Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam nanti akan segera digelar. Gunung Tambora akan menunjukan kekayaan alamnya untuk pariwisata.
Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam akan digelar, pada 19-21 Juli 2019 di Nusa Dua, Bali. Semua Taman Nasional di Indonesia akan hadir dan mempromosikan potensi kekayaannya dalam acara ini, termasuk Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT).
Kepala Balai TNGT, Murlan Dameria Pane, mengatakan di acara tersebut pihaknya akan mempromosikan potensi TN Gunung Tambora. Caranya dengan menampilkan beberapa dokumentasi mengenai TN Tambora dan produk dari masyarakat sekitar TN Tambora berupa madu dan kopi.
"Acara ini akan diikuti oleh seluruh Taman Nasional di Indonesia termasuk TN Tambora. Event ini penting diikuti. Karena merupakan ajang promosi yang salah satu targetnya akan mempertemukan pengelola Taman Nasional dan Taman Wisata Alam dengan travel agent atau calon pengunjung atau mitra lain (buyer meet seller)," ungkapnya pada detikcom, Selasa (16/7/2019).
Di event tahunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mempromosikan Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di Indonesia ini, Murlan berharap akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kawasan konservasi di Indonesia dan potensi di tiap kawasan termasuk di Taman Nasional Gunung Tambora. Terlebih kata dia, Gunung Tambora menjadi salah satu cagar biosfer dunia yang ada di Indonesia.
"Untuk event kali ini, kita bawa contoh produknya dulu madu dan kopi. Tapi kita juga sudah merencanakan pengenalan dan membantu pemasaran produk yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar TN secara langsung maupun online," ujarnya.
Kata Turis Eropa Pertama Kali Merasakan Gempa di Bali
Gempa pagi tadi di Nusa Dua menjadi pengalaman tersendiri bagi para turis-turis di Bali. Apa kata mereka?
Gempa tersebut terjadi pukul 08.18 WITa. Lokasi gempa ada di koordinat 9,11 Lintang Selatan dan 114,54 Bujur Timur.
Pusat gempa ada di 83 km arah barat daya Nusa Dua. Episenter gempa ada di kedalaman 68 km. Gempa ini dilaporkan tak berpotensi tsunami.
Kiki, turis asal Prancis menceritakan pengalamannya merasakan gempa tersebut. Bahkan, itu pengalaman pertama kalinya merasakan gempa.
"Tadi pagi saya lagi tidur, terus tahu-tahu semua bergetar, saya pikir apa ini. Ini pengalaman gempa pertamanya," kata Kiki di Pantai Batu Bolong, Canggu, Badung, Bali, Selasa (16/7/2019).
Wanita asal Paris itu merasakan dipan dan semua benda-benda di sekitarnya bergetar. Meski begitu, dia mengaku tidak merasa ketakutan.
"Saya tidak dengar apapun sih pagi tadi. Saya juga nggak takut, cuma oke ada gempa. Malah saya kira awalnya itu mimpi, tapi ternyata sungguhan gempa," tutur wanita yang sedang belajar surfing ini.
Lain cerita dengan Sten. Pria asal Belanda ini mengaku kaget karena mendapat 'surprise' di hari keduanya di Bali ini berupa gempa.
"Saya nggak terlalu merasakan gempa karena masih tidur tapi ketika bangun semua bergoyang. Ini hari kedua saya tinggal di Bali, saya baru sampai kemarin, jadi aku kaget karena ini pengalaman pertamaku," tuturnya.
Wisatawan dari dalam negeri dan mancanegara diimbau untuk terus update informasi terkait gempa. Serta, mengikuti arahan dari pihak-pihak terkait.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar