Kamis, 07 Januari 2021

Trump Larang Transaksi Pakai Alipay hingga WeChat Pay

 Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menekan perusahaan-perusahaan teknologi China jelang akhir masa pemerintahannya. Trump baru saja menandatangani perintah eksekutif yang melarang transaksi dengan 8 aplikasi China termasuk Alipay dari Ant Group.

Mengutip CNN, Kamis (7/1/2021), perintah tersebut juga akan menyasar Tencent QQ Wallet dan WeChat Pay, serta aplikasi CamScanner, SHAREit, VMate, dan WPS Office.


"Aktivitas berkelanjutan China dan Partai Komunis China yang berkuasa untuk mencuri atau mendapatkan data orang Amerika Serikat memperjelas bahwa ada niat untuk menggunakan pengumpulan data massal untuk memajukan agenda ekonomi dan keamanan nasional China," bunyi salah satu bagian perintah itu.


Belum secara jelas seberapa efektif perintah tersebut nantinya. Tapi, perintah itu akan mulai berlaku 45 hari dari sekarang, jauh setelah Trump meninggalkan jabatannya.


Perintah yang telah dikeluarkan Trump terhadap perusahaan teknologi China sebelumnya mengalami masalah. Misalnya, perintah untuk melarang mengunduh WeChat di AS yang untuk sementara diblokir hakim federal. Beberapa pengadilan juga telah mengeluarkan perintah sementara terhadap upaya pemerintah untuk melarang aplikasi TikTok.


"Pemerintahan Trump masih terburu-buru dalam daftar hukumannya untuk membatasi hubungan AS-China dengan harapan dapat mendorong China untuk membalas, memperburuk hubungan, dan mengikat tangan Biden," kata Scott Kennedy, penasihat seniorCenter for Strategic and International Studiesdi Washington.


Dia mengatakan, jika pembatasan ini dilakukan karena aplikasi tersebut dianggap mengganggu, maka harus dilihat apakah benar-benar akan diterapkan.


"Pemerintahan Biden kemungkinan akan meninjau ini dan setiap tindakan lain yang telah diberlakukan Trump melalui tindakan eksekutif," katanya.

https://indomovie28.net/movies/violence-in-a-womens-prison/


Facebook Umumkan Situasi Darurat dan Kunci Donald Trump


 Situasi kerusuhan di Washington membuat media sosial melakukan langkah drastis, terutama pada postingan Donald Trump. Selain Twitter, Facebook ikut mengunci akun Donald Trump di platform media sosial itu, sehingga tak bisa melakukan unggahan (posting) konten apapun selama 24 jam.

Saat perusuh menyerang gedung US Capitol, Facebook juga telah meghapus video kontroversial dari Trump. "Ini adalah situasi darurat dan kami mengambil langkah yang pantas, termasuk menghapus video presiden Trump," kata Guy Rosen, Facebook vice president of integrity.


Postingan dari Trump itu dinilai malah akan memperpanas situasi, bukannya menurunkan tensi. Beberapa waktu kemudian, akun Trump sepenuhnya dikunci. Trump dianggap telah melanggar kebijakan Facebook.


"Kami telah menemukan dua pelanggaran kebijakan terhadap halaman (akun) Presiden Trump yang akan mengakibatkan pemblokiran fitur selama 24 jam. Artinya, dia tak bisa memposting di platform selama penguncian," jelas Facebook lewat akun resmi.


Video yang diposting Donald Trump juga telah dihapus oleh YouTube. Sedangkan Twitter telah mengunci akun Presiden AS Donald Trump selama 12 jam setelah ngetweet yang memberikan dukungan pada aksi kekerasan di Gedung Capitol, Washington.


Twitter akan meminta Trump menghapus beberapa tweet yang berusaha mendelegitimasi hasil pemilihan presiden setelah para pendukungnya menyerbu gedung DPR AS pada Rabu petang (6/1/2021) waktu setempat.

https://indomovie28.net/movies/eskimo-nell/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar