak mempunyai International Standard Book Number (ISBN), yang diwajibkan oleh pemerintah China.


Banyak juga judul game barat menjadi korban aksi 'pembersihan' ini, termasuk Assassin's Creed Identity dan NBA 2K20, sehingga hanya menyisakan 74 dari semula ada 1.500 game berbayar terpopuler. Seperti biasa dalam kasus seperti ini, para pengguna yang akhirnya menderita dan dirugikan.

https://kamumovie28.com/movies/the-maid/


Penjualan Panel OLED Samsung Diprediksi Capai Rp 69,4 T di Q1 2021


Menurut laporan dari Omdia, sebuah perusahaan riset, penjualan panel OLED dari Samsung Display diperkirakan akan melampaui USD 5 miiar atau sekitar Rp 69,4 triliun pada kuartal pertama 2021.

Hal ini menandai adanya kenaikan yang signifikan sebesar 30% dibandingkan dengan penjualan kuartal pertama di tahun 2019 yang mencapai USD 3,975 miliar.


Dilansir detikINET dari Gizmochina, Senin (4/1/2021) kenaikan tersebut didukung oleh meningkatkan penggunaan panel OLED di smartphone 5G. Sebab layar OLED lebih tipis dibandingkan lainnya. sehingga membuatnya lebih populer untuk smartphone 5G.


Selain itu panel OLED juga memberikan efisiensi terhadap daya baterai yang lebih baik. Di mana teknologi ini sangat penting untuk smartphone berkemampuan 5G yang menghabiskan lebih banyak daya baterai dibandingkan dengan smartphone yang mendukung jaringan 4G.


Panel OLED Samsung Display juga diperkirakan akan mengalami lonjakan penjualan karena peluncuran seri Apple terbaru yakni iPhone 12. Saat ini, pemasok raksasa teknologi Korea Selatan ini sekitar 8% dari semua tampilan untuk jajaran iPhone 2020 perusahaan yang berbasis di Cupertino.


Pada kuartal keempat tahun 2020, 62,8% dari semua smartphone diharapkan dikirimkan dengan panel OLED, sesuai prediksi Omdia.


Di sisi lain, hanya 31,8% smartphone yang datang dengan layar LCD. Industri smartphone sekarang lebih condong ke panel OLED dan karena Samsung adalah salah satu pemasok terbesar, lonjakan penjualan ini tidak terlalu mengejutkan.

https://kamumovie28.com/movies/mrs-doubtfire/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar