Kamis, 23 Januari 2020

Festival Bakar Tongkang Riau Eksis Hingga China Daratan

Gaung Festival Bakar Tongkang 2019 sudah cukup terkenal. Dari tahun ke tahun, event ini jadi salah satu agenda pariwisata yang banyak didatangi turis, khususnya dari mancanegara.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, Festival Bakar Tongkang banyak menarik wisatawan Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, sampai ke China daratan. Ini memberikan dampak positif terhadap masyarakat Bagansiapiapi, terutama pada pertumbuhan ekonomi.

"Selain didukung Kemenpar, pemerintah setempat juga pro aktif mengajak masyarakat untuk turut mensukseskan event tersebut. Ini menjadi energi positif bagi suksesnya kegiatan tersebut. Semua berperan, dan ini patut kita apresiasi," ujar Rizki dalam keterangannya, Jumat (6/6/2019).

Rizki optimis, jangkauan festival ini akan terus meluas ke berbagai negara lainnya. Terlebih, atraksi yang disajikan benar-benar wah dan luar biasa. Selain bisa menyelami budaya atau sejarah atas latar belakang kegiatan tersebut, pengunjung juga sangat terhibur.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, tahun lalu panitia mencatat jumlah pengunjung Festival Bakar Tongkang hingga 69 ribu orang. Dari jumlah tersebut, 40 ribu merupakan wisatawan nusantara. Sementara sisanya yakni 29 ribu adalah wisatawan mancanegara.

"Data tersebut dihitung berdasarkan jumlah hunian kamar hotel dan jalur pintu masuk transportasi. Setiap tahun memang selalu ada peningkatan. Kita pun berharap tahun ini terjadi lonjakan kunjungan wisatawan. Harus di atas 70 ribu pengunjung," jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, Festival Bakar Tongkang selalu digelar secara meriah dan totalitas. Replika kapal dapat berukuran hingga 8,5 meter, lebar 1,7 meter dan berat mencapai 400 kg. Kapal akan disimpan selama satu malam di Kuil Eng Hok King, diberkati, dan kemudian dibawa dalam prosesi melalui kota ke situs di mana akan dibakar.

"Prosesi Tongkang juga melibatkan atraksi Tan Ki. Sejumlah orang menunjukkan kemampuan fisik mereka dengan menusuk diri dengan pisau atau tombak tajam. Namun, aksi tersebut tidak melukai meskipun senjata yang digunakan tajam. Aksi ini agak mirip dengan tradisi Tatung di Singkawang, Kalimantan Barat," kata dia.

Mantan Dirut Telkom tersebut berujar, Festival Bakar Tongkang sangat berpotensi menarik wisatawan mancanegara. Khususnya wisman asal Tiongkok maupun warga keturunan yang sudah bermukim di Indonesia. Dari tahun ke tahun, festival ini selalu meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari warga setempat maupun pendatang.

126 Kendaraan Hias Ramaikan Pawai Takbiran Batam

Batam mengerti betul cara membuat #PesonaMudik2019 semakin meriah. Salah satunya dengan mengelar pawai malam takbiran di Kota Batam, Selasa (4/6/2019). Sebanyak 126 kendaraan hias membuat malam takbiran di Batam begitu fantastis.

Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata mengatakan, total ada 381 kendaraan mengikuti pawai ini. Dari jumlah tersebut 126 kendaraan merupakan kendaraan yang mengikuti lomba hias, pawai takbir. Selebihnya pendukung, yang diikuti komunitas roda dua dan roda empat.

"Ini merupakan salah satu upaya kita membuat atraksi yang menarik bagi wisatawan. Apalagi apada saat Lebaran, banyak pemudik yang pulang kampung ke Batam. Selain itu banyak juga wisatawan Singapura dan Malaysia yang selalu menjadikan Batam tempat menghabiskan Libur Lebaran," Ardiwinata dalam keterangannya, Jumat (6/6/2019).

Pria yang akrab disapa Ardi itu menambahkan, pawai tahun ini pun dikemas lebih menarik. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam sendiri menurunkan mobil hias khusu berbentuk Tanjak raksasa. Seperti diketahui, tanjak adalah penutup kepala bagi pria khas budaya Melayu. Hal tersebut dilakukan untuk semakin mengangkat kebudayaan Melayu.

"Provinsi Kepri merupakan Tanah Bunda Melayu. Ini yang kami ingin tonjolkan sehingga menjadi nilai lebih dari pariwisata Batam. Selain itu dengan budaya dijunjung, kita yakin agama juga makin agung," kata Ardi.

Tak hanya tanjak, mobil hias lain pun tampil memukau. Apalagi mereka hador dengan aneka replika ornamen yang lekat dengan kebudayaan Islam. Dari mulai masjid, bulan bintang, maupun kekhasan Kota Batam seperti jembatan Barelang dan kapal.

"Bakal kita promosikan lebih massif lagi ke depannya, dan ini menjadi tujuan wisata saat Lebaran di Batam. Apalagi seluruh stakeholder juga mendukung pawai ini. Dari mulai OPD, ormas, instansi vertikal, dan komunitas. Bahkan tahun ini juga didukung oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam dan asosiasi dan pelaku pariwisata di Batam," paparnya.

Pawai ini pun disambut baik Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa. Apalagi saat ini Kemenpar sedang giat-giatnya memaksimalkan pariwisata di Batam yang merupakan daerah perbatasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar