Kamis, 23 Januari 2020

Kasihan Amsterdam

Makin banyak turis yang datang ke Amsterdam, maka tak sedikit pula sisi negatif yang bermunculan. Amsterdam tidak lagi nyaman.

Baru-baru ini, dilansir detikcom dari berbagai sumber, Kamis (6/6/2019) pemerintah Belanda serius memerangi 'overtourism'. Itu merupakan fenomena di mana sudah terlalu banyak turis yang datang, sehingga kenyamanan kotanya mulai ternoda.

Datanya adalah, 18 juta turis datang ke Amsterdam selama 2018. Diperkirakan angkanya terus naik hingga 42 juta turis di tahun 2030, atau artinya angka itu 50 kali lebih banyak dibanding penduduk Amsterdamnya.

Pemerintah Belanda mulai berhenti mempromosikan Amsterdam sebagai destinasi wisata tujuan. Turis yang datang ke Belanda, bakal diarahkan ke destinasi atau kota-kota lainnya.

Dampak Buruk Pariwisata Pada Amsterdam

Ada catatan menarik dari South China Morning Post dan BBC. Pariwisata dinilai memiliki dua mata sisi, yakni sisi baik dan sisi buruk.

Sisi baiknya adalah pariwisata mendatangkan banyak devisa dan membuka lapangan kerja. Sisi buruknya adalah ada 'pertikaian' antara turis-turis yang nakal dan penduduk aslinya, seperti di Amsterdam contohnya.

Tahukah kamu, banyak turis nakal yang pipis sembarangan di kanal-kanal Amsterdam. Bahkan, tak sedikit pula turis saling adu jotos karena mabuk-mabukan di jalan.

Tak sampai di situ, penduduk Amsterdam yang sehari-hari naik sepeda juga mulai resah oleh turis. Para turis dinilai memenuhi jalur sepeda, yang membuat orang-orang Amsterdam jadi terhambat dan harus meliak-liuk membelah kerumunannya.

Ternyata oleh sebab itu pula, pesepeda Amsterdam terkenal agresif kepada turis. Mereka tidak mau mengalah di jalan.

Otoritas pemerintah Kota Amsterdam juga kesulitan mengawasi kafe-kafe di Amsterdam yang menjual ganja. Bukan rahasia lagi, menghisap ganja memang dilegalkan di Amsterdam. Tetapi lama kelamaan, banyak kafe yang nakal dan tidak mendaftarkan diri kepada pemerintah kota. Menjual ganja demi bisa menarik turis datang.

Pemerintah Belanda sendiri sudah menerapkan beberapa denda bagi turis nakal di Amsterdam. Bagi yang pipis sembarangan di kanal, kena denda sebesar 140 Euro atau sekitar Rp 2,3 juta. Sedangkan bagi turis yang mabuk-mabukan di ruang publik, dikenai denda sebesar 95 Euro atau setara Rp 1,5 juta.

Selain Amsterdam, Kota Venesia di Italia juga mengalami 'overtourism' yang menimbulkan banyak turis nakal. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah dengan memberikan denda besar untuk efek jera.

Festival Bakar Tongkang Riau Eksis Hingga China Daratan

Gaung Festival Bakar Tongkang 2019 sudah cukup terkenal. Dari tahun ke tahun, event ini jadi salah satu agenda pariwisata yang banyak didatangi turis, khususnya dari mancanegara.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, Festival Bakar Tongkang banyak menarik wisatawan Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, sampai ke China daratan. Ini memberikan dampak positif terhadap masyarakat Bagansiapiapi, terutama pada pertumbuhan ekonomi.

"Selain didukung Kemenpar, pemerintah setempat juga pro aktif mengajak masyarakat untuk turut mensukseskan event tersebut. Ini menjadi energi positif bagi suksesnya kegiatan tersebut. Semua berperan, dan ini patut kita apresiasi," ujar Rizki dalam keterangannya, Jumat (6/6/2019).

Rizki optimis, jangkauan festival ini akan terus meluas ke berbagai negara lainnya. Terlebih, atraksi yang disajikan benar-benar wah dan luar biasa. Selain bisa menyelami budaya atau sejarah atas latar belakang kegiatan tersebut, pengunjung juga sangat terhibur.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, tahun lalu panitia mencatat jumlah pengunjung Festival Bakar Tongkang hingga 69 ribu orang. Dari jumlah tersebut, 40 ribu merupakan wisatawan nusantara. Sementara sisanya yakni 29 ribu adalah wisatawan mancanegara.

"Data tersebut dihitung berdasarkan jumlah hunian kamar hotel dan jalur pintu masuk transportasi. Setiap tahun memang selalu ada peningkatan. Kita pun berharap tahun ini terjadi lonjakan kunjungan wisatawan. Harus di atas 70 ribu pengunjung," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar